Tampilkan postingan dengan label Tantangan Baca GRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tantangan Baca GRI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2016

[Review] You are My Moon by Rompaeng



Judul buku: You Are My Moon
Penulis: Rompaeng
Penerjemah: Suchada Ung-Amporn, Wisnu Wardhana
Penyunting: K.P Januwarsi
Design cover: Dedy Andrianto
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-81-9
Cetakan pertama, September 2016
296 halaman



Hingga kini Darika belum menikah. Ia adalah gadis yang cerdas dan sangat berhemat. Keluarganya yang miskin menanamkan nilai kesederhanaan dalam dirinya. Kakeknya percaya Darika akan selalu menerima hal hal baik. Masa kecilnya tidaklah semenyenangkan anak-anak kebanyakan. Keluarga Darika termasuk kalangan miskin. Ia hidup bersama ibu dan Kakeknya penjaga kuil. Ayahnya bercerai dengan ibunya lalu menikah lagi. Ibunya menyebut sang ayah sebagai tukang selingkuh. Pengalaman ibunya itu menghantui Darika untuk tidak berhubungan dengan lelaki manapun.

Darika dan keluarganya tinggal disebuah rumah di tengah pemakaman. rumahnya dibangun dari peti mati yang sudah tidak terpakai. Teman-teman Ejekan teman-temannya sudah jadi makanan sehari-harinya. Tapi toh hal itu tidak menjadi pengahalang hidupnya, ia berhasil mendapatkan beasiswa dan lanjut ke universitas. Yang terpenting baginya adalah semiskin apa pun keluarganya tidak boleh ada satu orang pun yang merendahkan keluarganya.

Suatu ketika Darika dimintai untuk menjaga kamar di sebuah kondominium mewah milik temannya. Ia tidak tahu bahwa seorang anak  petinggi besar Departement store Media Grup tinggal disebelah kamarnya. Setelah pertemuannya dengan pria itu hidup Darika benar-benar berubah.


Pada suatu malam selepas Juntharakan menghadiri perayaan hari jadi departement store Media Grup, ia diracuni oleh seseorang hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri. Untungnya ada Darika yang pada saat itu sedang berjalan menuju kamarnya. Darika menyelamatkan Juntharakan, hal itu membuat Juntharakan mengangkat gadis itu sebagai sekretaris pribadinya sekaligus bodyguard pelindung dari orang jahat yang sedang mengikutinya. Terutama dari wanita penggangu seperti Pitchaya.

Darika adalah gadis yang cerdas, ia tahu menerima pekerjaan dari Juntharakan akan mengubah nasibnya. Tapi yang jadi kekhawatiran Darika untuk menerima tawaran itu adalah ketika ia tidak lagi bekerja untuk Juntharakan. Ia tidak bisa mengendalikan ketertarikannya pada pria itu. Semakin sering ia bertemu Juntharakan, maka akan semakin sulit baginya nanti untuk melupakan Juntharakan pada akhirnya.

Darika mampu menunjukkan hasil pekerjaan yang baik sebagai seorang sekretaris. Selain itu ia sangat menarik karena dibandingkan yang lain Darika paling  menghargai uang dan menghindari pemborosan. Tapi posisi Darika saat ini tidak benar-benar aman. Ada seseorang yang berusaha menyingkirkannya. Orang yang sangat busuk hingga memanggil detektif untuk mencari tahu kelemahan Darika. Di saat seperti itu Darika juga merasakan rasa cintanya pada Juntharakan tidak tertahankan. Apakah perasaannya ini akan berbalas atau tidak? Apakah Juntharakan hanya menganggapnya sebagai karyawan saja dan percaya pada kata orang tentang dirinya yang sebenernya?

***

Akhirnya, aku berhasil melenyapkan rasa penasaran terhadap buku ini. You are My Moon adalah novel terjemahan asal Filipina yang pertama diterjemahkan oleh Haru. Mengambil latar kota Bangkok yang padat, penulis mengangkat kisah dua karakter yang beda kasta miskin dan kaya.

Menarik, kisah si gadis yang hidup dalam keterbatasan berhasil melampaui masa-masa sulit. Dihina, dianggap rendah ditambah dengan gosip-gosip orang sekitar tentang ayahnya yang menikah lagi tanpa peduli dengan mereka. Dibandingkan Darika kehidupan Juntharakan jauh lebih beruntung. Ia hidup dengan keluarga lengkap yang sangat menyayangi dan menghidupinya hingga sukses seperti saat ini. Tapi dibagian kehidupan Juntharakan, penulis membuat semua terasa sempurna dan jauh dari konflik. Sesuatu yang sangat tidak adil bukan?

Kalau kamu berharap akan ada konflik yang 'Wow' dalam novel ini, kamu tidak akan menemukannya. Buku ini punya alur cerita maju dan cukup lambat. Konfliknya pun tidak terlalu berarti. Agak disayangkan padahal aku berharap cerita Darika dan Juntharakan tidak hanya sebatas itu saja.

Novel ini termasuk dalam genre chick-lit yang tidak fokus pada konfliknya tapi pada proses menuju akhir ceritanya. Tentu yang akan

Selasa, 06 September 2016

Resensi Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb karya Maman Suherman


Judul: Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Genre: Non-fiksi, entertainment
Bahasa: Indonesia
Terbit: 14 September 2012
Tebal: 124 halaman
Cover: Paperback
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm

Sinopsis

Dengan empati dan rasa humornya, Maman Suherman, seorang jurnalis infotainment kawakan, menyingkap kisah mencengangkan, menyedihkan, bahkan cerita konyol di balik gegap gempita panggung hiburan Indonesia. Siapa sangka orangtua menghalalkan segala cara demi popularitas anaknya? Anda yakin suara penyanyi yang Anda dengar adalah suaranya sendiri? Bagaimana pula seorang jurnalis menghadapi rayuan manis narasumbernya? Dalam 33 artikel yang ditulisnya dengan gaya santai dan kocak di buku ini, kita akan diajak menatap apa yang selama ini tidak kita lihat dan menyimak apa yang belum pernah kita dengar.
“Di balik gemerlap dunia infotainment tersembunyi aneka kisah menyesakkan calon artis dan keluarganya. Di tengah industri hiburan media yang masif, terjadi persekongkolan agen artis, biro iklan, pejabat, politisi, sang artis, termasuk wartawan. Semuanya dikupas cerdas oleh Maman Suherman.”
Eko Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
“Buku ini bisa dinikmati dalam berbagai perspektif. Bokis bisa menghibur karena penuh dengan anekdot lucu dan persepsi orisinal, tapi juga bisa menambah ilmu, karena tanpa disadari pembaca, Maman Suherman tidak per nah lepas dari intelektualitasnya sebagai sarjana sosial. Dalam karier yang penuh warna, kedua sifat Maman Suherman selalu bersandingan. Entertaining, analytical.”
Wimar Witoelar
“Menghadapi seorang ibu yang menjual anaknya agar menjadi selebriti mungkin hal biasa bagi sebagian orang dalam dunia hiburan. Namun, bagaimana Maman mengendalikan diri untuk tidak mudah menjual profesionalismenya belum tentu dapat dilakukan jurnalis media hiburan lainnya. Begitu juga ketika Maman memutuskan untuk tidak menggunakan video aborsi artis muda sebagai bahan berita. Keputusan yang menurut saya sangat meng harukan.”
Ezki Suyanto, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia
“… terbius dan tercengang….”
Donna Agnesia, Artis
“Beranikah kita menatap cermin ini?”
Sakdiyah Ma’ruf, Feminis

Resensi

Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb adalah buku karya kang Maman yang berhasil diselesaikan dalam 24 jam. Padahal sebelumnya saya sudah memantapkan diri membaca Re tapi akhirnya buku ini yang lebih dulu masuk garis finish. 

Kisah Gelap Dunia Seleb berisi kumpulan kisah kang Maman selama menjalani profesi jurnalis. Tidak hanya menceritakan tentang dirinya, tapi teman-teman  satu rekannya juga ikut diceribagtakan. Mereka yang menyebut dirinya kuli tinta dan kerap kali melalui berbagai rintangan selama menjadi jurnalis. Di buku inilah manis pahit kisah mereka dilukiskan dengan tinta oleh kang Maman jadi buku Kisah Gelap Dunia Seleb. 

Bukunya terbilang tipis tidak lebih dari 124 halaman, Berisi kumpulan bab yang menceritakan tiap pengalaman dan suka duka profesi jurnalis. Ada kisah kang Maman yang harus meilput berbagai narasumber, mulai dari publik figur berbagai kalangan, bintang film panas, pejabat hingga penelusurannya pada dunia hiburan yang gelap diceritakan di buku ini. Pengalaman kang Maman pergi haji entah dengan sebutannya yang aneh bin ajaib juga ikut diselipkan. 

Profesi jurnalis adalah pekerjaan yang mulia. Sangat membanggakan dan hal itu bisa kurasakan saat membaca buku ini. Kemuliaan hatinya untuk memegang jabatan yang bermulai dari jurnalis kampus hingga sampai tingkat yang cukup dipandang sebagai direktur pelaksana sangat pantas dihargai. Perjuangannya ditulisnya sedikit demi sedikit dibuku ini. Dan makin kuteruskan membacaku makin kuat niatku untuk bisa menjadi seorang jurnalis.

Aku suka sekali dengan gaya menulis kang Mamaak terten yang singkat, padat, luwes dan kadang konyol. Aku dibuat terheran-heran dengan isi pikiran jurnalis berkepala plontos ini. Kadang bisa jadi penuh tawa, menggores hati, menyentuh kalbu dan juga konyol terutama yang menyangkut sensualitas wanita dan pria. Gaya berceritanya tidak tertebak dan tidak mengada-ada. Dalam pikiranku, polos sekali kang Maman ini. hahaha. Mungkin hal itulah yang membuatnya dicintai dan terus bertahan dengan profesinya sebagai kuli tinta.

Membaca Kisah Gelap Dunia Seleb selain mengharukan, miris tapi juga membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Aku tidak tahu sepolos apa kang Maman di masa mudanya, tapi tiap kali ia menuliskan hal-hal yang melibatkannya dengan selebriti sexy sebutlah begitu aku tidak bisa menahan tawa. Buku ini membuka mataku tentang kehidupan dunia seleb yang ternyata memang gelap. Ada harga yang mahal yang harus dibayar para publik figur untuk bisa masuk ke dunia gelap ini. 

Jangan lupakan dengan ilustrasi kecil-kecilan yang diselipkan di tiap cerita di buku ini. Walaupun ala kadarnya tapi tetap tidak mengurangi esensi cerita didalamnya. 

Yang mengaku ingin jadi jurnalis, silakan baca buku ini :)

Kamis, 30 Juni 2016

[Review] Landline by Rainbow Rowell




Judul : Landline
Penulis : Rainbow Rowell
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penyunting : M. R. Prajna Pramudita
Proofreader : Titish A.K.
Designer cover : Chyntia Yanetha
Penerbit : Spring
Terbit : April 2016
Tebal : 372 hlm
Rating : 3.5/5

Mana yang akan kau pilih, jika dalam keadaan terdesak kau harus mengorbankan satu hal yang sangat kau cintai dalam hidup, mimpimu atau keluarga yang mendukungmu?

Georgie McCool sudah merintis karir kepenulisan cerita komedi sejak duduk di bangku kuliah. Di University of Los Angeles ia bergabung dengan majalah The Spoon.  Disana ia bertemu dengan Seth, penulis komedi tampan namun dikenal kocak dan senang bergonta-ganti wanita. Georgie hanya gadis biasa tapi Seth bisa melihat bakat yang dimiliki gadis itu. Karena hal itu juga yang membuat Seth tertarik dengan Georgie dan menjadikannya partner.
“Haruskah aku pura-pura bahwa semuanya baik-baik saja? Seperti yang kau lakukan? – Seth, hlm 320
Georgie selalu memperhatikan Seth, pria itu selalu terlihat bahagia, dikelilingi wanita-wanita cantik, selera humornya dan ia tampan. Tapi lama-kelamaan Georgie tahu Seth tidak memperhatikannya lebih dari seorang partner. Lantas Georgie mengahapus perasaan itu cepat-cepat dan menyadari ia menyukai seseorang yang lain.  Perasaannya justru berbalik kepada seorang pria yang menggarap komik strip kesukaannya, Neal.

Neal Grafton adalah salah satu mahasiswa dari jurusan oseanografi. Neal hanya mahasiswa biasa, dikenal pendiam dan  tidak ada yang tahu bahwa ia yang selama ini mengisi komik strip di majalah The Spoon. Georgie mengaguminya tanpa alasan yang berlebih. Ia terpesona dengan komik buatan Neal dan kini ia jatuh cinta padanya.
“Sungguh. Kau boleh memilikiku. Karena aku pintar dalam menginginkan berbagai hal dan pintar dalam mendapatkan apa yang kuinginkan. Aku tidak bisa memikirkan apa lagi yang paling kuinginkan selain kau.” – Georgie, hlm 185
Tahun-tahun berlalu, Georgie berhasil mendapatkan hampir semua yang ia mau. Ia menikah dengan Neal lalu dikaruniai  dua anak perempuan yang lucu yang dinamai Allice dan Noomi. Ia masih bersahabat dengan Seth dan menjadi rekan menulis untuk sebuah acara tv. Ditambah acara Jeff’d Up berhasil mendapat hasil yang memuaskan. Tapi semua itu belum memuaskan hati Georgie. Ia masih ingin membuat acara tv yang dibangunnya sendiri bersama Seth. Itu sudah jadi impian mereka berdua sejak kuliah. Dan saat kesempatan itu datang Georgie dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Maher Jafari tertarik untuk memakai acara komedi yang ditulis Georgie dan Seth. Hal itu menjadi kabar bahagia karena jalan menuju mimpi yang mereka akan terbuka. Tapi ada harga mahal yang harus ditebus untuk kebahagian itu. Georgie harus membatalkan kepergiannya ke Omaha-tempat yang semula sudah direncanakan untuk jadi tempat libur natal Georgie dan keluarga. Neal tidak senang dengan kabar itu, karena itu berarti Georgie tidak akan bersama mereka menghabiskan waktu bersama di Omaha. Dan Georgie akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama Seth yang berarti bukan pertanda baik.
Keputusan Georgie sudah bulat dan Neal tahu ia tidak bisa berbuat lebih untuk mengubah keputusan Georgie. 

“Kau bertanya kepadaku apa aku ingin mencoba mengubah sesuatu kalau aku bisa kembali ke masa lalu. Dan aku bilang kepadamu kalau aku mau-dan pasti melakukannya-tapi aku tidak memberitahumu.  Mungkin seharusnya keadaan tidak seperti ini” – Seth, 321

“Aku selalu memikirkan tentang pesta Halloween itu. Ketika Neal nertingkah sangat berengsek kepadamu? Dan kau memintaku untuk membawamu pulang, dan aku melakukannya. Dan aku-aku meninggalkanmu sendirian. Mungkin seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Mungkin seharusnya aku tetap bersamamu.”

 “Mungkin seharusnya hubungan kita tidak seperti ini, Georgie.”
Buku ini punya tema yang sederhana mengenai kehidupan rumah tangga. Yang mana Georgie sebagai tokoh utama mendapatkan pilihan yang sulit untuk menentukan masa depan karirnya. Georgie sudah menulis drama komedi sejak kuliah. Ia dikenal selalu berdua dengan Seth dan hingga masuk ke dunia kerja mereka masih tetap bersama. Mereka punya mimpi yang sama untuk membawa karirnya semakin tinggi di sebuah jaringan tv ternama. Dan saat mereka mendapat kesempatan itu tidak ada satu dari mereka yang ingin melepaskannya.

Seth yang paling bersemangat saat mendengar kabar episode pertama acara mereka menarik hati Maher Jafari. Ia tidak ragu untuk bertemu dengan keluarga Georgie terutama anak-anaknya untuk meyakinkan Georgie agar tidak pergi ke Omaha saat libur natal. Tapi tiket sudah di pesan dan atas pertimbangan yang berat Georgie tidak bisa ikut ke Omaha.

Sejauh ini konflik hanya sebatas itu saja. Georgie yang mendapati Neal tidak menghubunginya lagi setelah pergi ke Omaha membuatnya cemas. Pikiran-pikiran aneh tentang Georgie yang telah membuat Neal  kecewa tidak bisa dilenyapkan. Neal sudah berubah dan Georgie mulai dihantui pikiran buruk tentang ancaman yang  akan meretakkan rumah tangganya.

 Dikisahkan selepas Neal pergi, Georgie tinggal bersama ibu dan keluarganya di rumah lama. Tidak ada yang berubah dari rumah itu setelah Georgie meninggalkannya. Dan tepat dibawah tempat tidurnya, ia menemukan telpon rumah kuno berwarna kuning yang dulu digunakannya semasa pacaran.
Telpon itu semacam mesin waktu yang mampu membawa Georgie ke masa empat belas tahun yang lalu. Saat Georgie mencoba menelpon rumah keluarga Grafton di Omaha, telpon itu menyambungkan dirinya dengan Neal  yang dulu dikenalnya semasa pacaran. Neal yang masih memiliki ayah dan Neal yang dikenal nekad melintasi negara bagian hanya untuk melamar Georgie. 

Secara keseluruhan cerita di buku ini memakai alur maju dan mundur. Dengan memakai POV orang ketiga penulis menarasikan awal kisah pertemuan  Georgie dan Neal hingga konflik yang mereka alami semasa pacaran. Butuh kesabaran yang cukup saat penulis mulai mendominankan narasi ketimbang dialog. Alur yang lambat juga menjadi alasan buku ini harus dinikmati pelan-pelan. Gaya bercerita si penulis sebenarnya menarik tapi karena porsi narasinya cukup banyak, pembaca harus ekstra sabar menyelami kisah masa lalu dua tokoh utamanya.

Saya acungi jempol untuk penerjemah yang berhasil mengeksekusi buku ini jadi menarik dan nyaman dibaca. Saya akui gaya bercerita Rainbow Rowell di buku ini sedikit sulit dipahami. Ia sering memasukkan metafora dan mengaitkan bermacam hal dalam narasi ceritanya. Tapi buku ini berhasil membuat saya menikmati ceritanya diluar kekurangan yang sudah disebutkan di atas. Kalau boleh saran, buku terbitan Spring berikutnya bisa ditingkatkan kualitas lembar kertasnya. Karena saat membaca, saya sedikit tidak nyaman dengan tulisan berbayang di setiap balik halamannya. Semoga hal ini bisa di atasi.

Untuk kesan pertama membaca buku Rainbow Rowell, saya berikan 3.5 golden Quiditch untuk Neal yang sangat cute dan bikin hati berbunga-bunga.


Sabtu, 16 April 2016

Book Review Javier by Jessica Huwae (Completly)




Judul : Javier

Penulis : Jessica Huwae

Penyunting : Noni Rosliyani

Perancang sampul : @labusiam

Pemeriksa aksara : Septi Wa

Penata aksara : Martin Buczer

Penerbit : Bentang Pustaka

Terbit : November 2014

Tebal : 264 hlm

Rating : 3.5/5

Tagline :
Cinta yang tak lagi sederhana



Setelah mengalami writer’s blog hampir satu setengah tahun, Javier dihadapkan pada posisi yang tidak menyenangkan selama karir menulisnya. Editornya, Rosi memberikan kesempatan terakhir kepada Javier untuk menyelesaikan tulisannya yang tidak kunjung selesai. Jika dalam waktu 30 hari tidak ada karya satu pun yang dihasilkan oleh Javier, penerbitan akan meninjau ulang kontrak menulisnya. Lebih buruk lagi uang muka dari hasil penjualan buku Javier sebelumnya terpaksa harus dikembalikan. 

Dalam posisi terjepit seperti itu tak ada yang lebih ia rasakan selain rasa sesak dan gagal. Berbeda dengan penulis-penulis muda yang bersemangat menelurkan karya perdana mereka, Javier malah terjebak dalam kebuntuan ide. Ia tidak semudah itu menuliskan kisah hidup yang remeh-temeh menjadi sebuah buku. Produktivitasnya bahkan tidak bisa menyamai  kecepatan menulis sahabatnya Saosan. Menurut Javier, karya tulisan yang bagus haruslah dihasilkan dari buah ketenangan dan inspirasi yang banyak. 

Dengan tuntutan deadline 30 hari yang dibebankan, Javier mengambil keputusan untuk menyepi di kawasan Pucak, Bogor. Disana ia bertemu dengan orang-orang baru yang menambah pemahamannya pada cerita yang akan ditulisnya. Salah satunya Pak Tohir si pemilik vila tempat Javier menginap. Rumah yang dijaga oleh Pak Tohir dulunya adalah sebuah tempat peristirahatan sebuah keluarga Jendral. Rumah itu telah lama ditinggalkan oleh Usman Abiddin-pemilik aslinya. Rumah itu juga menjadi saksi tentang kekuatan cinta dan menyimpan rahasia dari masa lalu Tanaya-cucu dari Usman Abiddin.

Cerita dibuka dengan pertemuan singkat Javier dengan Rosi. Mereka tengah membahas kelanjutan karir kepenulisannya setelah beberapa  tahun Javier tidak menghasilkan karya satupun. Perpisahannya dengan Duma setelah lima tahun menikah meruntuhkan semangat menulis. Ia sadar hanya Duma yang mampu membangkitkan kembali gairahnya saat menulis. Tapi percuma saja ia menyesali diri karna sampai kapan pun Duma tidak pernah kembali.

Sampai suatu ketika Javier menginap di sebuah vila di kawasan Puncak. Rumah yang begitu nyaman namun menyimpan luka. Sebuah jurnal tersimpan di salah satu rak buku yang isinya sudah menguning. Pak Tohir tidak pernah menjelaskan secara detail tentang koleksi buku didalamnya. Tapi Javier punya keingintahuan sendiri, hingga akhirnya ia berhasil menemukan sebuah kisah masa lalu pemilik keluarga itu dan menemukan titik terang arah cerita yang akan ditulisnya.

Setting berganti mundur puluhan tahun silam dengan menjadikan sepasang muda-mudi sebagai karakter utama. Padma, seorang gadis lulusan botani yang amat mencintai dunia tumbuh-tumbuhan. Ia adalah anak jendral yang baru saja selesai menuntaskan studi di Eropa. Terlahir dari sebuah keluarga militer dan dipimpin oleh kepala keluarga yang tegas, membuat dirinya sulit untuk menentukan nasibnya terutama tentang urusan percintaan. 

Suatu ketika ia bertemu dengan salah seorang prajurit bernama Bernadus Tirto. Pria yang pendiam dan tidak tahu asal usul keluarganya. Tidak lama benih-benih cinta mengisi kekosongan hati mereka. Tapi tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka termasuk ayah Padma. Sebuah hasrat menguasai keduanya kian tidak terbendung. Padma akhirnya hamil dan hal ini membuat keluarganya muntab. Bernadus Tirto yang mengaku bertanggung jawab atas bayi yang dikandung Padma justru dipindah tugaskan ke Aceh. Sementara Padma dijodohkan dengan pebisnis kayu bernama Robi untuk menutupi aib keluarga.

Baik Bernadus maupun Padma tidak pernah berhenti berjuang untuk kembali bertemu. Kesetiaan, janji dan kepercayaan selalu memenuhi hati masing-masing. Akankah waktu mampu mempertemukan mereka kembali?

Sabtu, 12 Maret 2016

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...