Tampilkan postingan dengan label IRRC 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IRRC 2016. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

Wrap Up Reading Challenge IRRC 2016 : Rainy - Summer

Welcome back to Wrap Up Indonesian Romance Reading Challenge 2016!

Akhirnya setelah melalui bulan-bulan penuh berkah, tiba waktunya me-rekapitulasi buku bacaan roman Indonesia yang telah aku baca selama 12 bulan terkahir. Semestinya setiap tiga bulan sekali aku menghitung progress membacaku. Tapi yah karena hostnya sedang sibuk bukan kepalang aku merekap menjelang akhir tahun saja. 

Selama dua belas bulan terakhir buku bacaan roman Indonesia yang kubaca tidak terlalu banyak. Tawaran untuk meng-host buku roman Indonesia sangat sedikit jadi tidak terlalu memacuku untuk membaca buku Indonesia. Bacaanku juga semakin beragam, mulai dari buku puisi, ilustrasi dan penulis yang semula aku tidak tertarik untuk membacanya. Aku banyak mencoba judul baru untuk menambah rasa bacaan romance, dan diselingi buku Asia lain. Ada pahit manisnya membaca buku roman Indonesia, dan makin menggoda pula cover buku Indonesia seiring berjalannya waktu. 

Melanjutkan rekapan sebelumnya, berikut makanan roman Indoensia yang kulahap selama Januari sampai Desember. Semoga aku terpilih untuk menangin voucher dari RC ini :( Jarang menang kuis lagi nih sekarang, but wish me luck. Keep optimis!

Selasa, 17 Mei 2016

Wrap Up Indonesian Romance Reading Challenge - January-April 2016


Hello everybody! Ini waktunya merekap bacaan roman Indonesia selama Januari sampai April.

Selama 4 bulan teakhir aku merasa tingkat semangat membacaku cenderung makin menurun. Alasan utamaku pasti karena kesibukkan di dunia nyata, yang membuat waktu luang untuk membaca jadi berkurang. Aku sudah memprediksikan ini sejak awal ikut IRRC Januari lalu. Tapi aku tetap bersikeras untuk ikut. Karena sudah berkomit mari kita lanjutkan saja :)

Sabtu, 12 Maret 2016

Rabu, 02 Maret 2016

Sabtu, 27 Februari 2016

Kamis, 11 Februari 2016

Book Review: Fortunata oleh Ria N Badaria


Judul Buku : Fortunata
Penulis : Ria N Badaria
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jenis : Amore  
Tebal: 168 hal
Tahun Terbit : Cetakan kedua, 2015
ISBN : 9786020321882
Rating: 2/5

Kamis, 04 Februari 2016

Resensi Buku: Merpati Tak Pernah Ingkar Janji | Sampai Maut Memisahkan Kita


Judul : Merpati Tak Pernah Ingkar Janji | Sampai Maut Memisahkan Kita

Penulis : Mira W

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2015

Rating : 3/5
 
Buku ini termasuk dalam edisi spesial 40 Tahun Mira W berkarya. Dalam satu buku terdapat dua cerita yang memiliki ikatan tema yang serupa.

Merpati Tak Pernah Ingkar janji bercerita tentang Maria, anak tunggal dari mantan pastor yang kini dipanggil Romo. Maria hidup berdua dengan sang ayah setelah ibunya meninggal tepat saat Maria dilahirkan. Saat hari kelahirannya Maria telah di janjikan untuk dipersembahkan kepada Tuhan sebagai bentuk penyesalan sang ayah atas masa lalunya. Janji itu bagaimana pun harus ditepati sebesar apapun rintangan yang harus dihadapi Maria nantinya.

Setelah habis cerita, kisah berlanjut pada hubungan percintaan Febrian dan Inge dalam Sampai Maut Memisahkan Kita. Kesalahan Febrian yang membuat Inge hamil di luar nikah terus membuntutinya. Beban pikiran Febrian semakin berat saat mengetahui janin yang ada di perut Inge tidak bisa di gugurkan. Jalan lain yang harus dipilih Febrian adalah dengan menikahi Inge.

Tidak lama, hubungan dua sejoli itu membuahkan seorang anak. Bukan kebahagiaan, justru kehadiran bayinya turut menambah beban pikiran Febrian. Siapa yang tidak sedih jika mendapati buah kebahagiaan mereka terlahir tidak sempurna? Cacat secara fisik dan menambah kekhawatiran kedua orang tua. Febrian justru malah meningglkan rumah tangganya yang terancam akan bercerai dan melanjutkan kuliah di negeri Paman Sam. Disana Febrian bertemu dengan wanita yang kembali membangkitkannya dari penyakitnya, Angela. Namun sejauh apapun kaki melangkah pergi ia sadar belum mampu meninggalkan isterinya dan anaknya yang cacat. Febrian kini harus memilih dari dua pilihan yang ada, kembali pada Inge atau melanjutkan jalinan cinta bersama Angela.

***

Sebagai buku pertama yang mengenalkanku pada gaya bercerita seorang Mira W, buku ini cukup mengesankan tapi tidak memesona hingga membuat hatiku terhipnotis dengan daya pikatnya.

Mira menuturkan dua jalinan kisah yang berbeda tentang kehidupan remaja dan sebuah cinta segitiga yang pelik. Sosok Maria menjadi sentral sebuah pengekangan anak atas orang tua. Febrian sebagai sebuah simbol kebebasan yang terhalang sebuah tanggung jawab. Dua tokoh ini hadir dengan atmosfer cerita yang berbeda dengan intrik masalah masing-masing yang disebabkan masa lalu mereka.

Maria, seorang anak tunggal dari mantan pastor yang terkenal ortodoks, disiplin dan kuat pendirian. Jiwa religius yang melekat padanya tidak jua luntur meski ia telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pastor. Romo, mendidik Maria seorang diri dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dengan cara yang keras dan tidak kenal ampun, ia menjauhkan Maria dari kehidupan sosial agar menjaga anaknya tetap suci saat diserahkan pada Tuhan. Namun, saat usia Maria menginjak 15 tahun Romo berubah pikiran dan memasukkan Maria kedalam sekolah khusus putri. Disana godaan dan cobaan telah menunggu gadis itu.

Walaupun saat pertama kali masuk sekolah Maria mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, Maria mampu melewati masa itu dan terbiasa dengan tingkah teman sekelasnya. Sebenarnya sedikit mengherankan awalnya aku mengira Maria akan mendapat bully yang terus berlanjut dan dikerjai gadis-gadis di sekolah, tapi Maria seketika menjadi populer setelah menjadi striker yang handal di tim volley sekolahnya.

Banyak hal-hal yang terkesan dipaksakan dan malah tidak logis terutama di awal pertemua Maria dengan Guntur. Awal ketertarikan Guntur pada Maria tidak dijelaskan, seorang pria tertarik untuk melihat kaki seorang gadis. Mungkinkah hal itu menjurus ke hal-hal yang bersifat sensual? Entahlah, tapi aku mulai tidak berandai-andai bagaimana kelanjutan kisah Maria ini.

Dari segi penokohan, penulis menggambarkan karakternya dengan sealami mungkin. Sifat remaja yang bebas, centil, ceplas-ceplos terwakili dalam teman-teman Maria. Karakter Maria tidak banyak perubahan. Ia tetap pemalu, polos dan selalu merasa rendah diri. Sifat terakhirlah yang membuat cerita ini tidak berkembang dengan baik. Tapi karena kepolosannya jugalah yang membawa gadis itu pada masalah lainnya, ia mulai meragukan pilihannya untuk menjadi biarawati selepas dari SMA. Selain itu Ia juga mulai merasakan ‘rasa’ yang tidak biasa pada Guntur. Jujur saja aku pun bingung bagaimana penulis merangkai hubungan Maria dengan Guntur, begitu juga dengan bagaimana ketertarikan diantara mereka mulai bersemi. Ah, rasanya ingin berhenti saja saat membaca kisah Maria ini. Endingnya juga tidak sesuai anganku, mengecewakan.

‘Jadi hanya seperti itu?’ tanyaku dalam hati saat kisah Maria sudah mencapai akhir halaman.

Sebagai cerita pembuka, Merpati Tak Pernah Ingkar Janji bisa dibilang tidak memuaskan untukku. Tapi pesan yang diangkat penulis sangat menggugah. Tentang bagaimana seseorang memegang prinsip dan ketaatannya pada yang Maha Kuasa. Mengingat latar yang dipakai penulis berada di Jakarta, orang-orang yang kolot dan tertutup seperti Maria dan ayahnya pasti akan mendapat pertentangan dari lingkungan sekitarnya. Cerita yang menarik untuk kamu pembaca yang sedang mencari kisah romansa lama.

Sampai Maut Memisahkan Kita, kisah kedua yang juga kaya makna dari Mira W. Kali ini menggunakan karakter utama pria bernama Febrian.Hubungan percintaannya kian rumit setelah ia sadar ia masih terikat dengan Inge dan sang anak.

Kuakui aku lebih menikmati cerita Sampai Maut Memisahkan Kita. Konfliknya lebih terasa dan penuturannya tidak terlalu bertele-tele. Alurnya pun lebih mudah dipahami. Yah, cukup memuaskan untukku. :)

Kamis, 21 Januari 2016

[Blogtour] Book Review & Giveaway: Sesaat di Keabadian oleh Mezty Mez





Judul : Sesaat di Keabadian
Penulis : Mezty Mez
Penerbit: EnterMedia
Editor : Ayuning dan Bayu Novri Lianto
Penyelaras aksara : Emka
Penata Letak : Biu Athea dan Maspri
Penyelaras Tata Letak : Gita Ramayudha
Desainer sampul : Maspri
Penyelaras Desain sampul: Gita Ramayudha
Tahun terbit: 2015
Harga : Rp. 42.000

Minggu, 17 Januari 2016

Resensi Buku Meet Lame oleh Christian Simamora



Judul : Meet Lame

Penulis : Christian Simamora

Penerbit : Twigora

Editor : Prisca Primasari

Designer sampul : Dwi Anissa

Penata letak : Gita Mariana

Ilustrasi isi : Mailoor

Tahun terbit : November 2015

- Available @bukupedia
Somehow, suara hatiku menasihatiku tentang betapa pentingnya memaafkan supaya bisa move on dari cinta lama. Saat masih emosi ketika berbicara empat mata dengan Dani membuktikan aku belum benar-benar bisa melupakan cowok itu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...