Tampilkan postingan dengan label Korean. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korean. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2020

Kumpulan Puisi I See You Like A Flower - Review


 

BLURB

Bunga liar 

Harus dilihat dengan seksama 

maka ia terlihat cantik.

Harus dilihat cukup lama

maka ia terlihat menarik.

Begitu pula dengan dirimu.


Buku ini, merupakan karya sastra berbentuk kumpulan puisi. Penulisnya merupakan penyair kelahiran Korea Selatan,   Na Tae Joo,  yang juga karya-karyanya sudah sering diangkat dalam beberapa judul drama korea salah satunya Encounter.

Sebelum membaca puisi Na Tae Joo, aku belum pernah melihat karyanya maupun menonton drama yang menyisipkan karya-karya beliau. Tanpa berlama-lama aku memutuskan untuk membaca karyanya ini, yang sudah dalam bentuk terjemahan diterbitkan oleh Penerbit Haru. Di akun instagramnya Penerbit Haru, cukup kencang hype antusias pembaca menantikan buku ini. Katanya sih sudah sering dibaca di Korea sana dan banyak public figure Korea yang menyukainya. Tentu aku berpikir puisi-puisi di dalamnya pastilah sangat bagus hingga seantusias itu dinantikan oleh pembaca.

Jadi, aku yang notabenenya jarang sekali membaca puisi berharap bisa menginterpretasikan isi karya-karya puisi di I See You Like a Flower. Aku ingin terlebih dahulu mengomentari sampulnya. Jenis sampul yang sederhana, soft, dan simpel termasuk dalam sampul favoritku. Selain mewakili puisi-puisi di dalamnya yang sarat akan kelembutan, cinta kasih dan kerinduan, buku ini bisa dibawa-bawa baik laki-laki atau perempuan karena sampulnya yang sederhana dan tidak mencolok. Terkadang beberapa jenis sampul agak 'mendiskriminasi' karena terlalu feminim dengan ilustrasi yang terkesan norak. Namun tidak untuk sampul ini, yang cenderung universal dan bisa dibawa saat baca di luar ruangan.

Puisi-puisi di dalam buku ini ada banyak, dibagi menjadi tiga bagian, semua puisi di dalamnya mengusung tema jatuh cinta, romansa, kerinduan dan cinta kasih. Panjang baitnya pun bervariasi, mulai dari puisi yang panjang sampai pendek 4-5 baris ada di dalamnya. Buku ini makin terlihat artistik saat diselingi beberapa ilustrasi floral seperti bunga sampai keindahan sosok wanita. 

Diantara keseluruhan puisi di dalam buku ini, ada tiga puisi favoritku, yaitu Hari Ini Kau Berada di Tempat yang Jauh, Gugurnya Bunga Magnolia dan Bunga Liar-1.

Hari Ini Kau Berada di Tempat yang Jauh adalah puisi yang menceritakan kerinduan penulis terhadap seseorang yang jauh darinya, yang menimbulkan kerinduan yang mendalam kepada orang yang dicintainya sehingga muncul rasa cemas juga khawatir. Namun puisi mengajak pembaca untuk menerima kerinduan itu seolah ingin memeluknya hingga tak perlu lagi ada rasa ragu dan cemas. 

Gugurnya Bunga Magnolia menceritakan betapa sulitnya untuk melepaskan seseorang yang kita cintai. Penulis menggambarkan sosok yang dicintainya itu sebagai bunga, ia memimpikan agar semua itu tidak tampak terlalu mengerikan namun sebuah paradoks bahwa perpisahan makin terasa menyakitkan setiap kali ingatan itu muncul kembali. Penulis menyampaikan perasaan sakit itu dengan baik melaui tiap baitnya.

Sementara Bunga Liar-1, adalah puisi pendek dengan baris sedikit sekaligus aku cintai dari buku ini. Kamu bisa membacanya di blurb di halaman belakang buku, walaupun sederhana namun pesan yang ingin disampaikan penulis sungguh menghangatkan hati.

Sejauh ini, aku menyukai bagaimana penulis menyampaikan rasa cinta dan kerinduan dengan puisi yang indah juga menentramkan. Membacanya mengingatkanku pada kebiasaanku saat SMA dulu yang senang menulis puisi cinta-cintaan. Meski tak sejago Na Tae Joo, puisi ini mengingatkanku pada perasaan cinta yang menggebu-gebu saat di bangku sekolah. Namun aku sudah dewasa, perasaan berbunga-bunga seperti itu sudah lama sekali lewat. Aku memandang cinta sebagai sesuatu yang krtis dan rasional bukan lagi gelora hasrat yang meledak-ledak saat pertama kali menemukan cinta pertama.

Aku belum menemukan kekhasan apa yang membuat kumpulan puisi ini begitu digandrungi semua orang khususnya di Korea, menurutku (yang tidak begitu paham dunia syair menyair), puisi-puisi ini tidak menimbulkan bekas dan kesan yang 'wah'. Tapi bila kamu mencari bacaan ringan dan habis sekali baca, yang menyukai prosa dan kata-kata indah, buku ini wajib dibaca. 

Judul : I See You Like A Flower

Penulis :Na Tae Joo

Penerbit : Haru

Terbit : 2020

Tebal : 164 hlm


Hari ini Kau Berada di tempat yang jauh

Setiap hari setiap menelpon

Bertanya dan bertanya kembali

dimana, sedang apa

sedang bersama siapa, apa ada sesuatu yang terjadi

Apakah makan dengan baik dan tidur dengan nyenyak

 

Ketika bangun pada pagi hari

Melihat matahari bersinar menyilaukan

Sepertinya sepanjang malam tidak ada sesuatu yang terjadi

Hari ini pun kau berada di tempat yang jauh

Kini seluruh bumi adalah tubuh dan hatimu

 

Gugurnya Bunga Magnolia

Di hari kau meninggalkanku

Aku harap bunga menkar

Aku harap itu musim semi

Dimana bunga magnolia mekar

Diantara bunga-bunga

Seolah mneunjukkan cahaya

Bunga putih di atas langit dan bumi.

 

Di hari kau meninggalkanku

Aku harap aku tidak mennangis

Aku harap bisa melepasmu

Dengan hati ringan sambil melamaikan tangan

Sambil mengucapkan salam perpisahan

Layaknya kepada orang yang pergi berlibur sehari.

 

Meskipun begitu

Di dalam hatiku ada bunga

Yang layu tanpa kau tahu

Bunga magnolia putih

Gugur ke atas tanah sambil menahan tangis

 

Kamis, 05 Januari 2017

[Review] Puzzle Of Lies



Puzzle Of Lies
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerbit : Haru
Terbit : Januari 2016
Tebal : 580 halaman
Rating : 4/5

Sinopsis :
 
Namaku Jo Yun Geon, seorang pengacara.
Beberapa hari yang lalu, Mi Hyang, temanku saat kuliah, tiba-tiba menelepon ke kantor biro hukum tempatku bekerja. Dia adalah seorang hakim dan hubungan kami sedikit rumit.
 
“Aku ingin kau menjadi wali,” kata Min Hyang. 

“Namanya Dan Tae, anak laki-laki, usia sembilan tahun.”

Sialnya, aku tidak bisa menolak saat tiba-tiba anak laki-laki itu datang ke apartemenku dan harus tinggal denganku
.
Selesailah sudah kehidupan single-ku yang bebas.

Jo Yun Geon adalah pengacara yang memiliki spesialisasi mengurusi harta warisan. Ia sudah terbiasa dengan klien yang memiliki tingkah beragam. Tapi baru petama ia bertemu dengan klien yang sangat ingin melindungi harta kekayaannya dari keluarganya. Suatu hari Jo Yun Geon mendapat klien pria pemilik perusahaan besar peminjaman uang. Asetnya sangat banyak, properti dan gedungnya tersebar di seluruh Korea tapi ia tidak ingin memberikan satu pun kekayaannya ketika ia mati nanti kepada anak-anaknya.

Sabtu, 31 Desember 2016

Rabu, 28 Desember 2016

Kamis, 18 Agustus 2016

[Review] Cheeky Romance



Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania
Penyunting: NyiBlo
Design Cover: COKROID ifulution@gmail.com
Penerbit: Haru
Cetakan kelima, November 2014
447 halaman
Rating  : 4,5/5

Menemani sahabatnya So Yeong untuk memeriksakan kandungan di rumah sakit malah berbuntut kesialan untuk Yoo Chae. Salah seorang dokter kadungan di rumah sakit itu yang sempat menarik perhatiannya tiba-tiba muncul dihadapannya saat tengah siaran langsung.

Yoo Chae bekerja sebagai reporter di sebuah stasiun TV. Persaingan untuk mendapatkan acara tv tetap membayang-bayangi reporter disana. Ketika Yoo Chae berkesempatan mendapatkan acara tetap di bidang kuliner sebuah insiden terjadi. Seorang dokter kandungan menjegat Yoo Chae yang sedang melahap bubur kacang merah, ikan fugu dan menenggak alkohol. Dokter itu tidak tahan melihat kelakuan Yoo Chae yang tengah hamil memakan makanan itu karena dapat membahayakan bayinya. Dokter itu melakukannya persis ditengah acara disiarkan secara langsung di seluruh penjuru negeri. Yoo Chae sangat malu akan hal itu dan ia djuluki sebagai 'Ibu Hamil Nasional'.

Jumat, 12 Agustus 2016

Book Review Mr B vs Miss AB: Reality (Blood Type series #1) by Byanca Sastra

Judul : Mr B vs Miss AB: Reality (Blood Type series #1)

Penulis : Byanca Sastra

Desain cover : Jang Shan Dyandha Hanjani

Penata isi : Yusuf Pramono

Penerbit : Grasindo

Terbit : Maret 2015

Tebal : 234 hlm

Rating : 3/5



Sebagai salah satu anak yang hidup dan besar di dalam panti asuhan Han Mi Soo sangat tahu bagiamana rasanya tinggal disana. Satu rumah dengan banyak anak terlantar yang bernasib sama, diurus oleh ibu panti dan masih banyak kisah lainnya yang sulit untuk dilupakan. Sampai suatu ketika dialah yang terpilih untuk diadopsi, Mi Soo ingin rumah panti itu terus berdiri. Ia berjanji akan selalu mampir dan membantu kegiatan disana sebisa yang ia lakukan.

Hye Sun pernah bilang kalau Mi Soo memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi. Sedikitnya hal itu memang benar. Setelah bekerja di Caffest Mi Soo masih saja tetap mengunjungi panti asuhan itu. Mungkin sifatnya ini memang didasari golongan darah AB miliknya yang juga menurunkan sifat suka berkomentar tentang segala sesuatu.

“Aku sungguh tidak bisa menebak apa yang ada di dalam pikiranmu. Bahkan kita baru mengenal satu sama lain tetapi kau sudah menjadi beban baru untukku. – Ji Hoon
Sampai tiba suatu ketika seorang pria datang memberitahukan perihal perobohan panti asuhan itu. Tega sekali orang itu yang berani merobohkan panti yang sudah menjadi rumahnya. Mi Soo tidak tinggal diam lantas ia mengajukan syarat pada pria yang ternyata seorang pengacara untuk menyediakan rumah baru bagi anak-anak panti. Tapi kenapa tiba-tiba pria itu membatalkan perjanjian dengannya? Mi Soo tidak akan semudah itu menyerah pada permintaan pengacara yang ternyata bernama Choi Ji Hoon. Mi Soo tidak akan berhenti sampai keinginannya dipenuhi.

Choi Ji Hoon tidak mengerti apa pentingnya panti asuhan itu untuk Mi Soo. Yang ia tahu panti itu berdiri ditanah yang sudah dibeli perusahaan. Dan ia tidak ingin hanya karena gadis itu pekerjaannya terhambat. Ditambah gadis itu telah melukai matanya dan tidak langsung menghancurkan bagian belakang mobilnya. Bukankah harusnya Ji Hoon yang menuntut balik gadis itu bukan malah sebaliknya. Gadis itu memang gigih dengan tuntutannya. Dan lihat ia membawa anak-anak panti dan memaksa mereka untuk diizinkan tinggal di rumah Ji Hoon sampai dipenuhinya rumah baru panti mereka. Kini Ji Hoon tidak bisa membantah perkataan Mi Soo.


Makin sering mereka berdua bertemu perasaan yang lain muncul tiba-tiba. Mi Soo yang pertama kali merasakan getar-getar cinta. Ji Hoo yang mabuk dan punya kisah karir dan keluarga yang berat membuat Mi Soo kian kagum dengan pria itu. Sikap ketusnya memandang anak-anak perlahan memudar dan berganti dengan rasa peduli pada anak-anak panti. Masih bisakah Mi Soo bertahan dengan janji yang ia ciptakan untuk tidak jatuh cinta lagi? Ukh, rasanya hal itu tidak mungkin bahkan setelah ciuman Ji Hoo di malam itu Mi Soo tidak berhenti untuk memikirkannya.

 “Segala hal yang buruk, segala yang membuatmu selalu sedih dan merasa ketakutan adalah hal yang harus kau lawan. ... Semua orang berhak untuk bahagia.” – ji Hoon

Buku pertama karya Byanca yang saya baca sekaligus pembuka seri Bood Type yang diterbitkan Grasindo. Bab pertama dibuka dengan percakapan Mi Soo dan Hye Sun yang sama-sama bekerja di Caffest. Dikisahkan Caffest yang merupakan restaurant bintang lima termasuk tempat yang ramai dikunjungi. Dari tempat makan itulah Mi Soon melihat Ji Hoon yang sedang makan bersama kakeknya. Dari perjumpaan kecil itu mereka dipertemukan lagi lewat konflik penyelamatan panti asuhan.

Sebuah kisah roman dengan tema yang klise untuk sebuah novel ala Korea dilihat dari plotnya yang sederhana dan drama percintaannya yang manis dan kadang getir. Penulis menitik beratkan pada penyatuan kedua tokoh utamanya Mi Soon dan Ji Hoon menjadi sepasang kekasih yang utuh. 




Hal menarik lain yang bisa dijumpai di buku ini adanya hubungan karakter seseorang berdasarkan golongan darahnya. Mi Soo yang memiliki golongan darah AB dipertemukan dengan Ji Hoon yang bergolongan darah B. Seperti itulah konsep buku ini dan maksud dari judulnya. Saya suka dengan konsep ini karena makin mengenalkan pembaca tentang sifat-sifat tertentu yang dimiliki tiap golongan darah. Buku ini juga menambah pengetahuan untuk mengenali karakter orang-orang disekitar kita dan memahami karakter mereka. 


Sayangnya di buku ini saya tidak merasakan kedekatan yang intens antara dua tokoh utamanya. Mungkin ini bisa dijadikan perhatian untuk penulis kedepannya agar membuat karakter rekaannya semakin hidup. Dan menurutku karakterisasi tokoh-tokohnya masih samar-samar. Apa yang membuat Ji Hoon ini spesial dibandingkan pria lainnya belum maksimal. Hal yang sama juga terasa dari tokoh Mi Soo. 


Sedangkan dari gaya menulis, saya suka sekali dengan cara penulis memikirkan dialog dan narasi ceritanya. Terasa luwes dan ringan walau agak mendayu-dayu tapi ringan dan seru untuk dibaca. Terasa sekali seperti sedang menonton drama Korea di tv.


Nice story, Byanca. So proud of you :)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...