Tampilkan postingan dengan label Psycology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psycology. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Cara Mengenali Ekspresi Seseorang Yang Sedang Berbohong


Seorang Agen FBI Beberkan 10 Ekspresi Wajah Ketika Seseorang Berbohong
Birdman/Alison Rosa/Regency Enterprises/www.imdb.com


Menurut penelitian, bahasa tubuh nggak bisa berbohong. Tanpa lie detector, para ahli bisa mengetahui perbedaan pernyataan yang seseorang utarakan dengan gerak tubuh yang ditunjukkan. Seorang agen FBI yaitu Mark Bouton mengungkapkan ekspresi wajah yang menandakan bahwa orang di depanmu sedang berbohong.

Melirikkan Mata Berulang Kali 

Sikap ini adalah reaksi psikologis yang timbul ketika seseorang merasa nggak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan. Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan secara berulang bisa dianggap sebagai cara dia untuk mencari jalan keluar saat ketakutan.

Kedipan Mata Lebih Cepat

Menurut Bouton, orang yang merasa stres dan berbohong akan mengedipkan matanya 5 atau 6 kali dalam waktu yang cepat. Namun ada pengecualian bagi penderita Parkinson dan schizophrenia.


Memejamkan Mata Beberapa Detik

Sikap ini dianggap sebagai bentuk perlindungan ketika seseorang tengah berbohong. Wah, perlu diamati lebih lanjut nih kalau ada orang yang suka memejamkan mata saat mengobrol sama kamu.

Menatap atau Melirik Ke Kanan

Orang yang mengandalkan tangan kanan mereka cenderung melihat ke arah kanan ketika berbohong dan ke arah atas atau kiri untuk mengingat kejadian sesungguhnya. Sedangkan untuk orang kidal, mereka akan melakukan hal yang sebaliknya.

Senyuman Palsu Tanpa Ekspresi

Orang yang tengah berbohong atau memberikan senyuman palsu adalah ketika mata mereka nggak ikut terpengaruh dengan gerakan bibirnya. Hal tersebut makin diperkuat ketika kerutan di sekitar mata nggak muncul.



Menggaruk atau Menyentuh Wajah Saat Bicara

Bourton menjelaskan bahwa seseorang yang telah berbohong akan merasakan bahwa wajahnya sedikit gatal. Hal tersebut merupakan reaksi kimia yang muncul ketika seseorang mengarang cerita.

Mengerucutkan Bibir

Ketika seseorang berbohong, maka dia akan merasa bahwa bibirnya sangat kering. Hal itu juga terjadi ketka seseorang merasa gugup. Maka dari itu, dia akan mengerucutkan bibir untuk mengurangi rasa kering tersebut.


Tangan, Kening dan Pipi Berkeringat 

Meski situasinya nggak panas, orang yang gugup terutama karena berbohong akan mengeluarkan keringat dalam jumlah lebih banyak di area leher belakang, dahi dan pipi.

Wajah Memerah

Untuk perempuan, tanda pipi merona bukan hanya muncul saat merasa malu. Blushing adalah efek yang ditimbulkan ketika sympathetic nervous system memberikan respons terhadap hormon adrenalin yang keluar.


Menggelengkan kepala Secara Spontan

Orang yang tengah memberikan pernyataan dan secara refleks menggelengkan kepala, dia tengah menolak pernyataan yang dia ucapkan sendiri. Sebaliknya, orang yang jujur cenderung menganggukkan kepala mereka.

Ayo, mungkin kamu kalau sedang berbohong juga melakukannya,


Aku punya satu judul buku yang tema ceritanya juga seputar Kebohongan. Ditulis oleh E. lockheart kamu akan mendapati twist dan kejutan yang nggak akan kamu duga selama membaca buku ini. Selamat membaca dan berhati-hatilah dengan pembohong disekitarmu.





Kamis, 11 Agustus 2016

Book Review Khokkiri by Lia Indra Andriana


Judul : Khokkiri

Penulis : Lia Indra Andriana

Penyunting : O Lydia Panduwinata

Desain cover : Saiful Rohman

Layout : Hwang Anna

Penerbit : Haru

Terbit : Cetakan pertama, Juli 2011

Tebal : 308 hlm

978-602-983-251-8

Rating : 3/5



Ini kisah rumit dua pasang kekasih yang nyata atau tidak nyata dihubungkan oleh kejadian tragis di masa lalu.

Becca, gadis pendiam yang senang menuliskan cerita sehari-harinya di laman blog pribadi. Ia lahir lebih dulu dari adik kembar identiknya yang bernama Della. Mereka berdua sangat sulit dibedakan bahkan ayah mereka sendiri tidak dapat mengenali mana yang Becca dan mana yang Becca. Hingga kecelakaan bus menimpa keduanya tidak ada yang benar-benar tahu pasti siapa dari mereka yang dianggap tewas. Becca memang pernah berkhayal memiliki teman khayalan, tapi ia tidak tahu temannya itu adalah Della  yang ia kira sudah meninggal. Seolah seperti mimpi Della muncul seolah ingin mengambil raganya kembali.

Rabu, 08 Juni 2016

Review Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako



Judul : Girls in the Dark
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerjemah : Andry Setiawan
Penyunting : Nona Aubree
Proofreader : Dini Novita Sari
Ilustrator : @teguhra
Penerbit : Haru
Terbit : Cetakan pertama, Mei 2014
Tebal : 279 hlm 

Rating : 3/5 
Available @bukupedia
 
“Klub ini seperti sebuah klub sosial. Siapa pun yang bisa memasuki statusnya akan terangkat.” – hlm 33

Setelah beberapa tahun ditutup karena kekurangan anggota, kegiatan klub sastra Sekolah Katolik Putri Santa Maria di buka kembali. Klub tersebut dibuka kembali atas permintaan anak dari salah satu pengelola penting di sekolah bernama Shiraisi Itsumi. Awalnya tidak mudah untuk Itsumi membangun kembali klub sastra di sekolahnya. Diperlukan setidaknya satu ketua dan satu orang wakil untuk mengisi sebuah klub. Lalu terpilihlah Itsumi sebagai ketua dan sahabatnya Sumikawa Sayuri sebagai wakil ketua.

Tempat berkumpul kegiatan klub sastra SMA Putri Santa Maria berada di sebuah bangunan bekas biara yang berada di luar satu kompleks sekolah. Atas ide Itsumi biara tua itu di rombak menjadi sebuah kastel mewah untuk kegiatan klub sastra. Istumi menyebutnya sebagai salon yang berarti sebuah ruangan tempat berkumpul untuk membicarakan hal-hal tentang sastra maupun akademik.

Bangunan itu dirancang senyaman mungkin, dilengkapi dengan koleksi buku langka, interior mahal, dapur modern dan segala macam kemewahan didalamnya.Semua itu dibuat atas permintaan Itsumi pada ayahnya. Dalam waktu yang singkat klub sastra tumbuh menjadi sebuah klub sosial elit di sekolah. Hanya orang-orang yang dipilih oleh Itsumi saja yang bisa bergabung dalam klub itu. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...