Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Book Update : Dan Brown Newest Book


Hello, Long time no see ya

Ketika aku meriliskan postingan ini aku membuka kembali halaman blogku dan menyadari begitu lama selang waktu aku menulis terakhir kali. Tawa campur kesedihan itu yang aku rasakan. Tapi aku tidak tahan untuk meluapkan kegembiraanku tentang buku yang satu ini. Kalian-pecinta thriller misteri suspense bersiaplah. Dan Brown is coming!

First of all I said welcome and congratulations for upcoming book. Aku dan pembaca lainnya sudah menantikan karyamu yang lain. Entah berapa tahun terlewati tanpa karya barumu. Terjemahan Inferno saja keluar 2013 silam. Sangat lama dan  selama kurun waktu itu Inferno sudah di angkat menjadi film layar lebar. 

Release Date 3 Oktober

Masih ingat karakter setia milik Dan Brown? Robert Langdon. Profesior Simbologi Harvard ini akan kembali membintangi novel Origin. DImana ia akan tersesat kali ini? Spanyol.

Angels and Demons : Vatikan
The Da Vinci Code : Prancis
The Lost Symbol : Washington DC
Inferno : Florance


Buku pertama Brown yang legendaris itu (setara Harry Potter dan To Kill A Mockingbird) pertama kali rilis tahun 2000. Bisa bayangkan di usianya sekarang dia sudah 17 tahun berkarya dan akan genap delapan buku yang dia hasilkan. Amajing! :D

Di US nanti Origin akan terbit tanggal 3 Oktober, lumayan lah buat nabung dan intip-intip Amazon atau Bookdepository. Ihiiyy. Terus gimana kak bakal keluar terjemahannya juga nggak? Tenang, ada Mizan yang nanti menerjemahkan. Kita tebar jampi doa ya biar nggak perlu waktu lama Origin tiba di Indonesia :)




Selasa, 16 Mei 2017

KIAT-KIAT MENULIS KREATIF BERSAMA NOVELIS TERNAMA



Bersama ;
Robin Wijaya
Eka Y Saleem
Helvi Tiana Rosa

Acara berbasis seminar ini adalah yang pertama kali kuikuti selama menjadi mahasiswi. Pusdima FIS UNJ adalah organisasi dibawah naungan BEM Fakultas Ilmu Sosial UNJ yang bergerak dibidang kepenulisan, penelitian dan pengembangan. Terdapat tiga divisi yang ada di dalam struktur Pusdima salah satunya adalah divisi penulisan.

Divisi kepenulisan bergerak dibidang karya tulis baik berupa liputan, opini, karya sastra puisi, cerpen dan lainnya. Ketua divisi ini memiliki kecenderungan menulis karya ilmiah dan opini. Tapi hal itu tidak membuat divisi penulisan terbatas pada karya-karya tulis yang serius. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan Seminar Kepenulisan. Inilah yang aku ikuti beberapa waktu lalu dan mempertemukanku dengan penulis-penulis hebat.

Mengusung tema "KIAT-KIAT MENULIS KREATIF BERSAMA NOVELIS TERNAMA" aku datang menuju tempat acara seusai mata kuliah. Aku berhasil keluar ruangan lebih cepat, Pada saat iu baru selesai UTS dan pikiranku sedang melalangbuana entah kemana. Di hari kesembilan bulan Mei ada sejumalh acara yang diadakan bersamaan. Awalnya sempat bingung ingin menghadiri yang mana dulu. Di jam yang sama ada talkshow yang merupakan rangkaian pengenalan pers bagi kaum muda. Belum juga memantabkan hati salah seorang temanku mengajak untuk ke acara yang diadakan oleh BKKBN dan yang cukup menggoda kala itu disana disediakan goodie bag dan cemilan. Diriku seperti berada diantara tiga pria menggoda yang menarikku tak tentu arah. 

Selepas keluar kelas aku hanya mengikuti kemana kakiku membawaku. Rupanya ia mengarahkanku ke seminar kepenulisan itu. Aha, semoga belum terlewat jauh itu yang ada dalam benakku. Lalu disanalah aku, di dalam ruangan yang seperti auditorium dengan dinding keramik berwarna cokelat dan disinari sorot lampu kaca. Ini kisahku. 

***


Rabu, 07 Desember 2016

Book Review Serendipity by Erisca Febriani (Based on Wattpad)

Judul : Serendipity
Penulis : Erisca Febriani
Penerbit : Inari
Penyunting : Adeliany Azfar, Gita Romadhona
Desainer Sampul : Indah Rakhmawati
Harga : Rp89.000
Tebal : 424 halaman
Terbit : Cetakan I - November 2016
ISBN : 978-602-74322-9-1
RATING : 3.5/5

Blurb:

Dulunya, Arkan dan Rani adalah sepasang kekasih. Tiba-tiba, di sebuah taman kota, Arkan mengikrarkan bahwa mereka harus berpisah.

Dua bulan telah berlalu. Sekarang, meskipun mereka satu kelas, Arkan tidak pernah lagi menyapanya. Kadang, memang selucu itu; mereka yang dulu bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengobrol tentang apa pun, kini bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan ‘hai’ atau ‘selamat pagi’.

Rani tahu Arkan membencinya. Rani tahu ini kesalahannya. Tapi Arkan seharusnya mendukungnya. Dia sedang berusaha bertahan hidup.

Dengan segala kemampuannya, dengan segala perisai dan kekuatannya, Rani berusaha bertahan dan berdiri tegak.

Jumat, 16 September 2016

[Blogtour] Review Typo by Christian Simamora



TYPO

Christian Simamora

Novel Dewasa

Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Tisna Palupi
Desainer Sampul: Dwi Anissa Anindhika
Layout: Gita Mariana
Paperdoll: Mailoor
ISBN 978-602-70362-7-7
Book Trailer: https://youtu.be/p-EvJw6NDak

Tagline:
Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari.

KETIKA TUHAN TAK MERENCANAKAN
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK BERJODOH,
PARA ORANGTUA AKAN TURUN TANGAN
UNTUK MENYATUKAN MEREKA.

Di usianya yang keempat belas tahun, Maisie Varma dijodohkan dengan Josh Mallick oleh kedua ayah mereka. Meskipun sama-sama tak suka dengan keputusan sepihak itu, Mai dan Josh memilih untuk belajar beradaptasi dengan satu sama lain ketimbang membangun nyali untuk menentangnya.

Tapi kemudian, di malam pergantian tahun, Oma Josh yang baru mendengar tentang perjodohan itu langsung protes keras. Bukan itu saja, beliau memaksa para ayah untuk membatalkan pertunangan malam itu juga. Semuanya pun kembali seperti semula—kecuali bagi Mai. Dia sungguh-sungguh tak menyangka, status tunangan Josh selama beberapa hari membuatnya jatuh cinta untuk kali pertama.

Novel #jboyfriend kali ini merupakan kronologis cinta putri satu-satunya keluarga Varma. Tentang gelenyar yang membungkus perasaan Mai dalam bahagia, juga tentang hal-hal manis yang membuat pipinya sering merona merah.

Novel ini juga akan bercerita banyak tentang anak bungsu keluarga Mallick. Si mantan tunangan yang bertanggung jawab membuat Mai jatuh hati sekali lagi, juga yang mengingatkannya bahwa perasaan itu tak lebih dari sekadar typo. Kesalahan hati yang harus Mai koreksi.

***

Tidak pernah ada yang menyukai seorang Maisie Varma. Gadis yang lebih senang disapa Mai itu hidup dalam kungkungan keluarganya sebagai anak satu-satunya yang dimiliki keluarga Varma. Ayahnya adalah seorang pebisnis cokelat kaya raya bernama Jagapati Varma. Ide briliannya memodifikasi cokelat karamel yang tidak mudah meleleh semasa kuliah membawanya meniti karir hingga sesukses saat ini. Produk cokelatnya itu dinamai Cocobolo. Ayahnya yang tegas selalu memberikan apapun yang Mai butuhkan. Tapi hal itu tidak membuat Mai tumbuh menjadi manja. Mai justru menunjukkan kemampuan akademik dan motorik yang berkembang melampaui anak-anak seusianya. Ayahnya adalah sumber kebahagiannya tapi juga masalah untuk dirinya.

Minggu, 28 Agustus 2016

Resensi Jatuh Cinta Diam-Diam karya Dwitasari



Judul: Jatuh Cinta Diam-Diam

Penulis: Dwitasari

Penerbit: Plotpoint

Tebal: 217 halaman

Tahun Terbit: 2014

Rating : 3/5 


Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai; memilih untuk diam, memerhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap orang juga punya cara sendiri untuk berbagi tawa dan menyembunyikan tangisnya sendiri.

Setelah sukses dengan Raksasa Dari Jogja, Dwitasari kini mengumpulkan 14 kisah ini. Kisah tentang kebahagiaan mencintai dan kepedihan memendam cinta. Kisah tentang orang-orang yang menyimpan sebuah nama di hati mereka. Kisah yang akan membuat kita bertanya: apa halangan untuk nyatakan cinta?

Menyukai rekan sesama kantor tapi berujung tidak mau mengungkapkan. Padahal kesempatan jelas terbuka di depan mata. Hal-hal kecil seperti berebut bangku di hari pertama sekolah tapi menjadi awal persahabatan yang dilema karena justru persahabatan itu menumbuhkan cinta. Atau cinta yang hadir karena terbiasa memerhatikan hal kecil seperti memesan kopi apa dia malam ini dan bagaimana responnya setiap kali membicarakan filosofi dari kopi itu sendiri misalnya. Atau Atau hal paling Dilematis di muka bumi ini, saat kau jatuh cinta dan terhalang perbedaan keyakinan.

Minggu, 31 Juli 2016

Resensi Buku Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur





Judul : Melihat Api Bekerja (Kumpulan Puisi)
Penulis : M Aan Mansyur
Ilustrator : Muhammad Taufiq (emte)
Desain sampul dan isi : Muhammad Taufiq (emte)
Penebit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 160 hlm
Terbit : 2015

Rating: 4/5



Saya langsung meminjam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja begitu tahu tersisa 1 buku yang bisa dipinjam di katalog Ijak. Melihat Api Bekerja termasuk dalam deretan buku dengan pengantri yang tidak sedikit. Butuh beberapa hari untuk mendapatkannya kalau-kalau sudah ada satu dua yang mengembalikan. And here I am, menikmati buku yang ditulis penyair asal Bone yang sebelumnya menuliskan buku Kukila-sudah tersedia di Ijak.

Awalnya saya tidak kenal sama sekali dengan penyair Aan Mansyur. Sampai suatu ketika salah satu blogger asal Makassar menyebut-nyebut namanya. Dan barulah saya mencari buku puisinya.

Melihat Api Bekerja, berisi 28 sajak yang dituliskan Aan berdasarkan apa yang ada disekitarnya. Mulai dari romansa, sindiran dan keseharian. Masing-masing puisi membawa pesan dari penulis akan makna dan kepahitan hidup. Dorongan akan rasa haus penulis untuk menyingkap realitas sosial. Ditaburi bumbu-bumbu kisah asmara. Tidak hanya manis-manis kisah cinta tapi sisi gelap dibelakangnya.

Selain disuguhi untaian kalimatnya yang magis Melihat Api Bekerja didukung dengan ilustrasi yang ekspresif. Yang juga dilukis oleh seniman kesayangan saya emTe. Ia juga orang dibalik ilustrasi kumpulan puisi yang ditulis Tere Liye. Saya tidak ragu dengan kemampuan melukis emTe yang punya ciri khas tersendiri.

Saya suka sekali dengan makna yang coba diusung Aan Mansyur dalam setiap puisi di buku ini. Karena terdiri dari banyak puisi saya tidak mungkin mampu menyebutkan semua. Tidak ada yang membosankan selama membaca buku ini. Karena nyaris Aan seperti tidak sedang menulis puisi, tapi mendongengkan kisah kehidupan. Hanya saja setiap pilihan katanya mengandung metafora yang tidak cukup hanya dibaca sekali dua kali saja. Perlu berulang kali untuk memahami kesemuanya.




Kamis, 21 Juli 2016

Book Review Déessert by Elsa Puspita


Judul Buku: Déessert
Penulis: Elsa Puspita
Penerbit: Bentang Pustaka
Terbit: 2016
Tebal: 318 hlm
ISBN: 978-602-291-121-0
Rating : 4.5/5

Available at: bukupedia 

"Hatiku dan hatimu, tahu apa yang dipilihnya."


Setelah acara  kuliner yang ia pandu di Jakarta berhenti tayang, Naya pulang ke kampung halamannya di Palembang. Tempat dulu ia menjalani masa kecil hingga menemukan cinta pertamanya. Di sana tepatnya saat di bangku SMA ia menyatakan cinta pada Dewa yang menjadikan pria itu begitu berarti dihatinya.

Naya pertama kali mengenal Dewa dari sahabatnya Lulu yang ternyata memiliki seorang adik yang hanya beda satu tahun darinya. Dewa yang pendiam, berkacamata tebal dan selalu mengurung diri di perpustakaan justru memikat hati Naya. Tidak ada yang salah dari Dewa, ia hanya tidak menyenangi kegiatan fisik seperti teman pria lainnya dan memilih bersahabat dengan buku. Tapi justru Naya terpikat pada Dewa dan makin sering mendekatinya. Bahkan teman sekelasnya menganggap Dewa seolah tidak ada. Kini hanya Naya yang ada di kehidupan Dewa dan Dewa juga merasakan perasaan yang sama pada Naya. 

Dan setelah keduanya lulus SMA mereka memilih jalan masing-masing. Dewa yang sudah memiliki rencana untuk masa depannya memutuskan melanjutkan kuliah ke Sidney dan menekuni dunia pastry lebih serius. Dan Naya pada akhirnya merantau ke Jakarta dan berhasil meraih karir sebagai presenter acara kuliner. Keduanya berhasil meraih apa yang mereka inginkan yang memang sudah jadi kegemaran mereka sejak lama. Tapi itu tidak bertahan lama. Begitu juga dengan berakhirnya hubungan mereka secara tidak jelas.

Kepergian Dewa ke Sidney menjadi tantangan berat untuk hubungan mereka. Dewa yang selalu sibuk dengan pendidikannya di sana membuat sebuah jurang tercipta diantara mereka. Komunikasi semakin jarang dan Dewa menghilang bersama raganya. Semua berjalan makin tidak tepat saat Dewa tidak pulang di tahun pertamanya setelah kuliah. Dan hal itu membuat Naya patah hati. Dan juga mematahkan janji yang sudah mereka rencanakan selama ini.

Book Review Letterbox 110 by Lee Do-Woo



Leterbox 110
Penulis : Lee Do–Woo
Penerjemah : Krisnadiari
Penyunting : R. Amanda
Proofreader : Titish A.K
Ilustrasi isi : @teguhra
Tebal : 492 hlm
Cetakan pertama Februari 2016
ISBN : 978-602-7742-72-7


Rating : 3/5

Jinsol sudah merasakan bagaimana rasanya bekerja dengan seorang penulis sekaligus produser radio. Mereka akan senang sekali mengkritik tulisannya dan itu membuat Jinsol tidak nyaman dalam bekerja. Sudah terhitung sembilan tahun Jinsol bekerja sebagai scripwriter untuk radio FM tempat ia bekerja. Dan ia sudha merasa nyaman dengan produsernya sekarang-produser Jang.

Begitu terdengar kabar Jinsol akan dipasangkan dengan produser baru yang ternyata juga seorang penulis buku antalogi puisi, pikirannya langusng skeptis. Jinsol tahu betul bagaimana rasanya berduet dengan produser yang juga seorang penulis yang punya kebiasaan tukang kritik. Dan produser yang akan bersamanya nanti adalah Lee Geon. Yang dikenal sangat supel dan disukai setiap orang kecuali dirinya.

Dikalangan karyawan yang pernah bekerja dengan Lee Geon menilai produser itu sangat baik dan dikenal santai dalam bekerja. Dan memang benar PD Geon bekerja dengan prinsipnya dan mendapat respon positif dari pencapaian yang ia raih. Berbeda dengan Jinsol yang memiliki umur lebih muda dua tahun darinya, Jinsol lebih pemalu, kaku dan penuh rencana. Bagaimana dua karakter yang berbeda ini dapat menyatu untuk menjalankan tugas mereka saat siaran radio.

Geon sebagai program director dan Jinsol sebagai scripwriter saling berhubungan dalam mengisi sebuah program radio. Keduanya harus berjalan beriringan dan saling mendukung satu sama lain. Tapi, di hari pertama rapat Deon sudah berhasil mengacak-acak pertahanan diri Jinsol. Bahkan Geon dengan mudahnya membaca catatan pribadi Jinsol yang berisi rencana target pencapaian miliknya.entah apa yang ada dipikiran Geon, tapi Jinsol berusaha menyesuaikan diri dengannya.

Seiring berjalannya waktu Jinsol mampu menguasai dirinya. Ternyata Geon tidak seburuk yang ia duga. Walaupun tetap ada pikiran skeptis tentang program director yang bisa menulis, Jinsol mendapati dirinya mampu bicara terbuka tentang hal pribadinya pada Geon. Ia juga makin sering mendapat ajakan pergi bersama dengan Geon dan Jinsol tidak pernah bisa menolak.

Semakin Jinsol memenuhi ajak itu semakin ia mengenal Geon lewat cerita-cerita yang ternyata hanya pernah diberitahukan padanya. Hal ini membuat Jinsol merasa dirinya dianggap spesial di mata Geon. Saat perasaannya mulai tumbuh Geon justru hanya menganggapnya sebagai teman diary. Tempat dimana Geon mencurahkan isi hatinya. Dan luka masa lalu yang pernah ia rasakan.

Minggu, 10 Juli 2016

My Reading List - God, This is July!



Kalau dengar kata bulan Juli identik dengan musim panas di negara empat musim. Tapi kali ini di Indonesia bertepatan dengan masa libur panjang. Dan kalau dengar kata libur itu artinya waktunya membaca sepuasnya.

Kebetulan tahun ini saya tidak pergi mudik, waktu libur panjang saya habiskan dengan membaca dan kegiatan indor di dalam rumah. Kedengarannya agak membosankan ya tapi untuk orang-orang yang sulit membagi waktu untuk membaca, waktu libur jadi momen yang pas untuk menyicil buku-buku yang dianggurkan di penyimpanan.

Saya agak miris kalau melihat buku-buku yang menatap melas kepada saya setiap kali saya melewati mereka tanpa sedikitpun menyapa. Kecepatan membaca saya tidak berbanding lurus dengan kecepatan menumpuk buku. Setelah saya menghitung ternyata sudah banyak judul buku yang saya tunda untuk dibaca. *Langsung membayangkan mereka yang kutimbun di rak*.

Sebagai penebus waktu yang hilang tanpa membaca buku, saya menyusupkan beberapa buku yang akan dibaca selama bulan ke tujuh dalam kalender masehi. Berikut diantaranya ...

Senin, 13 Juni 2016

Book Review SeoulMate by Lia Indra Andriana



Judul : SeoulMate
Penulis : Lia Indra Andriana
Penyunting : O Lydia Panduwinata
Desain dan ilustrasi cover : Tom Kuu
Layout designer : Tom Kuu
Penerbit : Haru
Terbit : Cetakan pertama, Januari 2011
Tebal : 300 hlm
Rating : 2.5 /5

Sinopsis

Ketika kenyataan menentangmu untuk terus berharap

Sebuah harapan untuk bertemu kembali dengan seorang pria telah memaksa Kim Sun menggunakan kemampuannya berkomunikasi dengan hantu. Ia memutuskan menjadi mate dan bergabung dalam sebuah organisasi ‘penyalur hantu’ bernama SeoulMate yang menerima proposal permintaan bantuan dari manusia. Sebagai mate, ia bertugas menjaga serta membantu soul atau hantu yang bergabung dalam SeoulMate untuk melaksanakan proposal dari para klien SeoulMate.

Tak disangka, Sun ditugaskan menjaga soul yang amnesia! Hantu baru ini sama sekali tidak mengingat kehidupan manusianya dan terus mendesak Sun untuk membantu menemukan asal-usulnya. Sun tidak habis pikir bagaimana dia dan Jang—nama yang dia berikan untuk soul-nya—dapat menyelesaikan proposal klien jika mereka selalu bertengkar.

Namun, semuanya berjalan di luar dugaan. Tanpa disadari, sengatan-sengatan perasaan aneh yang disebut cinta itu mulai tumbuh antara Sun dan Jang.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah kenyataan menghadapkan Jang kepada pilihan, antara tetap menjadi soul yang menjalin cinta abnormal dengan Sun atau menuju tempat yang wajar bagi para hantu dan menghilang dari kehidupan gadisnya.


SeoulMate adalah biro pencocokan antara Seoul dan Mate. Seoul atau dibaca soul adalah arwah atau hantu yang masih terjebak di dunia manusia karena mereka masih memiliki sejumlah urusan yang harus dituntaskan di bumi. Sedangkan Mate sebutan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan untuk melihat arwah yang masih bergentayangan di dunia manusia. 

Ide untuk membentuk SeoulMate dicetuskan oleh dua orang sahabat bernama Dong dan Lim Siwon. Mereka berdua memiliki kemampuan untuk melihat arwah dan dibentuklah SeoulMate. Tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan arwah. Beberapa orang memilih untuk menyembunyikan kemampuan itu agar tidak dianggap aneh oleh sekitarnya. Tapi Dong dan Siwon memilih untuk memanfaatkan kelebihan mereka untuk membantu para arwah menyelesaikan urusannya dan pergi menuju cahaya setelahnya.

Kim Sun, gadis itu punya alasan untuk bergabung dengan Traveliyagi. Disana ia bekerja sebagai pemandu untuk turis asing yang datang ke Seoul. Walaupun bekerja tidak dibayar Sun menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Dengan harapan selain melatih kemampuan bahasa asingnya, ia bisa bertemu dengan pria yang ia nantikan selama ini, Dong.

Suatu ketika Sun sedang menemani turis-turis asal Indonesia yang berkunjung ke Seoul, ia diikuti oleh seorang pria yang sudah sejak lama mengikutinya. Siwon, itu tahu bahwa Sun memiliki kemampuan yang ia butuhkan sebagai Mate. SeoulMate yang saat itu sedang kekurangan Mate memaksa Siwon untuk membujuk Sun untuk bergabung dengannya. Dengan sedikit perdebatan Sun akhirnya bersedia bergabung dan dipasangkan dengan hantu amnesia bernama Jang.

Soul dan Mate yang terpilih ditugaskan untuk menjalankan proposal yang telah diminta oleh klien. Setiap proposal yang masuk bisa berisi bermacam-macam tugas, mulai dari tugas untuk menakut-nakuti, berpura-pura akting, menjadi pegawai dan tugas-tugas kecil yang hanya bisa dilakukan oleh hantu. Sudah jadi keharusan Soul dan Mate akan saling bekerja sama dan selalu sehati dalam menjalankan tugas.

Tidak mudah untuk menyatukan hati antara Sun dengan Jang. Sun adalah gadis yang keras kepala, kasar dan mudah meledak-ledak. Sikap Sun yang sejak awal sudah tidak menyukai kegiatan SeoulMate membuatnya sulit untuk menerima tugasnya bersama Jang. Ditambah lagi dengan kebiasaan Jang yang dianggap Sun sangat mengganggu membuat Sun merasa tidak nyaman. Jang yang memiliki sifat bertolak belakang dengan Sun tidak bisa mengerti jalan pikiran gadis itu yang mudah marah. Tapi kebersamaan mereka selama menjadi Soul dan Mate membuat perasaan itu semakin berkembang.
Salahkah jika soul dan mate saling jatuh cinta?



“Apa semua harus berjalan sesuai keinginanmu, Sun?’ Jang berpendapat.

Susi menggeleng frustasi. “Lalu apa maumu?”

“Bersamamu.”


Kesan pertama setelah membaca buku ini adalah terlalu banyak deskripsi. Sejak awal cerita penulis mulai menunjukkan kemampuannya bercerita tentang kota Seoul. Tokoh utamanya yang bekerja sebagai pemandu memberikan banyak ruang untuk penulis mengenalkan kota Seoul. 

Membaca buku ini seperti layaknya mengikuti sebuah tour wisata. Penulis mengenalkan beberapa tempat wisata yang layak untuk dikunjungi saat ke Seoul. Buku ini juga membangkitkan rasa ingin tahu tentang suasana kota Seoul saat musim panas dan hiruk-pikuk perkotaannya yang semakin berkembang.

Walaupun sebenarnya buku ini menarik, saya masih belum ‘klik’ dengan karakter yang ada didalamnya. Sun yang punya watak keras, tidak punya pendirian dan berpikiran sempit sering membuat saya sebal dengan dirinya. Ia bisa dengan mudah marah-marah tidak karuan karena hal-hal sepele. Dan menurut pandangan saya, Jang tidak terlalu menyebalkan seperti yang ia pikirkan. Penulis membentuk karakter yang tidak jelas dan tidak memberi kesan apapun. 

Buku ini akan lebih baik jika diisi karakter yang menggugah dan punya karakter yang kuat. Saya sangat berharap penulis bisa membuat hubungan dua tokoh utamanya semakin kuat dan kedekatan emosinya bisa sampai ke pembaca. Sayang sekali saya belum bisa menangkap chemistry yang dibangun penulis lewat karakter Jang dan Sun. 

Buku ini akan jauh lebih baik jika penulis mampu memaksimalkan isi tulisannya. Tidak perlu berbelit-beli dengan memberikan banyak deskripsi tentang setting tempat tertentu atau lokasi mana lagi yang mungkin bisa dijangkau alur ceritanya. Karena ini hanya sebuah cerita drama buat saja jadi sederhana, padat namun jelas isinya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...