Sabtu, 05 Maret 2016

Book Review A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa



Judul: A Very Yuppy Wedding
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Oktober 2007
Tebal: 288 hlm
Rating: 2/5

Sinopsis


The life of a business banker is 24/7, dan bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all. Namun di usianya yang meninjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right?

Not really. Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.

Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the
most irrational decisions in her own personal life.

Sebuah gebrakan baru di saat orang-orang sedang kecanduan karya Ika aku ikut mencoba bagaimana rasanya kisah roman di bawah kendali Ika Natassa.

A Very Yuppy Wedding, novel metropop yang mengangkat kisah sehari-hari seorang banker bernama Andrea. Digambarkan sebagai wanita yang sangat cantik, karir cemerlang dan hidup yang sempurna.

Dikantor ia menjalin hubungan dengan Adjie, karyawan tampan, tajir dan tidak kalah sukses. Mereka menjalin hubungan diam-diam. Hanya sedikit orang yang tahu tentang hubungan mereka. Di saat mereka sudah siap melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, mereka telah memikirkan semua resiko yang akan ditanggung nanti. Salah satu dari mereka ada yang harus mundur dari perkerjaannya. Karena pasangan suami isteri dinilai tidak etis berada di satu kantor yang sama.

Andrea yang memiliki karir yang super cemerlang dan hidup dengan high class tidak lantas menjadikan dirinya orang yang dewasa dan open minded. Justru Dre sangat kekanak-kanakan dan emosional. Dalam hubungan pacaran dengan Adjie selalu di liputi perasaan tidak percaya, pencemburu dan keras kepala setengah mati. Bayangkan di usianya yang ke-29 masih pantaskah sifat-sifat seperti ini dimiliki oleh seorang wanita? Kurasa tidak.

Sedangkan Adjie, karir mulus dengan latar pendidikan yang sama bagusnya dengan Adrea memiliki tabiat yang sama buruknya. Tipikal pria pencemburu, pendendam dan sikap yang semestinya tidak dimilki oleh seorang lelaki. Hari-hari mereka diisi dengan kesalah pahaman, curiga dan cemburu. Salah satunya saat tahu Andrea didekati mantan kekasihnya Radit sifat posesif Adjie langsung muncul. Begitu juga dengan Andrea yang sering menuduh Adjie selingkuh. Duh, bagaimana bisa lanjut ke pernikahan jika kerjaannya ribut dan memarahi satu sama lain terus x(

Memakai sudut pandang Andrea, buku ini mengalir mengikuti keseharian Andrea dengan kesibukkannya sebagai banker. Ada beberapa istilah dunia perbankan yang disebut-sebut dalam narasi. Sangat disayangkan minim penjelasan apa yang dimaksud dengan istilah asing tersebut. Selain itu banyak sekali merk fashion dan tempat-tempat high class yang menjadi lingkup keseharian Andrea. Sangat banyak sekali merk-merk branded dan bisa dibilang istilah seperti itu hanya membuang-buang waktu. 

Alur ceritanya berlangsung cukup cepat dan tidak rumit. Tapi kisah hubungan Adjie-Andrea ini sangat kental dengan drama picisan yang sangat berlebihan. Lebay. Wanita di mata orang banyak selalu diharapkan untuk punya sifat lemah lembut dan pandai mengendalikan emosi. Karena wanita nantinya wanita akan mengatur jalannya rumah tangga. Tapi tidak untuk Andrea, Tokoh Andrea disini digunakan sebagai ungkapan si penulis kalau wanita juga punya sisi lain yang tidak melulu lembut tutur kata dan dewasa pemikirannya. Dre selain kasar perkataannya juga termasuk rasis pemikirannya. Benar-benar cerminan wanita metropolis.

Sebagai buku pertama karangan Ika yang kubaca aku jadi tahu banyak tentang dunia perbankan. Selain itu konfliknya yang standar, Kkrakterisasinya yang seperti itu, banyak istilah Inggris dan dialog yang juga selang-seling memakai bahasa Inggris, dan tetek bengek soal dunia fashion dan high class sudah membuatku cukup mengenal seperti apa buku Ika nantinya. Mungkin karena hal-hal yang kusebutkan di atas itulah yang juga membuat banyak pembaca terhanyut dan tergila-gila dengan gaya bercerita Ika.
Ketimbang Ika aku lebih nyaman dan terhanyut sama buku-buku ChrisMor :)) Hehe.

Last but not least, prescribed yang ada di cover depan versi cover baru hanya sebagai embel-embel saja. Peringatan yang dituliskan malah seperti kebalikan dari isinya. Well, buku seperti ini lebih baik tunggu giliran pinjam sama teman saja. Underground, Antalogi Rasa, Twivortiare dan Divortiare akan jadi mimpi saja untukku. 

4 komentar:

  1. Pengen banget baca buku ini huah. Tapi dibandingin sama Critical Eleven kayaknya lebih bagusan Critical Eleven ya mbak?

    BalasHapus
  2. Kalau suka sama yg hal" feminin, barang " branded atau life style coba baca aja. Hmm, Critical Eleven much better :))

    BalasHapus
  3. Baca ika natasya juga kann๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang Athaya ini pengkhianat terhadap buku Ika. Katanya nggak akan baca tapi minjam ke orang, tapi syukurlah ini buku hasil minjam haha

      Hapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...