Tampilkan postingan dengan label Tere Liye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tere Liye. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

EVENT Launching Novel Tentang Kamu : Aku Datang Untuk kamu


Beberapa orang pria berkaus hijau muda mentereng sibuk mengangkat bangku-bangku dan menjajarkannya menjadi beberapa baris ke belakang. Dua bangku berbahan lembut diletakkan di bagian paling tengah ruangan itu. Sebuah meja dengan bunga dan buku diapit keduanya. Bisa terlihat di belakang meja dan bangku utama itu terdapat banner yang menunjukkan acara peluncuran buku Tentang Kamu yang juga dihadiri oleh penulisnya Tere Liye.

Dapatkan novel Tentang Kamu di selur toko buku terdekat.
Aku tidak bisa menyebutnya sebagai panggung, tapi singgasana nyaman tepat di tengah ruangan toko buku itu sudah bisa dibilang sebagai panggung. Posisinya persis menghadap keluar toko buku dan setiap orang yang lewat didepan toko akan bisa melihat bahwa si penulis telah hadir menyapa pembacanya. Aku bisa menyebut acara sore itu dihadiri sekitar seratus orang lebih. Tempatnya yang sempit dan jatah bangku yang disediakan membuat beberapa pengunjung terpaksa berdiri untuk sekedar melihat si penulis ngobrol dan berbagi cerita.

Buku Tentang Kamu adalah buku kedua puluh enam Tere Liye. Sekaligus jadi buku ketiga yang terbit di tahun 2016. Penulis yang sering berbagi nasihat di facebook ini memang dikenal produktif dalam menelurkan buku baru. Walaupun pada dasarnya nilai-nilai yang disisipkan di setiap bukunya hampir selalu sama. Tapi rasanya tetap tidak pernah bosan membaca buku karya penulis yang satu ini. 

Selasa, 26 Juli 2016

[Ask Author] With Tere Liye - Pulang



Halo, masih setia mampir ke Booch Consultant kan ya? Karena disini kalian bisa nemuin berita dan kabar menarik soal buku dan penulis yang sayang banget untuk dilewatkan. 


Di postingan kali ini saya akan menyajikan tanya penulis bersama Tere Liye saat bedah buku Pulang di Islamic Book Fair (6/3) beberapa waktu lalu. Bedah buku ini dipandu oleh seorang host bernama Jaka Lelana dan disiarkan langsung oleh radio Sindotriwijaya FM. Jadi selain bisa datang langsung ke Istora Senayan pembaca yang tidak bisa datang bisa mendengarkan tanya jawab dengan Tere Liye melalui siaran radio.

Kalau kalian belum pernah baca buku Pulang, kalian bisa baca resensi yang sudah pernah saya tulis di sini.



Di bedah bukunya, bang Tere mengatakan bahwa novel Pulang punya dua premis. Pertama, setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Contohnya sakit hati, bertengkar dengan teman atau orangtua,  di khianati, sakit hati atau bertepuk sebelah tangan. Tapi diluar itu kita punya sesuatu yang menarik untuk dipikirkan. Di novel ini punya masalah tersendiri yaitu definisi dari ‘Pulang’.

Premis yang kedua adalah tentang ‘apakah semua orang berhak untuk pulang?’. Tapi bukan arti pulang secara fisik, namun definisi pulang yang lebih hakiki yaitu pulang untuk menemukan hakikat kejelasan dalam hidup masing-masing.  

Tere liye berusaha menggarap premis tersebut menjadi kisah yang menarik dengan membangun  setting yang dekat dengan passion yang ia kuasai seputar dunia ekonomi. (karena aslinya Tere Liye adalah seorang akuntan). Hal ini mennjawab dengan jelas mengapa ia terlihat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan dunia shadow economy di novelnya.

Penulis yang punya nama asli Darwis ini mengatakan bahwa dunia shadow economy yang terjadi di dalam novel memang benar terjadi di dunia nyata. Bab pembuka yang melibatkan perburuan babi hutan di pedalaman Sumatra juga sudah disengaja untuk membuat cerita semakin kompleks. Bahkan bang Tere sempat ingin memberi judul pada novel ini menjadi ‘Babi Hutan’. Tapi tentu saja ia membatalkannya dan memilih judul Pulang untuk menarik perhatian pembaca.

Tere Liye juga mengaku menulis novel Pulang tidak sesulit saat beliau menulis novel Rindu. Ia bisa membuat cerita lebih berkembang dengan memasukkan setting tempat yang beragam, contohnya ketika Bujang pergi ke Hongkong, lalu lari ke Filipina dan kembali lagi satu tempat ke Indonesia. Ia juga memasukkan ‘pemanis’ dan twist cerita lewat kisah roman Ayah dan Ibu Bujang yang mendapat penolakkan karena perbedaan masa lalu mereka.
Tidak hanya membahas ringkasan proses menulis, ada sesi tanya jawab untuk pengunjung yang sudah hadir lho. Penasaran apa aja sih yang pembaca tanya ke bang Tere bahas di book fair kemarin? Sekarang mari kita simak Ask Author edisi Tere Liye dan kisah di balik proses penulisan novel Pulang.
Enjoy :)

Minggu, 28 Februari 2016

Quotes Novel Tere Liye - The Best of Life



Kata mutiara atau quotes seringkali menjadi nilai lebih dari sebuah buku. Kata-kata indah yang menyindir maupun memuji bisa jadi penentu buku itu pantas masuk daftar buku favorit atau tidak,

Selain sebagai hiburan, buku menjadi penyaji nilai-nilai kehidupan yang tidak akan pudar. Dari sebuah narasi dan quotes yang ada di dalamnya bisa menjadi tempat penulis menyisipkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Pesan tersebut bisa jadi lewat narasi, dialog antar tokoh atau kutipan pengiring di setiap bab-nya.

Atas kesenanganku pada novel karangan Tere Liye, berikut Aku sajikan quotes paling disenangi pembaca novel karangan Tere Liye selengkap mungkin.
Enjoy.

Sabtu, 19 Desember 2015

Resensi Novel Pulang: Sebuah Arti Hidup Dalam Kisah Anak Rimba



"Pergilah, anakku, temukan masa depanmu. Sungguh kelak besok lusa kau akan pulang. Jika tidak ke pangkuan Mamak, kau akan pulang pada hakikat sejati yang ada di dalam dirimu" - hlm 24


Kali ini Tere Liye mengangkat kisah hidup seorang anak rimba bernama Bujang hingga akhirnya ia meraih kesuksesan menjadi seorang jagal nomor satu di keluarga Tong. Bujang adalah anak satu-satunya dari Samad dan Midah. Mereka tinggal di sekitar lereng bukit Barisan jauh di pelosok Sumatra. Mereka bekerja sebagai petani dan hidup terpisah dari keluarga besar karena hubungan Samad-Midah tidak direstui oleh keluarga. Hal itu yang menyebabkan mereka akhirnya diusir dari kampung dan hidup dalam kesulitan ekonomi.  

Bujang pernah mendapat siksaan dari Bapak karena ia ketahuan belajar agama dan mengikuti ajaran-ajaran yang diajarka ibunya. 
Kenangan masa lalu itu membuat Bujang selalu teringat dan lama-kelamaan kenangan itu tidak bisa terhapuskan dari ingatannya.

Senin, 23 November 2015

Resensi Buku Bulan oleh Tere Liye



 "Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan dan mendengarkan alam liar tersebut."
Bulan (Bumi #2)
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cover dan Ilustrasi: eMTe
ISBN:978-602-03-1411-2
Tahun terbit: 2015
Tebal: 400 halaman
Rate: 4/5
Reaksi singkat: Suka sama semua quotesnya, Matahari, please?
Available @bukupedia
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.

Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.

Minggu, 04 Oktober 2015

Book Review: Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta oleh Tere Liye


Rate: 5/5
Reaksi Singkat; Kalau hati ini bisa menjerit, pasti ia akan teriak "Ya! Buku ini gue banget!"
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Agustus 2014
Tebal: 69 hlm
Cover & Ilustrasi: eMTe
Sinopsis: Goodreads

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...