Kamis, 10 Maret 2016

Book Review Dealova by Dyan Nuranindya


Judul : Dealova
Penulis : Dyan Nuranindya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 300 hlm
Terbit : 2004
Rating : 4/5



Sinopsis
Karra, cewek tomboi yang jago main basket ini emang beda. Rambutnya nggak cepak seperti kebanyakan cewek tomboi. Tampangnya manis. Terus, anaknya nyantai banget. Tapi kalo udah marah, waaah... bisa gawat...

Beruntung banget deh jadi cewek seperti Karra. Selain punya kakak cowok yang sayang banget sama dia-namanya Iraz-teman-teman Iraz juga care banget sama Karra! Terutama Ibel, cowok jago main gitar yang seneng warna biru. Bahkan waktu harus kuliah ke luar negeri, Iraz malah menitipkan Karra pada Ibel.

Selama ini Karra menganggap Ibel sebagai kakak, jadi dia cuek aja waktu Ibel menunjukkan perhatian. Karra malah ditaksir Dira, anak baru di sekolah yang juga jago main basket. Tampang Dira yang sok cool tapi sengak bikin Karra sebel banget sama cowok itu. Tapi katanya batas antara cinta dan benci kan tipis banget. Iya nggak?

Karra, si gadis tomboi yang jago basket sekaligus adik dari seorang vokalis band ternama Iraz tidak menyangka harus berurusan dengan Dira-anak baru disekolahnya. Dira digambarkan sebagai cowok jutek dan sinis namun punya keahlian di bidang basket seperti Karra. Ia bergabung di tim basket sekolah dan terpilih menjadi kapten dalam waktu singkat. Setelah bergabung dengan satu tim yang sama dengan Karra, mereka jadi saling bertemu.

Tapi pertemuan mereka tidak pernah berjalan baik. Selalu saja mereka bertengkar karena masalah sepele, biasanya Dira yang selalu memulai pertengkaran itu. Dan waktu seolah terus mendekatkan mereka dalam kondisi yang tidak tepat.

Hingga pada suatu malam, Dira datang ke rumah Karra dan mengajaknya pergi ke bukit bintang. Sebuah tempat yang menjadi tempat favorit Dira untuk merenung dan menyepi dari keramaian kota. Di bawah bintang-bintang, Dira mengakui perasaannya pada Karra dan meminta Karra untuk menjadi kekasihnya. Saat Karra menceritakan perubahan yang terjadi pada Dira kepada Ibel, teman satu band dengan Iraz itu tampak terkejuT. Ia seperti tidak menginginkan Karra bersama dengan Karra. Dibalik diamnya Ibel, ia menyimpan perasaan pada Karra.

Dan cerita semakin seru saat Ibel medapat tanggung jawab dari Iraz selama dia berada di Amerika. Karra yang selalu di buat menangis oleh Dira membuat Ibel semakin tidak menyukai Dirra. Akankah Karra berpaling pada Ibel? Setelah apa yang telah diperbuat Dira kepadanya, masihkah ia terus bertahan?
Dealova, buku ini semakin booming setelah di angkat ke layar kaca. Saya sudah membacanya saat pertengahan tahun 2012 lalu. Tapi mengulang membaca buku ini rasanya tidak pernah bosan-kecuali jika anda sudah semakin beanjak tua dan tidak cocok lagi dengan lini buku ini.
Tema yang diangkat klise,bermula dari benci menjadi cinta. Tapi bukankah benci dan cinta hanya dipisahkan oleh garis yang tipis?

Buku ini cukup menguras air mata saat pertama kali di baca. Yang selalu jadi bagian favorit saya adalah sepucuk surat yang ditinggalkan Ibel. SANGAT, SANGAT ... MENGURAS KOLAM AIR MATA!
Tapi setelah masa-masa sulit berlalu, saya semakin tersentuh dengan usaha Ibel untuk membuat Karra kembali ceria. Entah kenapa harus Bali yang menjadi setting akhir cerita-seperti tidak ada tempat indah lain saja.Maklum saja, saat masa buku ini diluncurkan Bali memang jadi hot tepat wisata masyarakat Indonesia.

Kalau kalian masih merindukan kisah Karra, Ibel dan Darra, bisa menjadikan buku ini untuk di baca ulang. Lumayan bisa bikin termewek-mewek x) hehehey.

Sudah diangkat menjadi film dengan judul yang sama





2 komentar:

  1. Iya ya, pada waktu itu, buku ini booming banget ditambah dengan lagunya Dealova yang dibawakan Once.. Keren banget pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang suidah nggak ditayangidi TV lagi :D Kangen pengin nonton haha

      Hapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...