Senin, 29 Februari 2016

Kali Pertama Jumpa Ika Natassa Gathering Amore In Metropop - KG Fair 2014


Sebuah acara kumpul pembaca lini metropop terbesar di adakan siang itu di Assembly Hal, JCC Senayan. Aku yang harap-harap cemas selama berada di dalam busway bisa bernapas lega saat menginjakkan kaki di muka pintu halte Gelora Bung Karno. Kekhawatiranku muncul karena sejak awal aku ragu untuk hadir di acara itu. Dan karena tepat dua hari setelah acara ini aku harus menjalani sisa-sisa hari tanpa bersenang-senang untuk urusan sekolah, ide untuk hadir di acara jumpa penulis ini seperti sebuah tindakan nekat.




Bulan April adalah bulan yang spesial bagi penerbit Gramedia. Karena usia karirnya berhasil menginjak 40 tahun. Dan untuk merayakan pencapaiannya itu, Gramedia Pustaka Utama menggelar acara akbar yang dipersembahkan untuk pembaca setianya. Tanggal 2-6 April 2014 dijadikan acara momen akbar untuk merayakan keseruan bagi penikmat buku. Serangkaian susunan acara dipersiapkan, mulai dari lomba paduan suara anak-anak, band, menari hingga talkshow dan meet and great bersama penulis lokal memeriahkan acara ini.


Acara Gathering Amore in Metropop disambut dengan hangat oleh para penggemar setianya. Begitu tahu guest star yang akan hadir adalah 3 penulis metropop Ika Natassa, aliaZalea dan Angelique Puspadewi, pembaca makin heboh. Pembaca makin dibuat tak sabar setelah diberi tahu akan ada 27 penulis lainnya yang juga akan hadir di acara itu. Wow! Sensasional. Terbukti saat di buka pendaftaran bagi 100 pendaftar pertama gathering tersebut, tiket langsung ludes dalam semalam. Alhasil saya jadi ragu ingin datang ke acara itu setelah pemesanan tiket ditutup.Penulis yang hadir bisa dilihat di pict dibawah ini.



Tapi berbekal rasa penasaran pada acara itu aku tetap memaksakan diri ikut. Beruntung aku membawa serta sepupuku jadi ada teman seperjalanan yang bisa ku ajak mengobrol. Kami akhirnya berangkat dengan menyambung metro dan busway menuju kesana. Sesampainya disana sudah pukul 10 lebih sedikit dan itu pertanda buruk bagi kami.

Sejak turun dari halte serentetan hal buruk sudah menimpa kami. Mulai dari insiden sol wedges yang copot. Disusul insiden kegirangan botol minum sampai salah kostum! Argh, begitu kami tiba acara yang ditunggu sudah mulai. Gathering sudah dimulai sejak pukul 9 pagi dan tidak ada lagi tempat duduk yang layak bagi kami yang datang terlambat. Aihh! Aku hanya bisa mendesah panjang sambil menatapi busana yang kupakai saat itu. Rupanya orang-orang yang hadir sudah janjian memakai dresscode berwarna merah. Sementara aku mematung menatap cardigan biruku, tshirt putih dan celana jeans butut. Haha nasib. 


Bisa kulihat dari kejauhan 3 orang wanita alias si guest star utama yang duduk di sofa utama berlatar belakang logo 40 tahun Gramedia. Di pandu oleh seorang MC yang kukenal sebagai Boim Lebon, penggemar yang duduk lesehan sesekali tertawa mendengar ucapan si MC yang tidak begitu aku mengerti apa maksud candaannya. Di sisi kiri dan kanan panggung utama ada deretan penulis yang asyik tawa-tiwi dengan sesama penulis di sampingnya. Lucunya tidak ada yang kukenal dari mereka yang di dominasi kaum perempuan KECUALI Christina Juzwar. Lucu juga aku yang tidak tahu apa-apa dan pengetahuannya dangkal soal metropop saat itu nekat datang kesebuah meet and great yang bisa dikatakan akbar. 


Sepupuku yang bosan hanya melihat-lihat orang-orang menontoni penulis yang sedang curhat mengajakku berkeliling area disekitar panggung. Kami menyusuri deretan rak buku yang memuat buku-buku teenlit-metropop yang katanya murah meriah. Letaknya ada disisi kanan panggung gathering. Saat kulihat harga beberapa buku, ihh moodku langsung hilang untuk membelinya. Novel teenlit-metropop yang disajikan paling murah dihargai 15 ribu itu pun judul dan penulisnya tidak terkenal. Premis yang rata-rata ada pada buku karangan penulis lokal yang dijual juga sangat klise dan aku langsung menebak ceritanya akan sangat membosankan. Rasanya aku ingin melempar kembali buku-buku dihadapanku itu begitu kulihat novel yang ditampilkan masih bersegel plastik. Ihh, siapa pula yang ingin beli kalau isi didalamnya pun kita tidak tahu. Aku langsung menyeret adik sepupuku yang sedang membaca buku “cara cepat move on” menjauh dari sana. 

Aku berusaha mengembalikan moodku yang remuk dengan menonton paduan suara anak yang ada tidak jauh dari tempat kami tadi. Indah sekali anak-anak yang bernyanyi dengan polosnya mengikuti gerakan tangan kondaktur mereka. Iringan denting piano mengalun ke seluruh ruangan. Memanggil pengunjung yang datang untuk merapat ke sumber suara. Dan sepupuku yang ternyata sudah tidak ada disampingku tiba-tiba menyeretku ke penjual es krim di dekat pintu masuk. Dia seperti tahu aku yang masih sebal tidak bisa masuk ke gathering tadi, mencoba menghiburku dengan mentraktirkun es krim. Aku Cuma bisa diam tidak berkomentar saat tahu harga es krim disini naik 3 kali lipat dari harga yang biasanya kubeli di warung depan rumah. Tapi karena ini gratis aku makan dengan lahap sampai sesi tanda tanan penulis dimulai. 




Walaupun perasaanku hancur dan hilang semangat untuk bertemu penulis, aku menyimpan kagum pada gaya penataan letak booth untuk sesi book signing. Berukuran 3x5 meter, booth itu terletak di sisi kiri pintu masuk. Dindingnya dibalut wallpaper merah muda bercorak bata. Ada empat kursi penipu juga disana yang nyaris aku duduki. I never see like that before.

Saat menanti sesi booksigning di salah satu booth teringat salah satu perkataan panitia yang merasa heran aku tidak tahu siapa yang disebut-sebut Ika Natassa.

“Masa nggak tahu dia siapa, penulis terkenal. Tuh, yang lagi ngisi talkshow.”

Ck, aku pikir dia orang penting di negeri ini. Tapi memang harus kuakui Ika ini sudah sangat dikenal dikalangan pembaca metropop. Buku terbarunya Twivortire bahkan dipajang di atas meja bersanding dengan novel Dirty Little Secret milik aliaZalea siang itu. Herannya aku belum pernah sekalipun membaca karyanya. Well, belum ada niat beli juga mungkin lain waktu.

Hanya satu jam kemudian meet and great itu ditutup dengan book signing disitulah aku pertama kali melihat Ika. Dia memakai tshirt bergaris seolah sedang berada di rumah. Wajahnya yang bulat dan ramah memancar saat penggemarnya bersorak girang saat antre berburu cap bibir. Aku yang tidak kenal bersikap biasa saja, tidak masuk antrean atau beli buku barunya.

Begitulah perjalanan pertamaku ke acara jumpa penulis. Karena terletak di sekitar ibu kota aku merasa cukup senang hadir di acara semacam ini


Saran dari Ms. Jr

Pada dasarnya KG Fair selalu diadakan setiap tahun. Hanya sesekali saja dibarengi dengan Gathering Metropop. Tapi acara meet and great bareng penulis biasanya di adakan setiap tahun terpisah dari rangkaian fair. Kalau mau ikutan acara seperti ini coba intip-intip saja akun twitter @fiksimetropop. Biasanya ada pendaftaran untuk reservasi kalau ingin hadir di acara seperti ini. Tapi dibeberapa event kadang bagi yang minat datang ke meet and great bisa langsung hadir saat acara tanpa mendaftar lebih dulu.

Nah, satu dari yang paling penting dipersiapkan sebelum berangkat adalah MONEY. Di saat fair seperti ini banyak stand buku yang menjual buku disertai diskon yang lumayan. Biasanya diskon yang diberi hanya 10-20% saja, jadi pikir dulu buku apa saja yang dirasa perlu dibeli disana. Book fair bisa jadi tempatnya kalap untuk beli buku, khususnya yang gila belanja buku nih

Transportasi. Kalau kamu pengguna kendaraan umum, coba atur waktu berangkat lebih awal untuk terhindar macetnya Jakarta. Pastikan tahu rute, halte terdekat dan pilihan transportasi mana yang pas. 

Tertarik ikutan?
See you at next gathering :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...