Book Nerd Traveler
Tampilkan postingan dengan label Tantangan Baca GRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tantangan Baca GRI. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Desember 2016
[Review] The Last 2% by Kim Rang
Judul: The Last 2% (edisi 2016)
Penulis: Kim Rang
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 400 halaman
Genre: romance, drama
Terbit: Juli 2016
Rating: 4.5 /5
Kamis, 29 Desember 2016
[Review] You are My Moon by Rompaeng
Judul buku: You Are My Moon
Penulis: Rompaeng
Penerjemah: Suchada Ung-Amporn, Wisnu Wardhana
Penyunting: K.P Januwarsi
Design cover: Dedy Andrianto
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-81-9
Cetakan pertama, September 2016
296 halaman
Hingga kini Darika belum menikah. Ia adalah gadis yang cerdas dan sangat berhemat. Keluarganya yang miskin menanamkan nilai kesederhanaan dalam dirinya. Kakeknya percaya Darika akan selalu menerima hal hal baik. Masa kecilnya tidaklah semenyenangkan anak-anak kebanyakan. Keluarga Darika termasuk kalangan miskin. Ia hidup bersama ibu dan Kakeknya penjaga kuil. Ayahnya bercerai dengan ibunya lalu menikah lagi. Ibunya menyebut sang ayah sebagai tukang selingkuh. Pengalaman ibunya itu menghantui Darika untuk tidak berhubungan dengan lelaki manapun.
Darika dan keluarganya tinggal disebuah rumah di tengah pemakaman. rumahnya dibangun dari peti mati yang sudah tidak terpakai. Teman-teman Ejekan teman-temannya sudah jadi makanan sehari-harinya. Tapi toh hal itu tidak menjadi pengahalang hidupnya, ia berhasil mendapatkan beasiswa dan lanjut ke universitas. Yang terpenting baginya adalah semiskin apa pun keluarganya tidak boleh ada satu orang pun yang merendahkan keluarganya.
Suatu ketika Darika dimintai untuk menjaga kamar di sebuah kondominium mewah milik temannya. Ia tidak tahu bahwa seorang anak petinggi besar Departement store Media Grup tinggal disebelah kamarnya. Setelah pertemuannya dengan pria itu hidup Darika benar-benar berubah.
Pada suatu malam selepas Juntharakan menghadiri perayaan hari jadi departement store Media Grup, ia diracuni oleh seseorang hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri. Untungnya ada Darika yang pada saat itu sedang berjalan menuju kamarnya. Darika menyelamatkan Juntharakan, hal itu membuat Juntharakan mengangkat gadis itu sebagai sekretaris pribadinya sekaligus bodyguard pelindung dari orang jahat yang sedang mengikutinya. Terutama dari wanita penggangu seperti Pitchaya.
Darika adalah gadis yang cerdas, ia tahu menerima pekerjaan dari Juntharakan akan mengubah nasibnya. Tapi yang jadi kekhawatiran Darika untuk menerima tawaran itu adalah ketika ia tidak lagi bekerja untuk Juntharakan. Ia tidak bisa mengendalikan ketertarikannya pada pria itu. Semakin sering ia bertemu Juntharakan, maka akan semakin sulit baginya nanti untuk melupakan Juntharakan pada akhirnya.
Darika mampu menunjukkan hasil pekerjaan yang baik sebagai seorang sekretaris. Selain itu ia sangat menarik karena dibandingkan yang lain Darika paling menghargai uang dan menghindari pemborosan. Tapi posisi Darika saat ini tidak benar-benar aman. Ada seseorang yang berusaha menyingkirkannya. Orang yang sangat busuk hingga memanggil detektif untuk mencari tahu kelemahan Darika. Di saat seperti itu Darika juga merasakan rasa cintanya pada Juntharakan tidak tertahankan. Apakah perasaannya ini akan berbalas atau tidak? Apakah Juntharakan hanya menganggapnya sebagai karyawan saja dan percaya pada kata orang tentang dirinya yang sebenernya?
***
Akhirnya, aku berhasil melenyapkan rasa penasaran terhadap buku ini. You are My Moon adalah novel terjemahan asal Filipina yang pertama diterjemahkan oleh Haru. Mengambil latar kota Bangkok yang padat, penulis mengangkat kisah dua karakter yang beda kasta miskin dan kaya.
Menarik, kisah si gadis yang hidup dalam keterbatasan berhasil melampaui masa-masa sulit. Dihina, dianggap rendah ditambah dengan gosip-gosip orang sekitar tentang ayahnya yang menikah lagi tanpa peduli dengan mereka. Dibandingkan Darika kehidupan Juntharakan jauh lebih beruntung. Ia hidup dengan keluarga lengkap yang sangat menyayangi dan menghidupinya hingga sukses seperti saat ini. Tapi dibagian kehidupan Juntharakan, penulis membuat semua terasa sempurna dan jauh dari konflik. Sesuatu yang sangat tidak adil bukan?
Kalau kamu berharap akan ada konflik yang 'Wow' dalam novel ini, kamu tidak akan menemukannya. Buku ini punya alur cerita maju dan cukup lambat. Konfliknya pun tidak terlalu berarti. Agak disayangkan padahal aku berharap cerita Darika dan Juntharakan tidak hanya sebatas itu saja.
Novel ini termasuk dalam genre chick-lit yang tidak fokus pada konfliknya tapi pada proses menuju akhir ceritanya. Tentu yang akan
Selasa, 06 September 2016
Resensi Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb karya Maman Suherman
Judul: Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Genre: Non-fiksi, entertainment
Bahasa: Indonesia
Terbit: 14 September 2012
Tebal: 124 halaman
Cover: Paperback
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm
Sinopsis
Dengan empati dan rasa humornya, Maman Suherman, seorang jurnalis infotainment kawakan, menyingkap kisah mencengangkan, menyedihkan, bahkan cerita konyol di balik gegap gempita panggung hiburan Indonesia. Siapa sangka orangtua menghalalkan segala cara demi popularitas anaknya? Anda yakin suara penyanyi yang Anda dengar adalah suaranya sendiri? Bagaimana pula seorang jurnalis menghadapi rayuan manis narasumbernya? Dalam 33 artikel yang ditulisnya dengan gaya santai dan kocak di buku ini, kita akan diajak menatap apa yang selama ini tidak kita lihat dan menyimak apa yang belum pernah kita dengar.
“Di balik gemerlap dunia infotainment tersembunyi aneka kisah menyesakkan calon artis dan keluarganya. Di tengah industri hiburan media yang masif, terjadi persekongkolan agen artis, biro iklan, pejabat, politisi, sang artis, termasuk wartawan. Semuanya dikupas cerdas oleh Maman Suherman.”
Eko Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
“Buku ini bisa dinikmati dalam berbagai perspektif. Bokis bisa menghibur karena penuh dengan anekdot lucu dan persepsi orisinal, tapi juga bisa menambah ilmu, karena tanpa disadari pembaca, Maman Suherman tidak per nah lepas dari intelektualitasnya sebagai sarjana sosial. Dalam karier yang penuh warna, kedua sifat Maman Suherman selalu bersandingan. Entertaining, analytical.”
Wimar Witoelar
“Menghadapi seorang ibu yang menjual anaknya agar menjadi selebriti mungkin hal biasa bagi sebagian orang dalam dunia hiburan. Namun, bagaimana Maman mengendalikan diri untuk tidak mudah menjual profesionalismenya belum tentu dapat dilakukan jurnalis media hiburan lainnya. Begitu juga ketika Maman memutuskan untuk tidak menggunakan video aborsi artis muda sebagai bahan berita. Keputusan yang menurut saya sangat meng harukan.”
Ezki Suyanto, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia
“… terbius dan tercengang….”
Donna Agnesia, Artis
“Beranikah kita menatap cermin ini?”
Sakdiyah Ma’ruf, Feminis
Resensi
Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb adalah buku karya kang Maman yang berhasil diselesaikan dalam 24 jam. Padahal sebelumnya saya sudah memantapkan diri membaca Re tapi akhirnya buku ini yang lebih dulu masuk garis finish.
Kisah Gelap Dunia Seleb berisi kumpulan kisah kang Maman selama menjalani profesi jurnalis. Tidak hanya menceritakan tentang dirinya, tapi teman-teman satu rekannya juga ikut diceribagtakan. Mereka yang menyebut dirinya kuli tinta dan kerap kali melalui berbagai rintangan selama menjadi jurnalis. Di buku inilah manis pahit kisah mereka dilukiskan dengan tinta oleh kang Maman jadi buku Kisah Gelap Dunia Seleb.
Bukunya terbilang tipis tidak lebih dari 124 halaman, Berisi kumpulan bab yang menceritakan tiap pengalaman dan suka duka profesi jurnalis. Ada kisah kang Maman yang harus meilput berbagai narasumber, mulai dari publik figur berbagai kalangan, bintang film panas, pejabat hingga penelusurannya pada dunia hiburan yang gelap diceritakan di buku ini. Pengalaman kang Maman pergi haji entah dengan sebutannya yang aneh bin ajaib juga ikut diselipkan.
Profesi jurnalis adalah pekerjaan yang mulia. Sangat membanggakan dan hal itu bisa kurasakan saat membaca buku ini. Kemuliaan hatinya untuk memegang jabatan yang bermulai dari jurnalis kampus hingga sampai tingkat yang cukup dipandang sebagai direktur pelaksana sangat pantas dihargai. Perjuangannya ditulisnya sedikit demi sedikit dibuku ini. Dan makin kuteruskan membacaku makin kuat niatku untuk bisa menjadi seorang jurnalis.
Aku suka sekali dengan gaya menulis kang Mamaak terten yang singkat, padat, luwes dan kadang konyol. Aku dibuat terheran-heran dengan isi pikiran jurnalis berkepala plontos ini. Kadang bisa jadi penuh tawa, menggores hati, menyentuh kalbu dan juga konyol terutama yang menyangkut sensualitas wanita dan pria. Gaya berceritanya tidak tertebak dan tidak mengada-ada. Dalam pikiranku, polos sekali kang Maman ini. hahaha. Mungkin hal itulah yang membuatnya dicintai dan terus bertahan dengan profesinya sebagai kuli tinta.
Membaca Kisah Gelap Dunia Seleb selain mengharukan, miris tapi juga membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Aku tidak tahu sepolos apa kang Maman di masa mudanya, tapi tiap kali ia menuliskan hal-hal yang melibatkannya dengan selebriti sexy sebutlah begitu aku tidak bisa menahan tawa. Buku ini membuka mataku tentang kehidupan dunia seleb yang ternyata memang gelap. Ada harga yang mahal yang harus dibayar para publik figur untuk bisa masuk ke dunia gelap ini.
Jangan lupakan dengan ilustrasi kecil-kecilan yang diselipkan di tiap cerita di buku ini. Walaupun ala kadarnya tapi tetap tidak mengurangi esensi cerita didalamnya.
Kamis, 30 Juni 2016
[Review] Landline by Rainbow Rowell
Judul : Landline
Penulis : Rainbow
Rowell
Penerjemah :
Airien Kusumawardani
Penyunting : M.
R. Prajna Pramudita
Proofreader :
Titish A.K.
Designer cover :
Chyntia Yanetha
Penerbit : Spring
Terbit : April
2016
Tebal : 372 hlm
Rating : 3.5/5
Mana yang akan
kau pilih, jika dalam keadaan terdesak kau harus mengorbankan satu hal yang
sangat kau cintai dalam hidup, mimpimu atau keluarga yang mendukungmu?
Georgie McCool
sudah merintis karir kepenulisan cerita komedi sejak duduk di bangku kuliah. Di
University of Los Angeles ia bergabung dengan majalah The Spoon. Disana ia bertemu dengan Seth, penulis komedi
tampan namun dikenal kocak dan senang bergonta-ganti wanita. Georgie hanya
gadis biasa tapi Seth bisa melihat bakat yang dimiliki gadis itu. Karena hal itu
juga yang membuat Seth tertarik dengan Georgie dan menjadikannya partner.
“Haruskah aku pura-pura bahwa semuanya baik-baik saja? Seperti yang kau lakukan? – Seth, hlm 320
Georgie selalu
memperhatikan Seth, pria itu selalu terlihat bahagia, dikelilingi wanita-wanita
cantik, selera humornya dan ia tampan. Tapi lama-kelamaan Georgie tahu Seth
tidak memperhatikannya lebih dari seorang partner. Lantas Georgie mengahapus
perasaan itu cepat-cepat dan menyadari ia menyukai seseorang yang lain. Perasaannya justru berbalik kepada seorang
pria yang menggarap komik strip kesukaannya, Neal.
Neal Grafton adalah
salah satu mahasiswa dari jurusan oseanografi. Neal hanya mahasiswa biasa,
dikenal pendiam dan tidak ada yang tahu
bahwa ia yang selama ini mengisi komik strip di majalah The Spoon. Georgie
mengaguminya tanpa alasan yang berlebih. Ia terpesona dengan komik buatan Neal
dan kini ia jatuh cinta padanya.
“Sungguh. Kau boleh memilikiku. Karena aku pintar dalam menginginkan berbagai hal dan pintar dalam mendapatkan apa yang kuinginkan. Aku tidak bisa memikirkan apa lagi yang paling kuinginkan selain kau.” – Georgie, hlm 185
Tahun-tahun
berlalu, Georgie berhasil mendapatkan hampir semua yang ia mau. Ia menikah
dengan Neal lalu dikaruniai dua anak
perempuan yang lucu yang dinamai Allice dan Noomi. Ia masih bersahabat dengan
Seth dan menjadi rekan menulis untuk sebuah acara tv. Ditambah acara Jeff’d Up
berhasil mendapat hasil yang memuaskan. Tapi semua itu belum memuaskan hati
Georgie. Ia masih ingin membuat acara tv yang dibangunnya
sendiri bersama Seth. Itu sudah jadi impian mereka berdua sejak kuliah. Dan
saat kesempatan itu datang Georgie dihadapkan pada pilihan yang sulit.
Maher Jafari
tertarik untuk memakai acara komedi yang ditulis Georgie dan Seth. Hal itu
menjadi kabar bahagia karena jalan menuju mimpi yang mereka akan terbuka. Tapi
ada harga mahal yang harus ditebus untuk kebahagian itu. Georgie harus
membatalkan kepergiannya ke Omaha-tempat yang semula sudah direncanakan untuk
jadi tempat libur natal Georgie dan keluarga. Neal tidak senang dengan kabar
itu, karena itu berarti Georgie tidak akan bersama mereka menghabiskan waktu
bersama di Omaha. Dan Georgie akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama Seth
yang berarti bukan pertanda baik.
Keputusan Georgie
sudah bulat dan Neal tahu ia tidak bisa berbuat lebih untuk mengubah keputusan
Georgie.
“Kau bertanya kepadaku apa aku ingin mencoba mengubah sesuatu kalau aku bisa kembali ke masa lalu. Dan aku bilang kepadamu kalau aku mau-dan pasti melakukannya-tapi aku tidak memberitahumu. Mungkin seharusnya keadaan tidak seperti ini” – Seth, 321
“Aku selalu memikirkan tentang pesta Halloween itu. Ketika Neal nertingkah sangat berengsek kepadamu? Dan kau memintaku untuk membawamu pulang, dan aku melakukannya. Dan aku-aku meninggalkanmu sendirian. Mungkin seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Mungkin seharusnya aku tetap bersamamu.”“Mungkin seharusnya hubungan kita tidak seperti ini, Georgie.”
Buku ini punya
tema yang sederhana mengenai kehidupan rumah tangga. Yang mana Georgie sebagai
tokoh utama mendapatkan pilihan yang sulit untuk menentukan masa depan
karirnya. Georgie sudah menulis drama komedi sejak kuliah. Ia dikenal selalu
berdua dengan Seth dan hingga masuk ke dunia kerja mereka masih tetap bersama.
Mereka punya mimpi yang sama untuk membawa karirnya semakin tinggi di sebuah
jaringan tv ternama. Dan saat mereka mendapat kesempatan itu tidak ada satu
dari mereka yang ingin melepaskannya.
Seth yang paling
bersemangat saat mendengar kabar episode pertama acara mereka menarik hati
Maher Jafari. Ia tidak ragu untuk bertemu dengan keluarga Georgie terutama
anak-anaknya untuk meyakinkan Georgie agar tidak pergi ke Omaha saat libur
natal. Tapi tiket sudah di pesan dan atas pertimbangan yang berat Georgie tidak
bisa ikut ke Omaha.
Sejauh ini
konflik hanya sebatas itu saja. Georgie yang mendapati Neal tidak
menghubunginya lagi setelah pergi ke Omaha membuatnya cemas. Pikiran-pikiran
aneh tentang Georgie yang telah membuat Neal
kecewa tidak bisa dilenyapkan. Neal sudah berubah dan Georgie mulai
dihantui pikiran buruk tentang ancaman yang
akan meretakkan rumah tangganya.
Dikisahkan selepas Neal pergi, Georgie tinggal
bersama ibu dan keluarganya di rumah lama. Tidak ada yang berubah dari rumah
itu setelah Georgie meninggalkannya. Dan tepat dibawah tempat tidurnya, ia
menemukan telpon rumah kuno berwarna kuning yang dulu digunakannya semasa
pacaran.
Telpon itu
semacam mesin waktu yang mampu membawa Georgie ke masa empat belas tahun yang
lalu. Saat Georgie mencoba menelpon rumah keluarga Grafton di Omaha, telpon itu
menyambungkan dirinya dengan Neal yang
dulu dikenalnya semasa pacaran. Neal yang masih memiliki ayah dan Neal yang
dikenal nekad melintasi negara bagian hanya untuk melamar Georgie.
Secara
keseluruhan cerita di buku ini memakai alur maju dan mundur. Dengan memakai POV
orang ketiga penulis menarasikan awal kisah pertemuan Georgie dan Neal hingga konflik yang mereka
alami semasa pacaran. Butuh kesabaran yang cukup saat penulis mulai
mendominankan narasi ketimbang dialog. Alur yang lambat juga menjadi alasan
buku ini harus dinikmati pelan-pelan. Gaya bercerita si penulis sebenarnya
menarik tapi karena porsi narasinya cukup banyak, pembaca harus ekstra sabar
menyelami kisah masa lalu dua tokoh utamanya.
Saya acungi
jempol untuk penerjemah yang berhasil mengeksekusi buku ini jadi menarik dan
nyaman dibaca. Saya akui gaya bercerita Rainbow Rowell di buku ini sedikit
sulit dipahami. Ia sering memasukkan metafora dan mengaitkan bermacam hal dalam
narasi ceritanya. Tapi buku ini berhasil membuat saya menikmati ceritanya
diluar kekurangan yang sudah disebutkan di atas. Kalau boleh saran, buku
terbitan Spring berikutnya bisa ditingkatkan kualitas lembar kertasnya. Karena
saat membaca, saya sedikit tidak nyaman dengan tulisan berbayang di setiap
balik halamannya. Semoga hal ini bisa di atasi.
Untuk kesan
pertama membaca buku Rainbow Rowell, saya berikan 3.5 golden Quiditch untuk
Neal yang sangat cute dan bikin hati berbunga-bunga.
Sabtu, 16 April 2016
Book Review Javier by Jessica Huwae (Completly)
Judul : Javier
Penulis : Jessica
Huwae
Penyunting : Noni
Rosliyani
Perancang sampul
: @labusiam
Pemeriksa aksara
: Septi Wa
Penata aksara :
Martin Buczer
Penerbit :
Bentang Pustaka
Terbit : November
2014
Tebal : 264 hlm
Rating : 3.5/5
Tagline :
Cinta yang tak lagi sederhana
Setelah mengalami
writer’s blog hampir satu setengah
tahun, Javier dihadapkan pada posisi yang tidak menyenangkan selama karir
menulisnya. Editornya, Rosi memberikan kesempatan terakhir kepada Javier untuk
menyelesaikan tulisannya yang tidak kunjung selesai. Jika dalam waktu 30 hari
tidak ada karya satu pun yang dihasilkan oleh Javier, penerbitan akan meninjau
ulang kontrak menulisnya. Lebih buruk lagi uang muka dari hasil penjualan buku
Javier sebelumnya terpaksa harus dikembalikan.
Dalam posisi
terjepit seperti itu tak ada yang lebih ia rasakan selain rasa sesak dan gagal.
Berbeda dengan penulis-penulis muda yang bersemangat menelurkan karya perdana
mereka, Javier malah terjebak dalam kebuntuan ide. Ia tidak semudah itu
menuliskan kisah hidup yang remeh-temeh menjadi sebuah buku. Produktivitasnya
bahkan tidak bisa menyamai kecepatan
menulis sahabatnya Saosan. Menurut Javier, karya tulisan yang bagus haruslah
dihasilkan dari buah ketenangan dan inspirasi yang banyak.
Dengan tuntutan
deadline 30 hari yang dibebankan, Javier mengambil keputusan untuk menyepi di
kawasan Pucak, Bogor. Disana ia bertemu dengan orang-orang baru yang menambah
pemahamannya pada cerita yang akan ditulisnya. Salah satunya Pak Tohir si
pemilik vila tempat Javier menginap. Rumah yang dijaga oleh Pak Tohir dulunya
adalah sebuah tempat peristirahatan sebuah keluarga Jendral. Rumah itu telah
lama ditinggalkan oleh Usman Abiddin-pemilik aslinya. Rumah itu juga menjadi
saksi tentang kekuatan cinta dan menyimpan rahasia dari masa lalu Tanaya-cucu
dari Usman Abiddin.
Cerita dibuka
dengan pertemuan singkat Javier dengan Rosi. Mereka tengah membahas kelanjutan
karir kepenulisannya setelah beberapa tahun
Javier tidak menghasilkan karya satupun. Perpisahannya dengan Duma setelah lima
tahun menikah meruntuhkan semangat menulis. Ia sadar hanya Duma yang mampu
membangkitkan kembali gairahnya saat menulis. Tapi percuma saja ia menyesali diri
karna sampai kapan pun Duma tidak pernah kembali.
Sampai suatu ketika
Javier menginap di sebuah vila di kawasan Puncak. Rumah yang begitu nyaman
namun menyimpan luka. Sebuah jurnal tersimpan di salah satu rak buku yang
isinya sudah menguning. Pak Tohir tidak pernah menjelaskan secara detail
tentang koleksi buku didalamnya. Tapi Javier punya keingintahuan sendiri,
hingga akhirnya ia berhasil menemukan sebuah kisah masa lalu pemilik keluarga
itu dan menemukan titik terang arah cerita yang akan ditulisnya.
Setting berganti
mundur puluhan tahun silam dengan menjadikan sepasang muda-mudi sebagai karakter
utama. Padma, seorang gadis lulusan botani yang amat mencintai dunia
tumbuh-tumbuhan. Ia adalah anak jendral yang baru saja selesai menuntaskan
studi di Eropa. Terlahir dari sebuah keluarga militer dan dipimpin oleh kepala
keluarga yang tegas, membuat dirinya sulit untuk menentukan nasibnya terutama
tentang urusan percintaan.
Suatu ketika ia
bertemu dengan salah seorang prajurit bernama Bernadus Tirto. Pria yang pendiam
dan tidak tahu asal usul keluarganya. Tidak lama benih-benih cinta mengisi
kekosongan hati mereka. Tapi tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka termasuk
ayah Padma. Sebuah hasrat menguasai keduanya kian tidak terbendung. Padma akhirnya
hamil dan hal ini membuat keluarganya muntab. Bernadus Tirto yang mengaku bertanggung
jawab atas bayi yang dikandung Padma justru dipindah tugaskan ke Aceh. Sementara
Padma dijodohkan dengan pebisnis kayu bernama Robi untuk menutupi aib keluarga.
Baik Bernadus
maupun Padma tidak pernah berhenti berjuang untuk kembali bertemu. Kesetiaan,
janji dan kepercayaan selalu memenuhi hati masing-masing. Akankah waktu mampu
mempertemukan mereka kembali?
Sabtu, 12 Maret 2016
Book Review If It Takes Two To Love by Christina Juzwar
Judul: If It Takes Two To Love
Penulis: Christina Juzwar
Penerbit: Gramedia
Terbit : November 2012
Tebal : 224 hlm
ISBN : 978-979-22-8803-2
Rating : 3/5
Penulis: Christina Juzwar
Penerbit: Gramedia
Terbit : November 2012
Tebal : 224 hlm
ISBN : 978-979-22-8803-2
Rating : 3/5
Langganan:
Postingan (Atom)







