Kamis, 31 Maret 2016

Katakan Cinta dengan Warna dan Aneka Kisah Cinta Lainnya - Primadonna Angela



Judul : Katakan Cinta dengan Warna dan Aneka Kisah Cinta Lainnya
Penulis : Primadonna Angela
Penerbit : Gramedia
Tebal : 152 hlm
Terbit : Januari, 2010
ISBN : 978-979-22-2956-1
Rating : 3/5

Katakan Cinta Dengan Warna adalah buku keenam belas Primadonna Angela. Penulis aliran Teenlit dan Metropop ini selalu mengangkat kisah remaja sehari-hari dalam setiap bukunya. Dan Katakan Cinta Dengan Warna termasuk kumpulan cerpen yang berhasil memasukkan segala tema di dalamnya.

Buku ini terdiri dari 16 cerita pendek yang berdiri sendiri. Berbeda dengan Satsuki Sensei yang setiap tokoh di dalamnya saling terikat, cerpen yang satu ini lebih kaya dengan kisah roman remaja dan ikatan tokoh utama dengan keluarga.




Berikut 16 judul cerpen yang ada di dalamnya

- Tania di Negeri Antah-Berantah

- Saat Gerald Jatuh Cinta

- Taruna

- Apel Hijau di Rumah Aileen

- Masterpiece

- Satu kebaikan

- April Mop!

- Tanda Cinta

- She doesn’t Know It

- Rahasia Mamah

- I Can’t Bear To Say I Love You

- Peramal Tarot

- Hadiah Terindah

- Takdir

- Aku Benci Mama!

- Katakan Cinta dengan Warna

Tania di Negeri Antah-Berantah 

Berawal dari ajakan Sarah untuk menengok anak pertamanya yang baru saja lahir. Tania yang terlahir dalam keluarga yang tidak lengkap membuatnya selalu skeptis dengan yang namanya pernikahan. Kekesalannya cukup beralasan, mengingat ibunya sdh 4 kali menikah dan Tania tdk pernah merasakan keluarga yang utuh.

Walaupun masih remaja, Tania punya pandangan yang berbeda dari remaja seusianya. Baginya pernikahan yg bahagia selamanya tidak pernah ada. Hanya indah di awal saja lantas bertengkar seiring berlalunya waktu. Melalu tokoh Tania, pembaca dapat memahami tentang arti komitme, ketulusan dan kekuatan dari sebuah pernikahan. 

Saat Gerald Jatuh Cinta 

Dave bersahabat dengan seorang cowok di sekolahnya yang bernama Gerald. Ia sering menghabiskan waktu bersama seperti yang dilakukan remaja cowok lainnya. Gerald bukan cowok yang mudah merubah penampilannya. Tapi sempat suatu hari Gerald tampak ada yg berubah dari cowok itu. Gerald merubah gaya busananya dan lebih memperhatikan penampilan. Gerald mengaku dirinya sedang di mabuk cinta. Seorang wanita yang ditemuinya di sebuah cafe dekat universitas ternama. 

Dave yang meragukan wanita yang digilai Gerald, mulai menyangkal pertemuan dengan wanita yg dimaksud Gerald tadi malah akan membuatnya patah hati. Sebuah kejutan saat Dave tahu siapa wanita yg dimaksud Gerald itu. Ini kisah konyol seorang anak SMA yg jatuh cinta pada wanita yang berusia lebih tua. Masa SMA memang penuh warna dan kaya rasa soal percintaan. Aku sempat menganggap Gerald baru pertama kali jatuh cinta. Karna dia dengan nekad menuruti intuisinya utk bertemu dgn orang yg disukainya. Endingnya sangat konyol dan ditutup dengan cara yg mengejutkan.

Taruna 

Nina terpaksa merelakan liburannya bersama teman-teman ke Bali hanya karena ia tidak bisa membantah perintah ibunya. Awalnya Ibu berjanji akan menuruti keinginan Nina untuk pergi ke Bali jika berhasil mendapat nilai bagus saat ujian. Tapi keinginan itu batal terwujud hanya karena ada tamu penting yang akan datang ke rumah mereka. 

Taruna namanya, anak dari sahabat ibu Nina yang dulu berteman dengan Nina. Tapi mereka itu saat usia Nina baru 5 tahun. Sudah .0 tahun berlalu pasti semua sudah berubah, dan Nina tidak tahu bagaimana rupa Taruna saat ini. Hanya lewat foto, Nina akhirnya berhasil mendapat sedikit gambaran tentang Taruna. Apakah pertemuan akan berjalan sesuai harapan Nina?  

Saat membaca cerpen yang satu ini aku tidak berpikir macam-macam bagaimana Nina bertemu dengan Taruna. Aku pikir ini akan jadi pertemuan teman lama biasa dan Nina akan jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali melihat Taruna. Saat melihat foto Taruna yang terbaru Nina sudah terlalu percaya diri Taruna mampu mencuri hati Nina karena wajahnya yang cukup lumayan. Tapi aku salah kaprah.

Penulis membuat cerita seolah seperti slow motion saat Taruna akhirnya tiba. Kita akan merasakan detik-detik hadirnya Taruna dan pesona yang sudah diidam-idamkan Nina. Tokoh Nina disini sangat over percaya diri dan terlalu melebih-lebihkan orang yang ia lihat. Padahal itu hanya foto tapi mampu membuat Nina tersugesti dan berangan-angan Taruna adalah sosok cowok yang loveable dijadiakan pacar. Endingnya lucu dan mengejutkan. haha. Jangan sampai kita kelewat pede seperti Nina deh xD


Sebenarnya masih banyak cerpen lainnya di buku ini tapi lebih baik kalian baca sendiri bukunya. Beberapa cerita lainnya menyinggung tentang persahabatan dan keluarga. Aku sempat dibuat terharu saat membaca Rahasia Mamah.

Cerpen urutan kesepuluh ini mengisahkan tentang kebiasaan Mamah yang amat sabar dan penyayang pada keluarganya. Mamah punya kebiasaan lucu setiap kali ia marah ia akan menenangkan diri di kamar dan membuka lemari. Lemari itu seolah memancarkan aura penyembuh untuk hati mamah yang luka. Setiap kali Mamah memandang sesuatu di dalam lemari itu ia akan kembali gembira seolah semua masalahnya lenyap.

Kebiasaan Mamah itu membuat Nisya penasaran dan menuding Mamah menyembunyikan rahasia darinya. Merasa dirinya dikucilkan Nisya terus mengumpulkan petunjuk untuk menguak rahasia yang telah dipendam darinya sejak lama. Dan cerita ini ditutup dengan sebuah jawaban atas tanya yang disimpan Nisya selama ini

Sweeter ini saksi bisu cintaku padanya.
Dari semua cerpen yang ada, yang jadi favoritku adalah Katakan Cinta dengan Warna. Cerpen ini selain menjadi judul utama juga menjadi penutup dari semua kisah didalamnya. Biasanya penutup cerpen akan jadi yang paling menarik, dan ya! Katakan Cinta berhasil memuaskanku dan this is so cute story.
Rieni sudah lama bersahabat dengan Milo. Ya, Milo yang jadi idola satu sekolah karena keindahan fisiknya ditambah lagi dia terpilih sebagai peserta penyisihan Pekan Olahraga Nasional. Semua cewek-seperti yang dilihat Rieni sangat suka padanya. Tapi di mata gadis itu Milo adalah seseorang yang amat berharga

Rieni sangat ingat pertama kali bunga-bunga perasaan tumbuh di hatinya. Saat itu ia melihat Milo pulang dengan luka lebam di wajah dan tangannya. Milo yang suka bercanda tidak menggap serius luka-luka itu. Tapi melihat keadaan Milo saat itu justru makin membuat Rieni khawatir.hari-hari berikutnya ia menyimpan perasaan yang mulai bersemi tanpa pernah berniat menunjukkannya pada Milo. Toh cowok itu tidak mungkin membalas perasaannya. Dirinya tidak sesempurna itu untuk bisa menjadi pacar Milo.
Mamaku selalu berkata, setiap orang punya warna masing-masing.

Menurut Rieni setiap orang punya warna tersendiri untuk menggambarkan diri mereka. Merah jambu untuk mama, biru untuk papa dan Jingga untuk Milo. Yang terakhir itu menjadi alasan Rieni membuat sweeter rajutan tangannya untuk hadiah Milo. Tapi Rieni sudah menangkap sinyal bahwa Milo tidak akan menyukai sweter buatannya. Sekarang ia ragu apakah tetap melanjutkan keputusannya untuk menghadiahkan sweter itu lalu menyatakan perasaannya selama ini, atau memendam semua itu rapat-rapat.

Kisah cinta Rieni agaknya jadi rangkuman kisah pahit manisnya cinta para remaja wanita. Aku salut sekali dengan kegigihannya yang mau berbuat repot untuk menghadiahkan ornag yang disukainya. Cowok mana yang tidak tersentuh melihat kegigihan wanita memberikan sesuatu dari hasil tangan sendiri. Milo ini terbilang cowok yang sangat beruntung sekaligus payah karena tidak mampu mengungkapkan perasaannya.

Menrutku kisah mereka sangat normal dan interaksinya mengalir dengan baik. Aku suka cara Milo memberi sinyal tanda ia menyukai Rieni saat ini. Tapi aku juga paham bagaimana rasanya hanya di buat dilema karena biasanya cewek-cewek mudah sekali termakan kode cowok.

Dan untuk menutup review ini, aku tampilkan secuplik puisi yang masih bagian dari cerpen Katakan Cinta bahwa cinta tidak harus memiliki.
I Can’t Bear to Say I Love You

I can’t bear to say I love you
Everytime I catch your eye I just alert my gaze
Afraid I’ll be staring at your face

Fearing you’ll my feelings are so true
But what can I do? I can only:
Admirer you from a far
Keep the memories in a jar

Silent tears trckle down, bluring my vision
You loved me, and I think it should be enough
Yet deep down I have this regret,
If only, if only I had

Told you about my feelings much sooner.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...