Tampilkan postingan dengan label Penerbit Spring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerbit Spring. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2018

Review A List of Cages - Robin Roe

Judul: A List of Cages
Pengarang: Robin Roe
Tebal: 372 hlm
Cetakan: 1, Januari 2018
Penerbit: Spring
Kategori: Fiksi, remaja, bullying

Review

Siapa yang menyangka bahwa persahabatan bisa bertahan begitu lama bahkan bila itu sudah bertahun-tahun lamanya. 

Julian adalah anak yang istimewa, namun hidup seperti membuatnya terkukung dalam penjara dan membuatnya tidak bisa hidup seperti anak SMA seumurannya. Julian adalah penderita disleksia, ketidakmampuan untuk membaca dengan lancar. Ia sudah mengalami hal itu sejak di sekolah dasar. Bahkan di kelas lima ia pernah mengikuti kelas khusus untuk perbaikan membaca. Di kelas membaca itu setiap anak memiliki tutor yang akan membantu mereka belajar.

Di kelas baca itulah Julian dan Adam bertemu. Adam adalah cowok aktif dan periang yang juga merupakan salah satu tutor disana. Saat itu Adam sudah SMA tapi ia sangat baik terhadap Julian. Sifat Adam yang sangat bertolak belakang dengan Julian rupanya mampu membuat Julian lebih terbuka tentang kehidupan dan kesulitan yang ia alami.

Pertemanan  mereka bisa dibilang timbul tenggelam. Adam dan Julian sempat tidak bertemu dalam waktu cukup lama pasca kepindahan Julian ketika ia akhirnya diadopsi oleh pamannya. Mereka baru bertemu kembali saat Adam menjadi asisten di sekolah Julian. Barulah ia tahu bahwa Julian masihlah anak laki-laki penyuka buku-buku bergambar yang dulu ia kenal..

Jika dilihat dari tampak luar Julian tidak lebih dari anak-anak fresman (sebutan untuk siswa tingkat pertama SMA di US) pada umumnya. Tapi sebenarnya Julian menyimpan sesuatu dalam kemurungan hari-harinya. Dr. Whitlock-psikolog di sekolah Julian dan Adam menilai ketertinggalan Julian di sekolah adalah karena masalah umum yang biasa di hadapi remaja. Apalagi Julian pernah punya masalah diseleksia, yang ternyata masih ia alami hingga masuk SMA.

Maka untuk membantu kondisi Julian, ia dipertemukan lagi dengan Adam. Mau tidak mau Adam jadi terlibat dalam kehidupan Julian saat ini. Tidak hanya itu ia semakin terseret dalam permasalahan yang selama ini disembunyikan oleh Julian.




Minggu, 18 Februari 2018

Illuminae by Amie Kaufman & Joy Kristoff | Very Short Review


 

Judul: Illuminae (Illuminae files #1)
Penulis: Amie Kaufman & Joy Kristoff
Penerbit: Spring


Planet Kerenza diserang oleh pesawat musuh tepat beberapa saat setelah Ezra dan Kady putus. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, rasanya tidak sampai hati melihat satu diantara mereka harus mati karena penyerangan brutal itu.

Lalu dalam pelariannya pesawat musuh masih mengincar mereka. Kady dan Ezra terpaksa harus berpisah pesawat dan menghadapi musuh dengan kemampuan mereka sendiri. Rupanya sebuah sistem kendali komputer-AIDAN melihat tanda kejeniusan Kady dan membawanya pada kematian. Mampukah Kady menyelamatkan penghuni planet Kerenza yang tersisa? Siapkah Kady untuk kehilangan Ezra? ❤

Bila ada yg bilang buku apa yang benar-benar kusukai belakangan ini apa, tentu aku bakal jawab ILLUMINAE. Buku ini benar-benar 100% sci-fi terbaik! Dari formatnya yang sangat unik, berisi dokumen-dokumen yang di hack— termasuk email, chat, diary pribadi, catatan militer, interview, laporan, dan yang lainnya.

Ceritanya yang bikin mengingatkanku pada Star Wars. Apalagi aku baca ini setelah nonton The Last Jedi. Wah makin menjerit-jerit sejadi-jadinya aku.

Ezra, Kady, AIDAN adalah karakter penting dalam buku ini. Tapi yg paling melankolis menuruku adalah AIDAN. Awalnya sulit untuk menebak jalan pikirannya, semua terasa tidak mungkin bagiku apalagi dia cuma kecerdasan buatan. Tapi sungguh AIDAN ini puitis sekaligus bisa romantis juga.

Kalau kamu termasuk pecinta high fantasi, ingin konsep dan gaya cerita yg baru aku bakal rekomendasi novel ini. Percayalah kamu mungkin akan jenuh dan bingung pada awalnya. Tapi please jangan menyerah, semakin kebelakang kamu akan terbiasa dan mungkin akan jatuh cinta dengan ceritanya

Yang nggak aku suka dari buku ini hampir sangat sedikit, contohnya di bagian kalimat AIDAN yg terlalu puitis, bertele-tele. Sampai hubungan Ezra dan Kady juga sangat kurang dieksplor, yeah jadi aku sedikit kurang puas dengan endingnya. Tentu aku akan menantikan buku kedua Gemina yang masih akan diterjemahkan oleh Penerbit Spring. Semoga penerjemahan serial ini akan berujung sampai buku terkhir.

Rabu, 20 September 2017

[Review] The Sun Is Also Star

Judul: The Sun is Also a Star
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Tebal: 384 halaman
Penerbit: Spring, 2017
 Indonesian cover edition 


“How can you trust something that can end as suddenly as it begins?”
- The Sun Is Also Star
 
Blurb

Natasha, gadis kelahiran Jamaica yang percaya pada Sains. Baginya Sains adalah segalanya. Ia tidak percaya pada Takdir.

Daniel, lelaki keturunan Korea yang sangat puitis dan percaya bahwa takdir itu ada.

Kedua remaja dengan perbedaan pandangan itu bertemu. Secara tak sengaja,,, atau mungkin disebut takdir? Pertemuan itu membuat Daniel jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Natasha, ia percaya, bahwa semesta dan takdir telah mempertemukan mereka. Ia percaya bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Sebaliknya, Natasha menolak untuk percaya takdir. Ia berpikir semua hanyalah sebuah kebetulan. Ia tak ingin berharap terlalu banyak, pada apapun, terutama pada Cinta. Selagi hidupnya… masa depan nya dipertaruhkan karena kesalahan sang Ayah, ia tak mau menggantungkan hidup pada takdir.

Lalu apa yang akan dilakukan Daniel untuk meyakinkan takdir itu nyata? Tapi apakah sesungguhnya takdir itu ada… ataukah memang benar pendapat Natasha, bahwa yang ada hanyalah sebuah kebetulan belaka?

***
Natasha dan keluarganya pindah dari Jamaika sebagai imigran. Seperti setiap imigran yang datang ke Amerika, mereka berharap hidup yang lebih baik setelah kepindahan mereka. Tapi di tengah harapan itu keluarga mereka justru terancam di deportasi. Padahal, untuk Natasha Amerika sudah jadi seperti rumahnya sendiri. Nat tidak ingin pergi dan bersikeras mencari cara agar keluarga mereka berhasil diselamatkan.

Di tempat yang lain cowok keturunan Korea sedang menuntut kebebasannya. Namanya Daniel Jae Ho Bae, ia lahir dari keluarga miskin yang merupakan pendatang dari Korea. Mereka sekeluarga pindah ke Amerika Serikat. Kedua orang tuanya bekerja sangat keras agar mereka jadi kaya untuk bisa menyekolahkan Daniel dan adiknya samppai ke perguruan tinggi. Tapi orang tua yang sangat menaruh harap pada Daniel membuat ia terkukung. Ia bertekad untuk bebas dan mencapai hal-hal yang sebenarnya ia inginkan. Sampai suatu ketika takdir mempertemukannya dengan gadis negroid yang hampir dideportasi kembali ke negaranya.

Manusia adalah mahluk yang tidak masuk akal. Bukannya diatur oleh logika, kami diatur oleh emosi. Dunia akan menjadi tempat yang lebih bahagia kalau yang berlaku adalah kenyataan yang berlawanan.

Review

Selain John Green penulis young adult yang menurutku pandai meramu konflik remaja, Nicola Yoon pantas untuk disandingkan dengannya. The Sun is Also Star merupakan kisah spesial dua anak muda berbeda ras namun sesama pendatang yang menggantungkan hidupnya di negeri orang. 
Tapi keduanya sangat berbeda sekali dari segi karakter. Natasha adalah gadis yang realistis sekali. Terlihat setiap kali ia bercerita ia tidak berniat menggantungkan hidup pada sesuatu yang tidak pasti. Takdir dan cinta misalnya. Ia bukan gadis yang mudah menyerah. Ia tahu apa yang ia inginkan dan menempatkan sesuatu dengan semestinya. Namun ia hidup di New York, kota yang keras bagi imigran yang menyerbu mencari penghidupan. 

Sedangkan Daniel adalah apa yang tidak ada dalam diri Nat. Ia mempercayai mimpi sekaligus penulis puisi, hal-hal yang justru tidak diinginkan oleh ibunya yang menginginkan Daniel bekerja sebagai dokter. Hidupnya tak beraturan seketika berubah ketika ia bertemu dengan Nat. Ia tak tahu cinta akan berkembang begitu cepat saat pertama kali ia bertemu dengan gadis itu; Love at the first sight.

“I didn't know you this morning, and now I don't remember not knowing you.”  

Pertemuan mereka hanya berlangsung sehari, cinta keduanya tumbuh secepat itu juga. Tapi banyak hal luar biasa yang mereka lalui kala pertemuan itu. Cinta keduanya manis sekali walaupun terlihat biasa saja sebenarnya.
Seperti yang kukatakan, buku ini hanya berlangsung sehari namun terasa panjang dan lama. Penulis mengemas jalannya cerita menggunakan beberapa POV. Ada banyak sekali POV di buku ini, bahkan beberapa karakter lain ikut bercerita, alam bahkan teori-teori fisika pun bercerita. Tapi kelemahannya cerita jadi terasa lambat dan cukup membosankan. Eits, jangan menyerah dulu. Akhir ceritanya worth it dan MANIS. Aku suka dengan sentuhan akhir yang diberikan penulis dan cara ia menutup ceritanya.

3.5 bintang untuk Nat dan Daniel. 

“There’s a Japanese phrase that I like: koi no yokan. It doesn’t mean love at first sight. It’s closer to love at second sight. It’s the feeling when you meet someone that you’re going to fall in love with them. Maybe you don’t love them right away, but it’s inevitable that you will.” - Nicola Yoon




Jumat, 08 September 2017

Review Under Water by Marisa Reichard

Judul : Underwater
Penulis : Marisa Reichardt.

Penerjemah : Merry Riansyah.

Penyunting : Ayu Yudha.

Cetakan : pertama, Maret 2017.

ISBN : 978-602-60443-4-1


Blurb :



Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri.



Morgan tidak bisa keluar dari pintu depan apartemennya, rumah yang dia tinggali bersama ibu dan adik laki – lakinya. Gadis itu merasa sedang berada di bawah air, tidak mampu naik ke permukaan, tidak mampu bertemu dengan teman – temannya, tidak mampu ke sekolah.



Saat Morgan kira dia tidak bisa menahan napasnya lebih lama lagi, seorang cowok pindah ke sebelah rumahnya. Evan mengingatkannya pada laut yang asin, dan semangat yang dia dapatkan dari berenang. Mungkin, Evan adalah bantuan yang dia butuhkan untuk terhubung kembali dengan dunia luar…


Pasca peristiwa 15 Oktober yang menimpa sekolahnya Morgan memilih menjauh dari kehidupan di dunia luar. Morgan adalah satu dari banyak murid yang selamat ketika sekolahnya porak-poranda dan akhirnya tutup. Ingatan tentang kejadian itu membuat Morgan diserang rasa panik sampai akhirnya dilarikan ke dokter.Morgan diketahui mengidap PTSD pasca trauma tersebut.

Selama pengobatan Morgan memutuskan tinggal dirumah dan menjauh dari dunia luar. Hidup Morgan berubah seketika setelah itu.Sahabatnya pergi, tidak ada lagi jalan-jalan dan berenang yang jadi kesukaannya. Morgan mulai memutuskan untuk belajar secara online. Setiap hari ia menghabiskan waktu di dalam rumah dan tidak sekalipun keluar dari pintu. Tapi di dalam rumah tidak lantas membuat Morgan merasa tenang. Ia kadang masih diserang rasa panik setiap kali melihat hal-hal yang mengingat tentang kejadian 15 Oktober. 

Lalu Morgan bertemu dengan tetangga baru sebelah apartmentnya. Namanya Evan, ia tercium seperti aroma pantai, ombak dan segala hal yang membahagiakan. Karena cowok itu Morgan punya alasan untuk keluar rumah. Setelah sedikit banyak yang cowok itu berikan padanya Morgan kembali jatuh cinta.

***
Upaya seorang gadis seperti Morgan, siapa yang sangka seorang gadis remaja populer bisa menderita 'penyakit' yang terbilang jarang diekspos yaitu luka traumatis atau PTSD. Buku ini sepenuhnya menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Morgan. Buku ini benar-benar bercerita tentang dia dan upayanya untuk bangkit. 

Tapi Morgan tidak sendirian, ia dikelilingi ibu yang menyayanginya, adik laki-lakinya yang ceria dan Evan seseorang yang benar-benar baru untuknya. Morgan juga memiliki perawat bernama Brenda yang menyemangatinya untuk mau keluar rumah. Morgan sepantasnya bersyukur dengan apa yang ia masih bisa terima pasca tragedi itu.

Morgan bukanlah gadis atau karakter yang loveable sebenarnya. Namun karakter Evan yang cukup menarik dan memikat. Loveable. Evan tidak ragu unttuk mendekati Morgan, memercikkan harapan-harapan dan semangat untuk sembuh. Hal yang sangat berat untuk Margon lakukan sebelum ia hadir dan mengetuk pintu hatinya.

Buku ini ternyata tidak hanya tentang Morgan saja. Ayahnya, yang dulu pernah menjadi tentara perang rupamya menderita pasca perceraian dengan ibu Morgan. Belum lagi masalah yang ia hadapi pasca peperangan membuat ia hidup dalam kesulitan dan jauh dari keluarga  Aku sedih melihat kenyataan bahwa Morgan dan ayahnya pernah sangat akrab dan saling menyayangi.

Walau termasuk lini young adult, dengan sub tema mental illnes tapi porsi romance dan keluarga tetap ada di novel ini. Percayalah alurnya yang lambat tidak akan membuat kamu bosan. Bertahanlah sedikit lebih lama dan nikmati kemana alur cerita ini membawamu. Aku yakin banyak pembaca akan terinspirasi dari kisah Morgan.  Aku berharap lebih banyak interaksi dan konflik Morgan-Evan di buku ini, karena aku suka sekali Evan Menurutku cerita bisa lebih berkembang jika karakternya bisa bergerak bebas dan menemukan akhir cerita indah mereka masing-masing

3.5 bintang untuk novel ini, :)



 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...