Tampilkan postingan dengan label Dwitasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dwitasari. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2018

[Resensi] Tidak Pernah Ada Kita - Dwitasari

Tidak Pernah Ada Kita
Penulis: Dwitasari
Penerbit: Bentang Belia
Terbit: 2018
Tebal: 172 hlm
Kategori: Novel, romance

Blurb

Aku begitu berharap terlalu tinggi, pada hadirmu di sini. Namun, semakin aku mencintai, semakin aku menyadari, aku hanyalah teman yang kamu cari ketika kamu merasa sepi.

Kamu menggantungkan kejelasan status hubungan kita. Aku sering bertanya, adakah cinta? Kamu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Jika tak ada cinta, lalu mengapa kamu memintaku kembali, setiap kali aku memutuskan pergi? Lalu mengapa tidak kamu sudahi, jika hadirku tidak penting lagi?

Aku menatap matamu, dengan sisa-sisa air mataku. Aku dan kamu tidak akan pernah jadi kita. Meskipun aku sungguh cinta, belum tentu kamu juga cinta.

Review

Perasaan sering kali bisa menjadi rumit. Setiap orang ingin perasaannya berbalas. Dan tidak seorang pun rasanya ingin ditolak.

Ini cerita tentang Bella, penulis novel fiksi yang sedang terkukung pada masa lalu kegagalan kisah cintanya. Bella pernah putus cinta, cowok terakhir yang ia pacari berhasil mematahkan hatinya. Dan hal itu memberi pukulan berat bagi Bella. Tapi ia beruntung masih memiliki satu orang sahabat yang masih peduli padanya. Namanya Aga, dan diam-diam Aga mencintai Bella.

Cerita dibuka pada momen ketika Aga mengajak Bella nonton pertandingan sepak bola. Bella sudah lama memimpikan dapat bertemu Bambang Pamungkas. Dan Aga memujudkan impian itu ketika mengajaknya menonton.

Tapi setelah selesai pertandingan itu Bella bertemu dengan pemain lain, namanya Cyrus. Yang akhirnya mereka berfoto bersama dan saling bertukar nomer handphone. Yang awalnya hanya berfoto bersama, bukan siapa-siapa, justru malah membuat Bella dan Cyrus semakin dekat.

Tidak tahu siapa yang akhirnya jatuh cinta duluan, tapi Bella selalu merindukan kehadiran Cyrus. Setiap kali Cyrus ada laga tanding Bella selalu menyempartkan diri untuk menonton. Di waktu luangnya Cyrus dan Bella sering menghabiskan waktu bersama. Tapi kelihatannya Cyrus tidak pernah menyatakan status hubungan mereka berdua. Bagaimana kelangsungan hubungan mereka nantinya? Akankah salah satu dari mereka siap untuk patah hati kembali atas ketidakpastian ini?



Senin, 03 April 2017

[Resensi] Setelah Kamu Pergi Karya Dwitasari

Setelah Kamu Pergi
Penulis :
Dwitasari 
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 9786024301019
Tahun Terbit: Januari 2017
Genre: Romance
Rating : 3/5

Blurb

Aku melepas pelukmu dengan harapan ini bukan yang terakhir. Namun, kamu tetap pergi. Air mataku yang jatuh satu per satu, tak pernah kamu gubris lagi. Begitu saja kamu putuskan untuk lari, tanpa peduli dengan segalanya yang sudah kita bangun sejauh ini. Sehebat apa dia hingga mengubahmu jadi lelaki yang tak lagi kukenali?

Kamu ciptakan perpisahan, tanpa menatap aku yang kesakitan. Kamu kuburkan semua kenangan, seakan aku tidak pernah kamu jadikan tujuan. Kamu bunuh semua harapan hingga membuat aku muak dan kelelahan.

Kapan hari itu akan datang? Saat pada akhirnya kamu akan berhenti mencari, kemudian menyadari bahwa akulah harusnya tempatmu kembali.
Mereka yang mengenal cinta kadang hanyut dalam belaiannya sampai lupa bahwa cinta bisa mengahanyutkan dan membutakan. Tanpa sadar ketika sudah masuk kedalamnya tak akan sadar lagi bahwa segenap jiwa sudah diberikan pada yang tercinta. Adakalanya cinta akan pupus dan hancur ketika semua berubah. Ketika cinta berubah yang tadinya manis jadi hampa. Lalu saling menyalahkan dan mundur perlahan. Yang tertinggal bukanlah lagi kenangan-kenangan indah, yang buruknya justru tersingkap keluar.

Ketika cinta tinggal menjadi masa lalu apakah akan terus terjebak didalamnya selamanya? Atau memilih bangkit dan menemukan kebahagiaan yang baru? Setiap orang punya jawabannya sendiri. Mereka yang pernah terluka akan menemukan jawabannya seiring berjalannya waktu.

Minggu, 28 Agustus 2016

Resensi Jatuh Cinta Diam-Diam karya Dwitasari



Judul: Jatuh Cinta Diam-Diam

Penulis: Dwitasari

Penerbit: Plotpoint

Tebal: 217 halaman

Tahun Terbit: 2014

Rating : 3/5 


Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai; memilih untuk diam, memerhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap orang juga punya cara sendiri untuk berbagi tawa dan menyembunyikan tangisnya sendiri.

Setelah sukses dengan Raksasa Dari Jogja, Dwitasari kini mengumpulkan 14 kisah ini. Kisah tentang kebahagiaan mencintai dan kepedihan memendam cinta. Kisah tentang orang-orang yang menyimpan sebuah nama di hati mereka. Kisah yang akan membuat kita bertanya: apa halangan untuk nyatakan cinta?

Menyukai rekan sesama kantor tapi berujung tidak mau mengungkapkan. Padahal kesempatan jelas terbuka di depan mata. Hal-hal kecil seperti berebut bangku di hari pertama sekolah tapi menjadi awal persahabatan yang dilema karena justru persahabatan itu menumbuhkan cinta. Atau cinta yang hadir karena terbiasa memerhatikan hal kecil seperti memesan kopi apa dia malam ini dan bagaimana responnya setiap kali membicarakan filosofi dari kopi itu sendiri misalnya. Atau Atau hal paling Dilematis di muka bumi ini, saat kau jatuh cinta dan terhalang perbedaan keyakinan.

Resensi Buku Memeluk Masa Lalu karya Dwitasari


Memeluk Masa Lalu

Penulis : Dwitasari

Penyunting : Dila Maretiqhasari

Ilustrasi sampul : Naidi Atika

Ilustrasi isi : Musthofa Nur Wardoyo

Pemeriksa aksara : Mia F. Kusuma & Nurul Handayani

Penata aksara : Martin Buczer

Digitalisasi : Rahmat Taani H.

Penerbit : Bentang Belia

Tebal : 132 hlm

Terbit : 2015

Rating : 2/5



Ketika bertemu kembali dengan Cleo di MeetYou, sebenarnya dia hanya ingin minta maaf dan pamit. Raditya hanya ingin gadis itu berhenti mencari tahu tentangnya, berhenti menulis tentangnya, dan berharap gadis itu segera membencinya.


Cleo, selain sedang menyelesaikan kuliahnya di universitas ternama di Depok ia juga seorang penulis fiksi. Menulis sudah jadi bagian dari hidupnya. Tema yang ia angkat dalam ceritanya selalu tentang pria di masa lalunya Raditya. Cleo dan Raditya bertemu saat di perjalanan Cibinong-Yogyakarta. Umur mereka yang terpaut 5 tahun membuat hubungan keduanya sulit untuk dipertahankan. Cleo hanya bisa mencurahkan perasaannya melalui cuitan di sosial media dan tulisan novelnya.

Sebagai seorang penulis Cleo sangat menghargai betul para pembacanya. Ia tidak sungkan untuk berbalas email atau sekedar menyapa di akun media sosialnya. Cleo juga sering menyempatkan diri untuk memenuhi undangan workshop kepenulisan untuk membagi ilmunya pada pembaca. Salah satu workshop yang ia hadiri adalah di Yogyakarta tepatnya di UII Yogyakarta. Saat sesi tanya jawab seorang pembaca mengingatkan Cleo pada keberadaan Raditya saat ini. Entah dimana pria itu berada tapi Cleo masih belum bisa melupakannya. Dan masih berusaha mencari keberadaannya.

Sebuah kebetulan mempertemukan Cleo di sosial media MeetYou. Pria asing yang tidak dikenalinya menanyakan kabar Cleo dan memperkenalkan diri. Tapi begitu Cleo sadar pria itu memiliki kesamaan dengan Raditya ia akhirnya tahu bahwa pria itu memang Raditya. Cleo yang sudah berkomitmen untuk tidak berhubungan lagi dengan Raditya langsung menghapus pria itu dari daftar pertemanannya. Tapi mereka malah bertemu saat perjalanan pulang menuju Cibinong.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...