Selasa, 25 September 2018

Ask Author x Aditya Yudis & Ifnur Hikmah | Blog Tour Black Leather Jacket


Hallo, aku kembali lagi di blogtour bersama Penerbit Twigora. Tapi, eits buku yang bakal aku bahas kali ini berbeda lho. Judulnya adalah Black Leather Jacket yang ditulis oleh Aditya Yudis & Ifnur Hikmah. Keduanya adalah penulis yang namanya sangat baru untukku.

Biar nggak makin penasaran tentang apa sih buku Black Leather Jacket, simak interviewnya berikut ini.

Bagaimana awalnya Kak Adit dan Kak Iiif bisa terpikir untuk menulis secara kolaborasi berdua?

Kak IIf: Kita emang temenan dan ini bukan pertama kalinya kita nulis bareng. Untuk BLJ awalnya iseng karena kepikiran satu ide. Lalu diajaklah sama Adit buat nyeriusin ide itu hingga akhirnya novel ini lahir. Idenya sendiri muncul karena waktu itu kita sama-sama suka Aidan Turner trus ngobrol ngalor ngidul hingga karakter Aidan lahir. Lalu dari sana kita kembangin ceritanya

Kak Aditya: Menulis sendirian itu kadang melelahkan. Menulis berdua, dengan partner yang tepat bisa melelahkan, tapi juga banyak keseruannya. Kupikir waktu itu, salah satu alasanku mau menulis kolaborasi adalah beban yang biasa ditanggung sendiri bisa dibagi berdua, hehe.

Boleh tolong ceritakan bagaimana proses kolaborasi kakak berdua saat menuliskan buku ini? Adakah tempat favorit yang digunakan untuk diskusi dan menulis buku ini?

Kak IIf: Awalnya pas Adit nginap di tempatku dan habis marathon nonton Being Human, malam itu juga kita bikin sinopsisnya. Selanjutnya kita bikin scene per scene dan dibagi siapa cocok nulis scene apa. Untuk nulisnya sih sendiri-sendiri. Kebetulan naskah ini selesai tahub 2014 dan sempat disimpan lama sebelum akhirnya kita revisi buat diikutkan ke lomba. 

Untuk tempat favorit nggak ada ya, karena kita nulisnya masing-masing dan kebanyakan di kamar hehe. Tapi untuk revisi kita sempat nginap bareng karena Adit di Lampung, aku di Jakarta dan Adit bela-belain ke Jakarta.

Kak Aditya:  Ini bukan tulisan kolaborasi pertama kami, tapi kurasa proses dari ide sampai jadi tulisan juga agak detail, tapi juga tidak makan waktu terlalu lama. Di antara pengembangan ide dan menulis, kami juga melakukan riset awal, ini untuk menyamakan gambaran kami mengenai fisik dari karakter, detail dari latar-latar yang kami gunakan, pokoknya semua yang perlu dideskripsikan kami cari terlebih dahulu dan ditaruh di board khusus (di pinterest atau facebook). Setelah kami mengajukan gambaran masing-masing dan sepakat, barulah kami mulai menulis.

Kak bagaimana caranya membuat karakter tokoh di dalam novel yang nantinya bisa membuat pembaca jatuh cinta dan membekas di hati pembaca? 

Kak IIf: Aku sendiri suka baca, bisa dibilang heavy reader. Salah satu yang bikin aku betah baca buku sampai kelar itu tokohnya. Aku suka tokoh yang lovable dan realistis. Enggak masalah nunjukin flaw dia di mana karena itu bikin si karakter jadi lebih manusiawi. Begitu juga dengan masalah. Konflik enggak mesti besar, yang penting ada impact. Bahkan masalah yang kelihatan sepele tapi impact gede itu bisa bikin pembaca lebih terhanyut. Berangkat dari situ, kita berusaha membuat Aidan ini very very human. Kita perlakukan dia kayak manusia. Kita beri dia beberapa pilihan sebelum mengambil keputusan, jadi pembaca pun bisa merasa lebih relate. Konfliknya juga gitu. Kita fokus ke konflik batin masing-masing dengan tujuan itu bisa lebih menyentuh karena setiap orang pasti punya konflik batin. 

Kak Aditya: Dalam proses membuat karakter yang 'bisa bikin jatuh cinta pembaca', aku belajar dari tiga hal: pertama, diriku sendiri sebagai pembaca yang tidak jarang jatuh cinta dengan karakter fiksi; kedua, karakter-karakter yang memang sudah tersohor karena kemampuannya menaklukkan hati pembaca dan aku cari tahu kenapa itu bisa terjadi; dan ketiga, dari dunia nyata--kalau ada orang yang gampang disukai orang lain, aku akan mencari tahu kenapa. Dari tiga pelajaran itu, aku memadukannya sebagai bahan dasar karakter yang bisa membekas di hati pembaca. Selain itu, berilah karaktermu rahasia yang menarik, latar belakang hidup yang enggak mudah diumbar-umbar, sehingga pembaca penasaran dan mungkin ... bisa jatuh cinta. hehe. 

Kasih tips dan semangat dong kak apalagi untuk teman-teman penulis yang baru mulai menuliskan karyanya :D

Kak IIf: Actually ini susah karena aku pun termasuk masih baru hehe. Tapi dari aku sendiri masalah utama ada 2, males dan bagi waktu. Masalah ini cuma diri kita yang bisa ngatasin. Jadi aku sering berdialog sama diri sendiri. "Kamu tuh maunya apa? Tulisannya dibiarin gitu aja apa mau diselesaiin? Katanya mau jadi penulis, kok males?" Dengan begitu jadi kesadar lagi sama tujuan yang ingin kuraih.

Juga masalah bagi waktu. Ini ada kaitannya sama malas, karena sibuk jadi alasan hehe. Aku melihat penulis lain yang sibuk tapi tetap bisa, berarti aku juga bisa dong? Kalau aja aku ngurangin waktu nonton youtube atau drama atau scrolling Instagram sejam sehari dan dipakai buat nulis, pasti bisa dong?
Jadi menurutku penting untuk memotivasi diri kita sendiri.
 


Kak Aditya: Kalau untuk yang baru menuliskan karyanya, pesanku hanya satu: jangan berhenti sebelum mencapai akhir. Lantas, ketika berhasil menyelesaikan naskah pertama/draf pertama, diamkan dulu beberapa minggu atau bulan dan jangan terlalu bernafsu mengirim ke penerbit. Pada jeda waktu itu, membacalah sebanyak-banyaknya! Bacalah buku-buku bagus, bukan hanya yang menurutmu bagus, tapi yang memang menang penghargaan atau sudah teruji oleh waktu, serta baca juga buku-buku bagus di genre yang kamu tulis. Kalau kamu sudah merasa cukup membaca dan belajar, barulah kembali untuk mengedit naskahmu itu. Waktu itu, kamu sudah bisa melihat naskahmu dengan lebih obyektif, bisa melihat sebagai pembaca, dan tentunya bisa melihat sebagai orang yang sudah lebih banyak membaca. Itu semua akan memberi dampak besar nanti ketika melakukan editing atau menulis ulang. 

Apakah akan ada project menulis berdua lagi antara Kak Adit dan Kak Iif bersama penerbit Twigora? 

Kak Iif: Mungkin saja. Kenapa enggak? 

Kak Aditya: Mungkin banget. hehe.

PROFIL PENULIS

ADITIA YUDIS
Lahir dan menetap di Lampung. Mulai menulis sejak tahun 2009 dan terus belajar hingga sekarang. Penulis favoritnya adalah Ahmad Tohari, Umar Kayam, dan Ted Chiang. Sejak tahun 2010 sudah beberapa bukunya yang diterbitkan, antara lain novel adaptasi skenario 7 Misi Rahasia Sophie (2014),Time After Time (2015),Senandika Prisma(2016), dan Potret (2017).
IG/Twitter: @adit_adit.

IFNUR HIKMAH
Pembaca di pagi hari, editor di siang hari, penulis di malam hari. Menetap di Jakarta dan berkutat dengan kehidupan remaja sepanjang hari karena tuntutan pekerjaan. Menulis agar tetap waras karena butuh menuangkan isi kepala ke dalam tulisan. Sejak 2013 sudah menerbitkan beberapa buku, di antaranya Mendekap Rasa (2013), Do Rio Com Amor (2015), Reborn (2016). Impian terbesar: interview Michelle Obama.
Instagram/Twitter: @ifnurhikmah/@iiphche


Jangan lupa untuk baca interview lainnya bersama Kak Adtya Yudis dan Kak Ifnur lainnya di host blog tour lainnya ya :D


19 – 21 SEPTEMBER 2018 : SEFFI SOFFI
Url blog : http://seffisoffi.blogspot.com

22 – 24 SEPTEMBER 2018 : ATHAYA
KALIAN DISINI :)

25 – 27 SEPTEMBER 2018 : GABRIELLA HALIM
URL blog : whatsgabyread.blogspot.com

28 – 30 SEPTEMBER 2018 : ILMI FADILLAH
Url Blog: http://ilmifadillah.blogspot.com

1 – 3 OKTOBER 2018 : NATHALIA DP
URL Blog: http://nathaliabookshelf.blogspot.com

4 – 6 OKTOBER 2018 : NOLA
Url blog: https://canolareads.wordpress.com

7 – 9 OKTOBER 2018 : ASTRID CITRALOKAM
Url Blog:  dateabook.blogspot.co.id.

10 – 12 OKTOBER 2018 : PUTU RINI CIPTA RAHAYU
URL Blog : rinspiration95.blogspot.com

13 – 15 OKTOBER 2018 : ASRI RAHAYU MS
URL Blog: www.peekthebook.com

16 – 18 OKTOBER 2018 : ADYTA DHEA PURBAYA
Blog : adytapurbaya.blogspot.com
 

8 komentar:

  1. Wah, banyak hal yang tergali. Sepertinya aku mulai iri dengan persahabatan kedua penulis. Dedikasi mereka juga keren. Dibela-belain sampai nyebrang selat, salut! Bembelajaran proses penciptaan karakternya juga menarik. Thanks Athaya Irfan buat wawancaranya yang keren (tanpa pertanyaan keren, gak mungkin bisa terwujud). Jangan bosen kalo aku sering nongol buat ikutan giveaway ya, hehe, peace!

    BalasHapus
  2. Proses terlahirnya sebuah karya emang selalu asik disimak. Apalagi ini ternyata dua penulisnya emang udah temenan ya, biasanya malah mudah cek-coknya nih. Keren ini dua penulis bisa bagi tugas dalam damai. Hahaha

    BalasHapus
  3. Setuju. Karakter yg realistis itu lebih mengena di hati

    BalasHapus
  4. Ini ask author paling berfaedah yang kubaca. Banyak sekali inspirasi dan tips buat yang lagi belajar nulis kayak aku, tapi sering beralasan malas dan sibuk. :(

    BalasHapus
  5. Ehh kak Ifnur itu laki ya ternyata?? Aku kira perempuan, heheheh
    Kereen, sampe rela ke jakarta gitu, demi revisi :) mantap

    BalasHapus
  6. Akhirnya sampai di Interview. Jujur. Ini interview terkeren dan sangat buka2an terkait dunia kepenulisan. Sangat suka dengan cara mereka berkolaborasi. Sepertinya di next collab mereka, perlu juga itu memuat kisah asli mereka berdua hehe. Sukses ;)

    BalasHapus
  7. salut banget deh sama ka iif dan ka adit, menghasilkan karya novel kolaborasi, patut dibaca nih whehe

    BalasHapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...