Tampilkan postingan dengan label Rating: Golden 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rating: Golden 3. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2020

Kumpulan Puisi I See You Like A Flower - Review


 

BLURB

Bunga liar 

Harus dilihat dengan seksama 

maka ia terlihat cantik.

Harus dilihat cukup lama

maka ia terlihat menarik.

Begitu pula dengan dirimu.


Buku ini, merupakan karya sastra berbentuk kumpulan puisi. Penulisnya merupakan penyair kelahiran Korea Selatan,   Na Tae Joo,  yang juga karya-karyanya sudah sering diangkat dalam beberapa judul drama korea salah satunya Encounter.

Sebelum membaca puisi Na Tae Joo, aku belum pernah melihat karyanya maupun menonton drama yang menyisipkan karya-karya beliau. Tanpa berlama-lama aku memutuskan untuk membaca karyanya ini, yang sudah dalam bentuk terjemahan diterbitkan oleh Penerbit Haru. Di akun instagramnya Penerbit Haru, cukup kencang hype antusias pembaca menantikan buku ini. Katanya sih sudah sering dibaca di Korea sana dan banyak public figure Korea yang menyukainya. Tentu aku berpikir puisi-puisi di dalamnya pastilah sangat bagus hingga seantusias itu dinantikan oleh pembaca.

Jadi, aku yang notabenenya jarang sekali membaca puisi berharap bisa menginterpretasikan isi karya-karya puisi di I See You Like a Flower. Aku ingin terlebih dahulu mengomentari sampulnya. Jenis sampul yang sederhana, soft, dan simpel termasuk dalam sampul favoritku. Selain mewakili puisi-puisi di dalamnya yang sarat akan kelembutan, cinta kasih dan kerinduan, buku ini bisa dibawa-bawa baik laki-laki atau perempuan karena sampulnya yang sederhana dan tidak mencolok. Terkadang beberapa jenis sampul agak 'mendiskriminasi' karena terlalu feminim dengan ilustrasi yang terkesan norak. Namun tidak untuk sampul ini, yang cenderung universal dan bisa dibawa saat baca di luar ruangan.

Puisi-puisi di dalam buku ini ada banyak, dibagi menjadi tiga bagian, semua puisi di dalamnya mengusung tema jatuh cinta, romansa, kerinduan dan cinta kasih. Panjang baitnya pun bervariasi, mulai dari puisi yang panjang sampai pendek 4-5 baris ada di dalamnya. Buku ini makin terlihat artistik saat diselingi beberapa ilustrasi floral seperti bunga sampai keindahan sosok wanita. 

Diantara keseluruhan puisi di dalam buku ini, ada tiga puisi favoritku, yaitu Hari Ini Kau Berada di Tempat yang Jauh, Gugurnya Bunga Magnolia dan Bunga Liar-1.

Hari Ini Kau Berada di Tempat yang Jauh adalah puisi yang menceritakan kerinduan penulis terhadap seseorang yang jauh darinya, yang menimbulkan kerinduan yang mendalam kepada orang yang dicintainya sehingga muncul rasa cemas juga khawatir. Namun puisi mengajak pembaca untuk menerima kerinduan itu seolah ingin memeluknya hingga tak perlu lagi ada rasa ragu dan cemas. 

Gugurnya Bunga Magnolia menceritakan betapa sulitnya untuk melepaskan seseorang yang kita cintai. Penulis menggambarkan sosok yang dicintainya itu sebagai bunga, ia memimpikan agar semua itu tidak tampak terlalu mengerikan namun sebuah paradoks bahwa perpisahan makin terasa menyakitkan setiap kali ingatan itu muncul kembali. Penulis menyampaikan perasaan sakit itu dengan baik melaui tiap baitnya.

Sementara Bunga Liar-1, adalah puisi pendek dengan baris sedikit sekaligus aku cintai dari buku ini. Kamu bisa membacanya di blurb di halaman belakang buku, walaupun sederhana namun pesan yang ingin disampaikan penulis sungguh menghangatkan hati.

Sejauh ini, aku menyukai bagaimana penulis menyampaikan rasa cinta dan kerinduan dengan puisi yang indah juga menentramkan. Membacanya mengingatkanku pada kebiasaanku saat SMA dulu yang senang menulis puisi cinta-cintaan. Meski tak sejago Na Tae Joo, puisi ini mengingatkanku pada perasaan cinta yang menggebu-gebu saat di bangku sekolah. Namun aku sudah dewasa, perasaan berbunga-bunga seperti itu sudah lama sekali lewat. Aku memandang cinta sebagai sesuatu yang krtis dan rasional bukan lagi gelora hasrat yang meledak-ledak saat pertama kali menemukan cinta pertama.

Aku belum menemukan kekhasan apa yang membuat kumpulan puisi ini begitu digandrungi semua orang khususnya di Korea, menurutku (yang tidak begitu paham dunia syair menyair), puisi-puisi ini tidak menimbulkan bekas dan kesan yang 'wah'. Tapi bila kamu mencari bacaan ringan dan habis sekali baca, yang menyukai prosa dan kata-kata indah, buku ini wajib dibaca. 

Judul : I See You Like A Flower

Penulis :Na Tae Joo

Penerbit : Haru

Terbit : 2020

Tebal : 164 hlm


Hari ini Kau Berada di tempat yang jauh

Setiap hari setiap menelpon

Bertanya dan bertanya kembali

dimana, sedang apa

sedang bersama siapa, apa ada sesuatu yang terjadi

Apakah makan dengan baik dan tidur dengan nyenyak

 

Ketika bangun pada pagi hari

Melihat matahari bersinar menyilaukan

Sepertinya sepanjang malam tidak ada sesuatu yang terjadi

Hari ini pun kau berada di tempat yang jauh

Kini seluruh bumi adalah tubuh dan hatimu

 

Gugurnya Bunga Magnolia

Di hari kau meninggalkanku

Aku harap bunga menkar

Aku harap itu musim semi

Dimana bunga magnolia mekar

Diantara bunga-bunga

Seolah mneunjukkan cahaya

Bunga putih di atas langit dan bumi.

 

Di hari kau meninggalkanku

Aku harap aku tidak mennangis

Aku harap bisa melepasmu

Dengan hati ringan sambil melamaikan tangan

Sambil mengucapkan salam perpisahan

Layaknya kepada orang yang pergi berlibur sehari.

 

Meskipun begitu

Di dalam hatiku ada bunga

Yang layu tanpa kau tahu

Bunga magnolia putih

Gugur ke atas tanah sambil menahan tangis

 

Kamis, 20 September 2018

Review The Man Who Plays Piano




PENERBIT RORO RAYA SEJAHTERA
NOVEL
THE MAN WHO PLAYS PIANO
RUFIN DHI
SC; 14 x 20 cm
Jumlah Halaman: 240 hlm
Bookpaper 55 gr; 
ISBN :
978-602-51290-1-8
Harga: Rp  67,000

Senin, 23 Juli 2018

[Review + Giveaway] Novel Catatan Hati Seorang Mahasiswa

Judul: Catatan Hati Seorang Mahasiswa : Sebuah Kombinasi Antara Novel dan Skenario
Penulis : Alief Aurum
Penerbit: Laksana (imprint Divapress)
Cetakan pertama, 2018
Tebal: 320 hlm
Kategori: novel, dewasa muda

Sinopsis 

Tindakan impulsif dilakukan oleh Tuwalaid, seorang mahasiswa IPB yang kala itu bersama teman-temannya sedang membutuhkan rumah kontrakan karena Hari Penghabisan mereka di asrama semakin dekat. Tanpa berpikir panjang ia langsung meriakkan angka dua puluh juta sebagai DP rumah kontrakan milik pak Aling. Uang sebanyak itu tadinya yang diminta oleh pak Aling sebagai biaya satu tahun rumah kontrakannya. Namun kedatangan geng Alfi dkk yang sepihak menginginkan kontrakan pak Aling juga, membuat kedua kubu harus melakukan lelang. Siapa yang memberikan DP tertinggi dia yang berhak mendapatkan hak kontrakan pak Aling.

Aldo, Dayat, Aurum, Bagas, dan mahasiswa lainnya yang notabene nya sudah dekat dan menjadi teman seperjuangan di asrama sangat shock dengan nominal angka segitu. Apalagi mereka hanya mahasiswa kere yang mengandalkan biaya hidup dari beasiswa saja. Mau dapat uang dari mana hanya dalam waktu satu bulan saja?

Menyeimbangkan kegiatan organisasi di kampus, tugas kuliah dan mengumpulkan dana untuk menutupi hutang ternyata tidak mudah. Aldo dan Dayat harus mengurus mengurusi jualan mereka, bahkan sampai titik terendah ketika mereka dipaksa untuk tidak berjualan lagi di lingkungan asrama. Belum lagi ulah geng Lorong Lima yang selalu berupaya untuk menggagalkan misi mereka untuk mendapatkan kontrakan Pak Aling.

Hari Penghabisan merupakan hari-hari mencekam di saat asrama mengalami pemadaman listrik dan pemberhentian air secara bersamaan... Hari demi hari jumlah penghuni asrama semakin habis. Namun, ketika listrik dan air mulai kembali dipasok, anak-anak yang telah menempati indekos memilih untuk tidak kembali. Jadilah penghuni asrama hari ini hampir habis dan hanya tersisa dalam jumlah yang terbilang sedikit.

Senin, 21 Mei 2018

[Resensi] Tidak Pernah Ada Kita - Dwitasari

Tidak Pernah Ada Kita
Penulis: Dwitasari
Penerbit: Bentang Belia
Terbit: 2018
Tebal: 172 hlm
Kategori: Novel, romance

Blurb

Aku begitu berharap terlalu tinggi, pada hadirmu di sini. Namun, semakin aku mencintai, semakin aku menyadari, aku hanyalah teman yang kamu cari ketika kamu merasa sepi.

Kamu menggantungkan kejelasan status hubungan kita. Aku sering bertanya, adakah cinta? Kamu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Jika tak ada cinta, lalu mengapa kamu memintaku kembali, setiap kali aku memutuskan pergi? Lalu mengapa tidak kamu sudahi, jika hadirku tidak penting lagi?

Aku menatap matamu, dengan sisa-sisa air mataku. Aku dan kamu tidak akan pernah jadi kita. Meskipun aku sungguh cinta, belum tentu kamu juga cinta.

Review

Perasaan sering kali bisa menjadi rumit. Setiap orang ingin perasaannya berbalas. Dan tidak seorang pun rasanya ingin ditolak.

Ini cerita tentang Bella, penulis novel fiksi yang sedang terkukung pada masa lalu kegagalan kisah cintanya. Bella pernah putus cinta, cowok terakhir yang ia pacari berhasil mematahkan hatinya. Dan hal itu memberi pukulan berat bagi Bella. Tapi ia beruntung masih memiliki satu orang sahabat yang masih peduli padanya. Namanya Aga, dan diam-diam Aga mencintai Bella.

Cerita dibuka pada momen ketika Aga mengajak Bella nonton pertandingan sepak bola. Bella sudah lama memimpikan dapat bertemu Bambang Pamungkas. Dan Aga memujudkan impian itu ketika mengajaknya menonton.

Tapi setelah selesai pertandingan itu Bella bertemu dengan pemain lain, namanya Cyrus. Yang akhirnya mereka berfoto bersama dan saling bertukar nomer handphone. Yang awalnya hanya berfoto bersama, bukan siapa-siapa, justru malah membuat Bella dan Cyrus semakin dekat.

Tidak tahu siapa yang akhirnya jatuh cinta duluan, tapi Bella selalu merindukan kehadiran Cyrus. Setiap kali Cyrus ada laga tanding Bella selalu menyempartkan diri untuk menonton. Di waktu luangnya Cyrus dan Bella sering menghabiskan waktu bersama. Tapi kelihatannya Cyrus tidak pernah menyatakan status hubungan mereka berdua. Bagaimana kelangsungan hubungan mereka nantinya? Akankah salah satu dari mereka siap untuk patah hati kembali atas ketidakpastian ini?



Senin, 23 Oktober 2017

[REVIEW] Out Of Love Karya Adelia Azfar - Blog Tour

Judul: Out Of Love
Penulis: Adelia Azfar
Penerbit: Twigora
Jumlah Halaman: 300 Halaman; 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-60748-3-6
Editor: Yuliono
Proofreader: Tharien Indri
Designer Sampul: Levina Lesmana
Penata Letak: Gita Mariana
Blurb
Aku melukai hatiku sendiri demi mencintaimu


LIAN:
Setelah resmi bercerai, kecil kemungkinan Brilian Gunawan akan jatuh cinta lagi.
Tapi Tharin membuatnya mungkin-meskipun cinta mereka masih harus dirahasiakan.
Bagaimanapun, hubungan antara atasan dan karyawan hanya akan jadi bahan omongan yang tidak nyaman di kantor mereka.

THARIN:
Cinta memang melemahkan akal sehat dan Lian adalah bukti hidupnya.
Meskipun sudah sama-sama sepakat, keduanya bukan lagi atasan dan bawahan di luar jam kantor, Lian masih saja meneruskan sikap galak dan bossy-nya. Namun, ketika Tharin ingin putus, Lian melakukan sesuatu yang membuatnya merasa harus memaafkannya.

ANDREW:
Dia menyukai makhluk indah bernama perempuan. Banyak perempuan.
Hebatnya, perempuan juga menyukai dirinya meskipun jelas-jelas tahu risiko patah hati yang akan dia sebabkan.
Tharin jelas bukan sosok yang istimewa bagi seorang Andrew, tetapi perasaannya tak bilang begitu.
Perasaannya bahkan bergeming meskipun dia tahu Tharin sudah ada yang punya….
OUT OF LOVE:
Ini adalah tentang dia yang ingin lepas dari orang yang masih mencintainya.
Tentang dia yang mencintai kekasih seseorang.
Juga tentang dia yang tak tahan melihat yang dicintainya mulai mencintai
orang lain.
Pertanyaannya: siapa di antara mereka yang akan paling terluka?


Katharina (Tharin) tidak pernah berpikir akan memiliki perasaan khusus pada Lian. Mereka berdua bagaikan langit dan bumi, sebatas atasan dan karyawan. Lian adalah manager di perusahaan Hexagon yang juga menjadi tempat kerja Tharin. Tharin sebagai Kepala Divisi Penjualan mau tidak mau harus profesional saat berhadapan dengan Lian di kantor. Sayangnya meskipun Tharin sudah menyukai atasannya itu, Lian tidak kunjung membuka hati setelah cerai dari mantan isterinya Mariana.

Lian adalah tipikal atasan yang memiliki selera tinggi dan perfeksionis. Keterlambatan sedikit saja akan membuatnya tidak sabaran. Walaupun memiliki sikap bossy, Lian memiliki masa lalu yang buruk dalam hal percintaan. Rumah tangga bersama Mariana mantan isterinya pupus. Hingga beberapa waktu Lian tidak jua move on.Tapi kemudian secercah perasaan muncul saat ia menghabiskan waktu bersama Tharin. Ia tiba-tiba menjadi protektif dan tidak ingin bila Tharin jauh darinya.

Tidak lama kemudian datanglah Andrew, seorang programmer web dari perusahaan Satelite yang sedang menjalankan tugas memenuhi permintaan Hexagon/Andrew dikenal sebagai pria yang selalu berganti-ganti pacar. Ia tidak pernah menaruh keseriusan pada wanita yang dipacarinya. Sampai-sampai seluruh rekan karyawan menjulukinya playboy. Kemudian ia bertemu dengan Tharin, wanita yang tak pernah ia kenal namun lama-kelamaan membuatnya luluh bahkan mencintai gadis itu.

Masalah pun dimulai, saat Tharin dihadapkan pada dua pilihan. Antara Lian dan Andrew, masa depan atau masa lalu yang membelenggu.

Review

Aku berhasil menamatkan buku ini, walau dengan tertatih-tatih ditengah kesibukkanku dan sempat kehilangan karena lupa menaruh buku ini. Tapi syukurlah Out of Love memberikan kesan yang menyenangkan setelah membacanya. Walaupun temanya mainstream banget, tentang cinta segitiga di kantor. Tapi, siapa yang mampu menolak membaca buku kak Adelia Azfar apalagi temanya kali ini sangat berbeda.

Tharin, Andrew dan Lian bercerita tentang kebimbangan hati mereka, mencintai seseorang yang tidak seharusnya dicintai. Tharin yang mengetahui bahwa Lian masih menjalin hubungan dengan Mariana justru mencari cara agar bisa menghapus perasaannya. Karena baginya mencintai Lian adalah sebuah kesalahan sekaligus akan membuka omongan di kantor. Disisi lain keberadaan Andrew justru menjadi pengalih baginya untuk berhenti mencintai Lian.
Menurutku, Tharin tidak perlu sedemikian rumit dalam menyikapi perasaannya. Sikap melankolis dan kebimbangan Tharin menurutku sedikit berlebihan. Karakter Lian makin kebelakang membuatku jengah dan jengkel. Entahlah, sikap bossy yang dimilikinya justru membuat konflik melebar kemana-mana. Kisah mereka berdua benar-benar mengobrak-abrik perasaan dan kesabaranku.
Yang paling mencuri perhatianku justru tertuju pada Andrew. Ia awalnya bukan siapa-siapa, bisa dikatakan strangers men tapi aku suka sekali dengannya. Ia bisa menenangkan, teman yang baik untuk Tharin karena kesabarannya dalam menemani Tharin dan konflik batin yang dialaminya. Aku suka interaksi Tharin dan Andrew, walaupun akan membuat Lian kesal pada akhirnya tapi menurutku Andrew is better! He's lovely so much. 

Dari segi penokohan Out of Love memakai POV orang ketiga. Tapi tetap bisa dirasakan bahwa Tharin menjadi sentral dari keseluruhan cerita ini. Pemakaian bahasanya mungkin agak sedikit kaku di beberapa bagian, terutama saat scene sedang di lingkungan kantor. Tapi setelah itu aku bisa menikmatinya dengan baik.

Yeah, keseluruhan aku suka novel ini. DItambah lagi di setiap pergantian bab nya penulis menyelipkan kata-kata indah dan petuah cinta yang bikin baper. Ukh, so lovely! Selain itu covernya sangat imut dan membuatku ingin memakannya bersama waffle dan scone strawbery ice cream.

"Cinta punya cara sendiri untuk bekerja. Tapi menyakiti dan disakiti bukanlah bagian dari cinta"

Photo Challenge
 

Seperti ciri khas yang sudah jadi agenda khusus blog tour bersama Twigora, ada sesi foto challenge yang khusus dilakukan untuk para host. Dan, well this is it

Warna pink yang dipadukan dalam kemeja dan kerudungku. Jadi terlihat sangat imut, bukan? Senada dengan warna novel Out Of Love ini :)

Di postingan berikutnya akan ada giveaway berhadiah 1 exp novel Out of Love. Jangan lupa ikutan ;)



Selasa, 03 Oktober 2017

Review Miss Indecisive Lawyer - Adeliany Azfar [LOVESSION #2]

Judul: Miss Indecisive Lawyer
Penulis: Adeliany Azfar
Penerbit: Grasindo
Terbit: April, 2017
Jumlah Halaman: 250 hal.

"Semua orang di kota ini mengenalku dengan baik. Mereka pasti akan melaporkan apa pun yang mereka lihat kepada Eomma. Aku selalu berkilah tak punya pacar pada orang-orang. Apa jadinya kalau mereka melihatku bermesraan dengan pria tak dikenal di swalayan dua puluh empat jam seperti ini?" (Hal.29)

Su Yeon, pengacara handal nan sukses sedang mengalami kegalauan parah. Pasalnya tanpa sepengetahuan siapapun ia tengah menjalin hubungan spesial deongan aktor top se Korea Selatan Rye On. Ia menyembunyikan hubungannya dengan Rye On dari kedua orang tuanya. Bagaimana mungkin ia bisa menceritakan hubungan yang sudah terajut beberapa tahun itu kalau ibu nya sendiri membenci selebritas Korea.

Ibunya mulai menaruh curiga ketika tersiar kabar anak gadisnya pergi bersama seorang pria ketika pulang ke kampung halamannya. Ditambah lagi ibunya memergoki Su Yeon bersama Rye On berdua ketika datang ke apartementnya. Semenjak saat itu ibu Su Yeon melancarkan serangan dengan memata-matai anaknya.

Di sisi lain Rye On yang karirnya tengah menanjak dielu-elukan sebagai pasangan yang cocok bersama Ae Ri, aktris muda nan cantik yang jadi lawan peran di drama terbaru mereka. Penduduk Korea menganggap mereka sangat serasi dan ditakdirkan untuk bersama. Ae Ri pun terang-terangan menunjukkan perasaannya pada Rye On tanpa ia tahun bahwa Rye On sudah ada yang memiliki.

Sanggupkah Su Yeon mempertahankan hubungan dengan Rye On? Sekalipun rakyat seantero Korea melawannya bahkan ibunya tak memihak hubungan mereka berdua?

Rabu, 20 September 2017

[Review] The Sun Is Also Star

Judul: The Sun is Also a Star
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Tebal: 384 halaman
Penerbit: Spring, 2017
 Indonesian cover edition 


“How can you trust something that can end as suddenly as it begins?”
- The Sun Is Also Star
 
Blurb

Natasha, gadis kelahiran Jamaica yang percaya pada Sains. Baginya Sains adalah segalanya. Ia tidak percaya pada Takdir.

Daniel, lelaki keturunan Korea yang sangat puitis dan percaya bahwa takdir itu ada.

Kedua remaja dengan perbedaan pandangan itu bertemu. Secara tak sengaja,,, atau mungkin disebut takdir? Pertemuan itu membuat Daniel jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Natasha, ia percaya, bahwa semesta dan takdir telah mempertemukan mereka. Ia percaya bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Sebaliknya, Natasha menolak untuk percaya takdir. Ia berpikir semua hanyalah sebuah kebetulan. Ia tak ingin berharap terlalu banyak, pada apapun, terutama pada Cinta. Selagi hidupnya… masa depan nya dipertaruhkan karena kesalahan sang Ayah, ia tak mau menggantungkan hidup pada takdir.

Lalu apa yang akan dilakukan Daniel untuk meyakinkan takdir itu nyata? Tapi apakah sesungguhnya takdir itu ada… ataukah memang benar pendapat Natasha, bahwa yang ada hanyalah sebuah kebetulan belaka?

***
Natasha dan keluarganya pindah dari Jamaika sebagai imigran. Seperti setiap imigran yang datang ke Amerika, mereka berharap hidup yang lebih baik setelah kepindahan mereka. Tapi di tengah harapan itu keluarga mereka justru terancam di deportasi. Padahal, untuk Natasha Amerika sudah jadi seperti rumahnya sendiri. Nat tidak ingin pergi dan bersikeras mencari cara agar keluarga mereka berhasil diselamatkan.

Di tempat yang lain cowok keturunan Korea sedang menuntut kebebasannya. Namanya Daniel Jae Ho Bae, ia lahir dari keluarga miskin yang merupakan pendatang dari Korea. Mereka sekeluarga pindah ke Amerika Serikat. Kedua orang tuanya bekerja sangat keras agar mereka jadi kaya untuk bisa menyekolahkan Daniel dan adiknya samppai ke perguruan tinggi. Tapi orang tua yang sangat menaruh harap pada Daniel membuat ia terkukung. Ia bertekad untuk bebas dan mencapai hal-hal yang sebenarnya ia inginkan. Sampai suatu ketika takdir mempertemukannya dengan gadis negroid yang hampir dideportasi kembali ke negaranya.

Manusia adalah mahluk yang tidak masuk akal. Bukannya diatur oleh logika, kami diatur oleh emosi. Dunia akan menjadi tempat yang lebih bahagia kalau yang berlaku adalah kenyataan yang berlawanan.

Review

Selain John Green penulis young adult yang menurutku pandai meramu konflik remaja, Nicola Yoon pantas untuk disandingkan dengannya. The Sun is Also Star merupakan kisah spesial dua anak muda berbeda ras namun sesama pendatang yang menggantungkan hidupnya di negeri orang. 
Tapi keduanya sangat berbeda sekali dari segi karakter. Natasha adalah gadis yang realistis sekali. Terlihat setiap kali ia bercerita ia tidak berniat menggantungkan hidup pada sesuatu yang tidak pasti. Takdir dan cinta misalnya. Ia bukan gadis yang mudah menyerah. Ia tahu apa yang ia inginkan dan menempatkan sesuatu dengan semestinya. Namun ia hidup di New York, kota yang keras bagi imigran yang menyerbu mencari penghidupan. 

Sedangkan Daniel adalah apa yang tidak ada dalam diri Nat. Ia mempercayai mimpi sekaligus penulis puisi, hal-hal yang justru tidak diinginkan oleh ibunya yang menginginkan Daniel bekerja sebagai dokter. Hidupnya tak beraturan seketika berubah ketika ia bertemu dengan Nat. Ia tak tahu cinta akan berkembang begitu cepat saat pertama kali ia bertemu dengan gadis itu; Love at the first sight.

“I didn't know you this morning, and now I don't remember not knowing you.”  

Pertemuan mereka hanya berlangsung sehari, cinta keduanya tumbuh secepat itu juga. Tapi banyak hal luar biasa yang mereka lalui kala pertemuan itu. Cinta keduanya manis sekali walaupun terlihat biasa saja sebenarnya.
Seperti yang kukatakan, buku ini hanya berlangsung sehari namun terasa panjang dan lama. Penulis mengemas jalannya cerita menggunakan beberapa POV. Ada banyak sekali POV di buku ini, bahkan beberapa karakter lain ikut bercerita, alam bahkan teori-teori fisika pun bercerita. Tapi kelemahannya cerita jadi terasa lambat dan cukup membosankan. Eits, jangan menyerah dulu. Akhir ceritanya worth it dan MANIS. Aku suka dengan sentuhan akhir yang diberikan penulis dan cara ia menutup ceritanya.

3.5 bintang untuk Nat dan Daniel. 

“There’s a Japanese phrase that I like: koi no yokan. It doesn’t mean love at first sight. It’s closer to love at second sight. It’s the feeling when you meet someone that you’re going to fall in love with them. Maybe you don’t love them right away, but it’s inevitable that you will.” - Nicola Yoon




Jumat, 08 September 2017

Review Under Water by Marisa Reichard

Judul : Underwater
Penulis : Marisa Reichardt.

Penerjemah : Merry Riansyah.

Penyunting : Ayu Yudha.

Cetakan : pertama, Maret 2017.

ISBN : 978-602-60443-4-1


Blurb :



Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.



Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki – lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman – temannya, tidak mampu ke sekolah.



Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar…


Pasca peristiwa 15 Oktober yang menimpa sekolahnya Morgan memilih menjauh dari kehidupan di dunia luar. Morgan adalah satu dari banyak murid yang selamat ketika sekolahnya porak-poranda dan akhirnya tutup. Ingatan tentang kejadian itu membuat Morgan diserang rasa panik sampai akhirnya dilarikan ke dokter.Morgan diketahui mengidap PTSD pasca trauma tersebut.

Selama pengobatan Morgan memutuskan tinggal dirumah dan menjauh dari dunia luar. Hidup Morgan berubah seketika setelah itu.Sahabatnya pergi, tidak ada lagi jalan-jalan dan berenang yang jadi kesukaannya. Morgan mulai memutuskan untuk belajar secara online. Setiap hari ia menghabiskan waktu di dalam rumah dan tidak sekalipun keluar dari pintu. Tapi di dalam rumah tidak lantas membuat Morgan merasa tenang. Ia kadang masih diserang rasa panik setiap kali melihat hal-hal yang mengingat tentang kejadian 15 Oktober. 

Lalu Morgan bertemu dengan tetangga baru sebelah apartmentnya. Namanya Evan, ia tercium seperti aroma pantai, ombak dan segala hal yang membahagiakan. Karena cowok itu Morgan punya alasan untuk keluar rumah. Setelah sedikit banyak yang cowok itu berikan padanya Morgan kembali jatuh cinta.

***
Upaya seorang gadis seperti Morgan, siapa yang sangka seorang gadis remaja populer bisa menderita 'penyakit' yang terbilang jarang diekspos yaitu luka traumatis atau PTSD. Buku ini sepenuhnya menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Morgan. Buku ini benar-benar bercerita tentang dia dan upayanya untuk bangkit. 

Tapi Morgan tidak sendirian, ia dikelilingi ibu yang menyayanginya, adik laki-lakinya yang ceria dan Evan seseorang yang benar-benar baru untuknya. Morgan juga memiliki perawat bernama Brenda yang menyemangatinya untuk mau keluar rumah. Morgan sepantasnya bersyukur dengan apa yang ia masih bisa terima pasca tragedi itu.

Morgan bukanlah gadis atau karakter yang loveable sebenarnya. Namun karakter Evan yang cukup menarik dan memikat. Loveable. Evan tidak ragu unttuk mendekati Morgan, memercikkan harapan-harapan dan semangat untuk sembuh. Hal yang sangat berat untuk Margon lakukan sebelum ia hadir dan mengetuk pintu hatinya.

Buku ini ternyata tidak hanya tentang Morgan saja. Ayahnya, yang dulu pernah menjadi tentara perang rupamya menderita pasca perceraian dengan ibu Morgan. Belum lagi masalah yang ia hadapi pasca peperangan membuat ia hidup dalam kesulitan dan jauh dari keluarga  Aku sedih melihat kenyataan bahwa Morgan dan ayahnya pernah sangat akrab dan saling menyayangi.

Walau termasuk lini young adult, dengan sub tema mental illnes tapi porsi romance dan keluarga tetap ada di novel ini. Percayalah alurnya yang lambat tidak akan membuat kamu bosan. Bertahanlah sedikit lebih lama dan nikmati kemana alur cerita ini membawamu. Aku yakin banyak pembaca akan terinspirasi dari kisah Morgan.  Aku berharap lebih banyak interaksi dan konflik Morgan-Evan di buku ini, karena aku suka sekali Evan Menurutku cerita bisa lebih berkembang jika karakternya bisa bergerak bebas dan menemukan akhir cerita indah mereka masing-masing

3.5 bintang untuk novel ini, :)



 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...