Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juni 2017

Tips Singkat dan Jitu Mengurangi Timbunan Buku | How To



Beberapa orang sedang berusaha menghabisan buku yang dibacanya, sementara di belahan dunia yang lain orang-orag sibuk menimbun. Miris.

Dikalangan Ordo Buntelan terdapat sebuah istilah 'Timbunan'. Yang merujuk pada budaya menimbun dan mengumpulkan. Timbunan bacaan yang berceceran kadang bikin sedih hati. Tiap bulan nambah terus, tiap minggu buku baru terbit terus sementara waktu membaca statis. Sehari hanya 24 jam.

Selasa, 18 Oktober 2016

Cara Mengenali Ekspresi Seseorang Yang Sedang Berbohong


Seorang Agen FBI Beberkan 10 Ekspresi Wajah Ketika Seseorang Berbohong
Birdman/Alison Rosa/Regency Enterprises/www.imdb.com


Menurut penelitian, bahasa tubuh nggak bisa berbohong. Tanpa lie detector, para ahli bisa mengetahui perbedaan pernyataan yang seseorang utarakan dengan gerak tubuh yang ditunjukkan. Seorang agen FBI yaitu Mark Bouton mengungkapkan ekspresi wajah yang menandakan bahwa orang di depanmu sedang berbohong.

Melirikkan Mata Berulang Kali 

Sikap ini adalah reaksi psikologis yang timbul ketika seseorang merasa nggak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan. Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan secara berulang bisa dianggap sebagai cara dia untuk mencari jalan keluar saat ketakutan.

Kedipan Mata Lebih Cepat

Menurut Bouton, orang yang merasa stres dan berbohong akan mengedipkan matanya 5 atau 6 kali dalam waktu yang cepat. Namun ada pengecualian bagi penderita Parkinson dan schizophrenia.


Memejamkan Mata Beberapa Detik

Sikap ini dianggap sebagai bentuk perlindungan ketika seseorang tengah berbohong. Wah, perlu diamati lebih lanjut nih kalau ada orang yang suka memejamkan mata saat mengobrol sama kamu.

Menatap atau Melirik Ke Kanan

Orang yang mengandalkan tangan kanan mereka cenderung melihat ke arah kanan ketika berbohong dan ke arah atas atau kiri untuk mengingat kejadian sesungguhnya. Sedangkan untuk orang kidal, mereka akan melakukan hal yang sebaliknya.

Senyuman Palsu Tanpa Ekspresi

Orang yang tengah berbohong atau memberikan senyuman palsu adalah ketika mata mereka nggak ikut terpengaruh dengan gerakan bibirnya. Hal tersebut makin diperkuat ketika kerutan di sekitar mata nggak muncul.



Menggaruk atau Menyentuh Wajah Saat Bicara

Bourton menjelaskan bahwa seseorang yang telah berbohong akan merasakan bahwa wajahnya sedikit gatal. Hal tersebut merupakan reaksi kimia yang muncul ketika seseorang mengarang cerita.

Mengerucutkan Bibir

Ketika seseorang berbohong, maka dia akan merasa bahwa bibirnya sangat kering. Hal itu juga terjadi ketka seseorang merasa gugup. Maka dari itu, dia akan mengerucutkan bibir untuk mengurangi rasa kering tersebut.


Tangan, Kening dan Pipi Berkeringat 

Meski situasinya nggak panas, orang yang gugup terutama karena berbohong akan mengeluarkan keringat dalam jumlah lebih banyak di area leher belakang, dahi dan pipi.

Wajah Memerah

Untuk perempuan, tanda pipi merona bukan hanya muncul saat merasa malu. Blushing adalah efek yang ditimbulkan ketika sympathetic nervous system memberikan respons terhadap hormon adrenalin yang keluar.


Menggelengkan kepala Secara Spontan

Orang yang tengah memberikan pernyataan dan secara refleks menggelengkan kepala, dia tengah menolak pernyataan yang dia ucapkan sendiri. Sebaliknya, orang yang jujur cenderung menganggukkan kepala mereka.

Ayo, mungkin kamu kalau sedang berbohong juga melakukannya,


Aku punya satu judul buku yang tema ceritanya juga seputar Kebohongan. Ditulis oleh E. lockheart kamu akan mendapati twist dan kejutan yang nggak akan kamu duga selama membaca buku ini. Selamat membaca dan berhati-hatilah dengan pembohong disekitarmu.





Selasa, 26 Juli 2016

[Ask Author] With Tere Liye - Pulang



Halo, masih setia mampir ke Booch Consultant kan ya? Karena disini kalian bisa nemuin berita dan kabar menarik soal buku dan penulis yang sayang banget untuk dilewatkan. 


Di postingan kali ini saya akan menyajikan tanya penulis bersama Tere Liye saat bedah buku Pulang di Islamic Book Fair (6/3) beberapa waktu lalu. Bedah buku ini dipandu oleh seorang host bernama Jaka Lelana dan disiarkan langsung oleh radio Sindotriwijaya FM. Jadi selain bisa datang langsung ke Istora Senayan pembaca yang tidak bisa datang bisa mendengarkan tanya jawab dengan Tere Liye melalui siaran radio.

Kalau kalian belum pernah baca buku Pulang, kalian bisa baca resensi yang sudah pernah saya tulis di sini.



Di bedah bukunya, bang Tere mengatakan bahwa novel Pulang punya dua premis. Pertama, setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Contohnya sakit hati, bertengkar dengan teman atau orangtua,  di khianati, sakit hati atau bertepuk sebelah tangan. Tapi diluar itu kita punya sesuatu yang menarik untuk dipikirkan. Di novel ini punya masalah tersendiri yaitu definisi dari ‘Pulang’.

Premis yang kedua adalah tentang ‘apakah semua orang berhak untuk pulang?’. Tapi bukan arti pulang secara fisik, namun definisi pulang yang lebih hakiki yaitu pulang untuk menemukan hakikat kejelasan dalam hidup masing-masing.  

Tere liye berusaha menggarap premis tersebut menjadi kisah yang menarik dengan membangun  setting yang dekat dengan passion yang ia kuasai seputar dunia ekonomi. (karena aslinya Tere Liye adalah seorang akuntan). Hal ini mennjawab dengan jelas mengapa ia terlihat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan dunia shadow economy di novelnya.

Penulis yang punya nama asli Darwis ini mengatakan bahwa dunia shadow economy yang terjadi di dalam novel memang benar terjadi di dunia nyata. Bab pembuka yang melibatkan perburuan babi hutan di pedalaman Sumatra juga sudah disengaja untuk membuat cerita semakin kompleks. Bahkan bang Tere sempat ingin memberi judul pada novel ini menjadi ‘Babi Hutan’. Tapi tentu saja ia membatalkannya dan memilih judul Pulang untuk menarik perhatian pembaca.

Tere Liye juga mengaku menulis novel Pulang tidak sesulit saat beliau menulis novel Rindu. Ia bisa membuat cerita lebih berkembang dengan memasukkan setting tempat yang beragam, contohnya ketika Bujang pergi ke Hongkong, lalu lari ke Filipina dan kembali lagi satu tempat ke Indonesia. Ia juga memasukkan ‘pemanis’ dan twist cerita lewat kisah roman Ayah dan Ibu Bujang yang mendapat penolakkan karena perbedaan masa lalu mereka.
Tidak hanya membahas ringkasan proses menulis, ada sesi tanya jawab untuk pengunjung yang sudah hadir lho. Penasaran apa aja sih yang pembaca tanya ke bang Tere bahas di book fair kemarin? Sekarang mari kita simak Ask Author edisi Tere Liye dan kisah di balik proses penulisan novel Pulang.
Enjoy :)

Minggu, 24 Juli 2016

Tips mengatasi 37 Kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak



Tips mengatasi 37 kesalahan mengasuh orangtua  kepada anak dikutip dari buku 37 Kebiasaan Orangtua yang Menghasilkan Perilaku Buruk pada Anak karangan Ayah Edy.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...