Tampilkan postingan dengan label Jessica Huwae. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jessica Huwae. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2016

Book Review Javier by Jessica Huwae (Completly)




Judul : Javier

Penulis : Jessica Huwae

Penyunting : Noni Rosliyani

Perancang sampul : @labusiam

Pemeriksa aksara : Septi Wa

Penata aksara : Martin Buczer

Penerbit : Bentang Pustaka

Terbit : November 2014

Tebal : 264 hlm

Rating : 3.5/5

Tagline :
Cinta yang tak lagi sederhana



Setelah mengalami writer’s blog hampir satu setengah tahun, Javier dihadapkan pada posisi yang tidak menyenangkan selama karir menulisnya. Editornya, Rosi memberikan kesempatan terakhir kepada Javier untuk menyelesaikan tulisannya yang tidak kunjung selesai. Jika dalam waktu 30 hari tidak ada karya satu pun yang dihasilkan oleh Javier, penerbitan akan meninjau ulang kontrak menulisnya. Lebih buruk lagi uang muka dari hasil penjualan buku Javier sebelumnya terpaksa harus dikembalikan. 

Dalam posisi terjepit seperti itu tak ada yang lebih ia rasakan selain rasa sesak dan gagal. Berbeda dengan penulis-penulis muda yang bersemangat menelurkan karya perdana mereka, Javier malah terjebak dalam kebuntuan ide. Ia tidak semudah itu menuliskan kisah hidup yang remeh-temeh menjadi sebuah buku. Produktivitasnya bahkan tidak bisa menyamai  kecepatan menulis sahabatnya Saosan. Menurut Javier, karya tulisan yang bagus haruslah dihasilkan dari buah ketenangan dan inspirasi yang banyak. 

Dengan tuntutan deadline 30 hari yang dibebankan, Javier mengambil keputusan untuk menyepi di kawasan Pucak, Bogor. Disana ia bertemu dengan orang-orang baru yang menambah pemahamannya pada cerita yang akan ditulisnya. Salah satunya Pak Tohir si pemilik vila tempat Javier menginap. Rumah yang dijaga oleh Pak Tohir dulunya adalah sebuah tempat peristirahatan sebuah keluarga Jendral. Rumah itu telah lama ditinggalkan oleh Usman Abiddin-pemilik aslinya. Rumah itu juga menjadi saksi tentang kekuatan cinta dan menyimpan rahasia dari masa lalu Tanaya-cucu dari Usman Abiddin.

Cerita dibuka dengan pertemuan singkat Javier dengan Rosi. Mereka tengah membahas kelanjutan karir kepenulisannya setelah beberapa  tahun Javier tidak menghasilkan karya satupun. Perpisahannya dengan Duma setelah lima tahun menikah meruntuhkan semangat menulis. Ia sadar hanya Duma yang mampu membangkitkan kembali gairahnya saat menulis. Tapi percuma saja ia menyesali diri karna sampai kapan pun Duma tidak pernah kembali.

Sampai suatu ketika Javier menginap di sebuah vila di kawasan Puncak. Rumah yang begitu nyaman namun menyimpan luka. Sebuah jurnal tersimpan di salah satu rak buku yang isinya sudah menguning. Pak Tohir tidak pernah menjelaskan secara detail tentang koleksi buku didalamnya. Tapi Javier punya keingintahuan sendiri, hingga akhirnya ia berhasil menemukan sebuah kisah masa lalu pemilik keluarga itu dan menemukan titik terang arah cerita yang akan ditulisnya.

Setting berganti mundur puluhan tahun silam dengan menjadikan sepasang muda-mudi sebagai karakter utama. Padma, seorang gadis lulusan botani yang amat mencintai dunia tumbuh-tumbuhan. Ia adalah anak jendral yang baru saja selesai menuntaskan studi di Eropa. Terlahir dari sebuah keluarga militer dan dipimpin oleh kepala keluarga yang tegas, membuat dirinya sulit untuk menentukan nasibnya terutama tentang urusan percintaan. 

Suatu ketika ia bertemu dengan salah seorang prajurit bernama Bernadus Tirto. Pria yang pendiam dan tidak tahu asal usul keluarganya. Tidak lama benih-benih cinta mengisi kekosongan hati mereka. Tapi tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka termasuk ayah Padma. Sebuah hasrat menguasai keduanya kian tidak terbendung. Padma akhirnya hamil dan hal ini membuat keluarganya muntab. Bernadus Tirto yang mengaku bertanggung jawab atas bayi yang dikandung Padma justru dipindah tugaskan ke Aceh. Sementara Padma dijodohkan dengan pebisnis kayu bernama Robi untuk menutupi aib keluarga.

Baik Bernadus maupun Padma tidak pernah berhenti berjuang untuk kembali bertemu. Kesetiaan, janji dan kepercayaan selalu memenuhi hati masing-masing. Akankah waktu mampu mempertemukan mereka kembali?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...