Tampilkan postingan dengan label Bentang Pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentang Pustaka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Desember 2025

Resensi Buku 1984 Karya George Orwell

 


Winston Smith harus menjalani hidupnya dengan tunduk pada aturan Partai. Sebagai salah satu pengawai pemerintah dibawah naungan Kementrian Kebenaran, setiap harinya ia harus menghapus data-data sejarah, publikasi maupun foto agar sesuai dengan kehendak politik Partai.

Di dalam semesta 1984, dunia terpecah menjadi 3 blok adidaya yakni Eurasia, Eastasia dan Oceania. Winston Smith tunduk pada aturan Oceania, setiap harinya ia menyaksikan dunianya diselimuti oleh kebohongan dan tirani penguasa yang disimboliisasikan sebagai sosok yang mereka sebut dengan Bung Besar. 

Oceania dipimpin dengan gaya diktaktor dan militersme, dimana masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk berpikir, berpendapat maupun berbuat sesuai kehendaknya sendiri. Segala perilaku diatur oleh Partai. Negara ini sering berkonflik dan berperang dengan Eurasia maupun Eastasia. Sehingga perang mrupakan sesuatu yang umum disana.

"Segala keyakinan, kebiasaan, selera, emosi dan sikap mental yang menandai zaman kita, benar-benar dirancang untuk mendukung mistik Partai dan mencegah tersingkapnya sifat-hakikat sebenarnya dari masyarakat kita sekarang ini."

Quotes Novel 1984 Karya George Orwell

 
Judul : 1984
Pengarang : George Orwell
Penerjemah : Landung Simatupang
Cetakan kesembilan, Oktober 2024
Penerbit : Bentang

"yang lebih biasa terjadi ialah bahwa orang yang telah menimbulkan ketidaksukaan Partai raib begitu saja dan tidak pernah kedengaran kabar beritanya lagi".

"Lotre itu, hadiahnya sangat besar dan diundi seminggu sekali, adalah satu-satunya peristiwa publik yang diperhatikan dengan serius oleh kaum prol. Mungkin saja, untuk sekian ribu proletar Lotre itulah alasan pokok, kalau bukan satu-satunya, untuk bertahan hidup."

"Di London ini banyak sekali orang yang tidak pernah cukup makan sejak lahir sampai matinya. ... Dan sementara itu segelintir orang, hanya beberapa ribu-para kapitalis, begitu sebutannya-yang kaya dan kuasa. Mereka punya segalanya yang bisa dimiliki. Rumah mereka besar dan megah dengan tiga puluh abdi, mereka ke sana kemari naik mobil dan kereta yang ditarik empat kuda, minum sampanyem pakai topi tinggi-"

"Segalanya ada bagi kepentingan dan keuntungan mereka. Anda-rakyat biasa, para  pekerja-adalah budak mereka. Mereka bisa melakukan apa saja yang mereka mau terhadap mereka."

"Semua catatan sudah dimusnahkan atau dipalsukan, setiap buku sudah ditulis ulang, setiap gambar telah dilukis atau dicat ulang, setiap patung dan jalan dan bangunan diberi nama baru, setiap hari tanggal kejadian sudah diubah, ... Sejarah sudah berhenti. Tidak ada apa-apa lagi kecuali suatu masa kini tanpa akhir yang di dalamnya partai selalu benar."

"Orang membayangkan suatu masyarakat di mana kemakmukan, dalam arti harta milik dan kemewahan pribadi, harus dibagikan merata, sedangkan kuasa tetap berada di tangan segelintir warga kasta kecil yang memperoleh hak istimewa. Tetapi dalam praktik suatu masyarakat demikian tidak dapat lama bertahan stabil. Sebab jika kelonggaran hidup dan keamanan sama-sama dinikmati semua orang, sejumlah besar manusia yang biasanya terbingungkan oleh kemiskinan akan menjadi pintar dan belajar berpikir sendiri dan sekali mereka berbuat demikian, cepat atau lambat akan mereka sadari bahwa minoritas yang menggenggam hak istimewa itu tidak mempunyai fungsi apa pun, dan akan mereka sapu bersih. Dalam jangka panjang, sebuah masyarakat hierarkis hanya mungkin jika ditegakkan di atas dasar kemiskinan dan bebodohan."

"Dalam masa kita sekarang ini kelompok-kelompok penguasa itu sama sekali tidak saling perang. Perang dikobarkan oleh setiap kelompok penguasa terhadap rakyatnya sendiri, dan sasaran perang itu bukan untuk menaklukan atau mencegah penaklukan atas sesuatu wilayah, melainkan menjaga keutuhan dan ketangguhan struktur masyarakat. - hlm 250

"Sosing dan pesaing-pesaingnya muncul sebagai teori-teori politik yang rapi dan utuh." 

"Orang-orang seperti apa yang akan mengendalikan dunia ini juga sudah sama jelasnya. Kelompok bangsawan baru terutama terdiri atas birokrat, ilmuwan, teknisi, organisastor buru, pakar publisitas, sosiolog, guru, wartawan dan politisi profesional."  - hlm 256

"Dari sudut pandang para penguasa sekarang, satu-satunya bahaya sejati yang mengancam ialah menyempalnya suatu kelompok baru yang terdiri atas orang-orang yang cakap, setengah pengangguran, dan haus kuasa, serta tumbuhnya liberalisme dan skeptisme di jajaran mereka sendiri.  Dengan kata lain, masalhnya ialah Pendidikan." - hlm 259

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 21 Juli 2016

Book Review Strawberry Cheesecake by Ayuwidya




Judul Buku: Strawberry Cheesecake

Penulis: Ayuwidya
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2016
Tebal: 304 hlm
ISBN: 978-602-291-138-8
Available At: bukupedia.com


“Apakah semua laki-laki mengukur kesempurnaan perempuan berdasarkan keahliannya di dapur?”

Untuk mendapatkan hati laki-laki yang diidamkan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan mendapatkannya dengan cara berbohong sekalipun. Alana, si foto model cantik yang sedang naik daun tergila-gila dengan bintang sinetron bernama Aidan. Tapi Aidan tidak terlalu merespon sinyal rasa suka yang dikitimkan Alana. Gadis itu sering membawakan strawberry cheescake  dan mengaku membuatnya sendiri. Padahal kenyataannya Alana hanya membelinya di Orchid Cafe untuk membuat Aidan terkesan. 

Saat Aidan diterpa gosip sedang dekat dengan Bianca, Alana makin gencar untuk menarik hati Aidan. Alana tahu Aidan menyukai gadis yang bisa memasak terutama membuat cake. Maka dari itu ia membuktikan dirinya bisa membuat cake dengan cara berpura-pura membawakan cake yang sebenarnya bukan buatannya. 

Tapi kebohongan tidak pernah bertahan selamanya. Saat berkunjung ke apartement Aidan, muncul tim dari program tv Celebrity Cake Show yang menantangnya untuk membuktikan kemampuannya dalam membuat cake. Berlokasi di shooting di Lembang, Alana kembali bertemu dengan pria yang pernah ditemuinya saat sedang berada di Orchid Cafe.

Book Review Déessert by Elsa Puspita


Judul Buku: Déessert
Penulis: Elsa Puspita
Penerbit: Bentang Pustaka
Terbit: 2016
Tebal: 318 hlm
ISBN: 978-602-291-121-0
Rating : 4.5/5

Available at: bukupedia 

"Hatiku dan hatimu, tahu apa yang dipilihnya."


Setelah acara  kuliner yang ia pandu di Jakarta berhenti tayang, Naya pulang ke kampung halamannya di Palembang. Tempat dulu ia menjalani masa kecil hingga menemukan cinta pertamanya. Di sana tepatnya saat di bangku SMA ia menyatakan cinta pada Dewa yang menjadikan pria itu begitu berarti dihatinya.

Naya pertama kali mengenal Dewa dari sahabatnya Lulu yang ternyata memiliki seorang adik yang hanya beda satu tahun darinya. Dewa yang pendiam, berkacamata tebal dan selalu mengurung diri di perpustakaan justru memikat hati Naya. Tidak ada yang salah dari Dewa, ia hanya tidak menyenangi kegiatan fisik seperti teman pria lainnya dan memilih bersahabat dengan buku. Tapi justru Naya terpikat pada Dewa dan makin sering mendekatinya. Bahkan teman sekelasnya menganggap Dewa seolah tidak ada. Kini hanya Naya yang ada di kehidupan Dewa dan Dewa juga merasakan perasaan yang sama pada Naya. 

Dan setelah keduanya lulus SMA mereka memilih jalan masing-masing. Dewa yang sudah memiliki rencana untuk masa depannya memutuskan melanjutkan kuliah ke Sidney dan menekuni dunia pastry lebih serius. Dan Naya pada akhirnya merantau ke Jakarta dan berhasil meraih karir sebagai presenter acara kuliner. Keduanya berhasil meraih apa yang mereka inginkan yang memang sudah jadi kegemaran mereka sejak lama. Tapi itu tidak bertahan lama. Begitu juga dengan berakhirnya hubungan mereka secara tidak jelas.

Kepergian Dewa ke Sidney menjadi tantangan berat untuk hubungan mereka. Dewa yang selalu sibuk dengan pendidikannya di sana membuat sebuah jurang tercipta diantara mereka. Komunikasi semakin jarang dan Dewa menghilang bersama raganya. Semua berjalan makin tidak tepat saat Dewa tidak pulang di tahun pertamanya setelah kuliah. Dan hal itu membuat Naya patah hati. Dan juga mematahkan janji yang sudah mereka rencanakan selama ini.

Sabtu, 16 April 2016

Book Review Javier by Jessica Huwae (Completly)




Judul : Javier

Penulis : Jessica Huwae

Penyunting : Noni Rosliyani

Perancang sampul : @labusiam

Pemeriksa aksara : Septi Wa

Penata aksara : Martin Buczer

Penerbit : Bentang Pustaka

Terbit : November 2014

Tebal : 264 hlm

Rating : 3.5/5

Tagline :
Cinta yang tak lagi sederhana



Setelah mengalami writer’s blog hampir satu setengah tahun, Javier dihadapkan pada posisi yang tidak menyenangkan selama karir menulisnya. Editornya, Rosi memberikan kesempatan terakhir kepada Javier untuk menyelesaikan tulisannya yang tidak kunjung selesai. Jika dalam waktu 30 hari tidak ada karya satu pun yang dihasilkan oleh Javier, penerbitan akan meninjau ulang kontrak menulisnya. Lebih buruk lagi uang muka dari hasil penjualan buku Javier sebelumnya terpaksa harus dikembalikan. 

Dalam posisi terjepit seperti itu tak ada yang lebih ia rasakan selain rasa sesak dan gagal. Berbeda dengan penulis-penulis muda yang bersemangat menelurkan karya perdana mereka, Javier malah terjebak dalam kebuntuan ide. Ia tidak semudah itu menuliskan kisah hidup yang remeh-temeh menjadi sebuah buku. Produktivitasnya bahkan tidak bisa menyamai  kecepatan menulis sahabatnya Saosan. Menurut Javier, karya tulisan yang bagus haruslah dihasilkan dari buah ketenangan dan inspirasi yang banyak. 

Dengan tuntutan deadline 30 hari yang dibebankan, Javier mengambil keputusan untuk menyepi di kawasan Pucak, Bogor. Disana ia bertemu dengan orang-orang baru yang menambah pemahamannya pada cerita yang akan ditulisnya. Salah satunya Pak Tohir si pemilik vila tempat Javier menginap. Rumah yang dijaga oleh Pak Tohir dulunya adalah sebuah tempat peristirahatan sebuah keluarga Jendral. Rumah itu telah lama ditinggalkan oleh Usman Abiddin-pemilik aslinya. Rumah itu juga menjadi saksi tentang kekuatan cinta dan menyimpan rahasia dari masa lalu Tanaya-cucu dari Usman Abiddin.

Cerita dibuka dengan pertemuan singkat Javier dengan Rosi. Mereka tengah membahas kelanjutan karir kepenulisannya setelah beberapa  tahun Javier tidak menghasilkan karya satupun. Perpisahannya dengan Duma setelah lima tahun menikah meruntuhkan semangat menulis. Ia sadar hanya Duma yang mampu membangkitkan kembali gairahnya saat menulis. Tapi percuma saja ia menyesali diri karna sampai kapan pun Duma tidak pernah kembali.

Sampai suatu ketika Javier menginap di sebuah vila di kawasan Puncak. Rumah yang begitu nyaman namun menyimpan luka. Sebuah jurnal tersimpan di salah satu rak buku yang isinya sudah menguning. Pak Tohir tidak pernah menjelaskan secara detail tentang koleksi buku didalamnya. Tapi Javier punya keingintahuan sendiri, hingga akhirnya ia berhasil menemukan sebuah kisah masa lalu pemilik keluarga itu dan menemukan titik terang arah cerita yang akan ditulisnya.

Setting berganti mundur puluhan tahun silam dengan menjadikan sepasang muda-mudi sebagai karakter utama. Padma, seorang gadis lulusan botani yang amat mencintai dunia tumbuh-tumbuhan. Ia adalah anak jendral yang baru saja selesai menuntaskan studi di Eropa. Terlahir dari sebuah keluarga militer dan dipimpin oleh kepala keluarga yang tegas, membuat dirinya sulit untuk menentukan nasibnya terutama tentang urusan percintaan. 

Suatu ketika ia bertemu dengan salah seorang prajurit bernama Bernadus Tirto. Pria yang pendiam dan tidak tahu asal usul keluarganya. Tidak lama benih-benih cinta mengisi kekosongan hati mereka. Tapi tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka termasuk ayah Padma. Sebuah hasrat menguasai keduanya kian tidak terbendung. Padma akhirnya hamil dan hal ini membuat keluarganya muntab. Bernadus Tirto yang mengaku bertanggung jawab atas bayi yang dikandung Padma justru dipindah tugaskan ke Aceh. Sementara Padma dijodohkan dengan pebisnis kayu bernama Robi untuk menutupi aib keluarga.

Baik Bernadus maupun Padma tidak pernah berhenti berjuang untuk kembali bertemu. Kesetiaan, janji dan kepercayaan selalu memenuhi hati masing-masing. Akankah waktu mampu mempertemukan mereka kembali?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...