Kamis, 21 Juli 2016

Book Review Déessert by Elsa Puspita


Judul Buku: Déessert
Penulis: Elsa Puspita
Penerbit: Bentang Pustaka
Terbit: 2016
Tebal: 318 hlm
ISBN: 978-602-291-121-0
Rating : 4.5/5

Available at: bukupedia 

"Hatiku dan hatimu, tahu apa yang dipilihnya."


Setelah acara  kuliner yang ia pandu di Jakarta berhenti tayang, Naya pulang ke kampung halamannya di Palembang. Tempat dulu ia menjalani masa kecil hingga menemukan cinta pertamanya. Di sana tepatnya saat di bangku SMA ia menyatakan cinta pada Dewa yang menjadikan pria itu begitu berarti dihatinya.

Naya pertama kali mengenal Dewa dari sahabatnya Lulu yang ternyata memiliki seorang adik yang hanya beda satu tahun darinya. Dewa yang pendiam, berkacamata tebal dan selalu mengurung diri di perpustakaan justru memikat hati Naya. Tidak ada yang salah dari Dewa, ia hanya tidak menyenangi kegiatan fisik seperti teman pria lainnya dan memilih bersahabat dengan buku. Tapi justru Naya terpikat pada Dewa dan makin sering mendekatinya. Bahkan teman sekelasnya menganggap Dewa seolah tidak ada. Kini hanya Naya yang ada di kehidupan Dewa dan Dewa juga merasakan perasaan yang sama pada Naya. 

Dan setelah keduanya lulus SMA mereka memilih jalan masing-masing. Dewa yang sudah memiliki rencana untuk masa depannya memutuskan melanjutkan kuliah ke Sidney dan menekuni dunia pastry lebih serius. Dan Naya pada akhirnya merantau ke Jakarta dan berhasil meraih karir sebagai presenter acara kuliner. Keduanya berhasil meraih apa yang mereka inginkan yang memang sudah jadi kegemaran mereka sejak lama. Tapi itu tidak bertahan lama. Begitu juga dengan berakhirnya hubungan mereka secara tidak jelas.

Kepergian Dewa ke Sidney menjadi tantangan berat untuk hubungan mereka. Dewa yang selalu sibuk dengan pendidikannya di sana membuat sebuah jurang tercipta diantara mereka. Komunikasi semakin jarang dan Dewa menghilang bersama raganya. Semua berjalan makin tidak tepat saat Dewa tidak pulang di tahun pertamanya setelah kuliah. Dan hal itu membuat Naya patah hati. Dan juga mematahkan janji yang sudah mereka rencanakan selama ini.


Semua rencana masa depan yang sudah disusun Naya, termasuk masa depannya bersama Dewa, berantakan. Naya mengira Dewa hanya akan pergi sekitar tiga atau empat tahun. Setelah itu, mereka bisa satu kota lagi, membuka usaha pastry bersama, dan menikah. Sesimpel itu. Begitu Dewa menghilang, impiannya ikut lenyap. – hlm 43

Naya memenjamkan mata, sementara taksi terus melaju. Seperti yang sudah diperkirakan, kota ini pasti akan bekerja samadengan masa lalu untuk menyiksanya. Tapi, dia butuh pulang. Naya tidak mau satu kenangan buruk itu merusak semua kenangan indah yang dimilikinya disini. – hlm 44
Sejauh apa pun langkah melaju selalu ada tempat bagi seseorang untuk pulang. Dewa memutuskan tidak memperpanjang kontraknya sebagai pastry chef di salah satu restaurant bergengsi di Sidney. Dan keputusannya untuk pulang adalah cara terbaik untuk melenyapkan semua kejenuhan di pikirannya. Termasuk pengkhianatan yang telah dilakukan Ava padanya. 

Dewa sudah menginginkan untuk menekuni dunia pastry hingga ke Sidney sejak ia sekolah dasar. Ini impiannya. Dan ia berhasil mendapatkannya walau dengan cara yang  tidak mudah. Namun hal itu juga yang tidak dipahami wanita yang ia sayangi sampai akhirnya hubungan mereka merenggang.. Tidak mudah menjalin hubungan dua arah ditengah jarak yang dibentangi samudera. Tidak hanya itu, kesibukan mengalahkan waktu kebersamaannya dengan kekasih hingga ia sadar sudah melukai perasaan orang yang ia kasihi hingga enam tahun lamanya.

“Dapur itu kejam, Nay. Nggak cukup dengan kamu cuma bisa masak. Everyone can be replace. Kalau nggak ada yang pegang kamu di sana, kamu bisa dilempar kapan aja.” – Dewa, hlm 281

Setelah kembali ke kampung halamannya, Naya langsung terlibat dalam projek yang sudah digagas Lulu dan Arfan yaiyu membuat tempat makan untuk kaum muda. Tidak mudah untuk mendirikan restaurant sendiri ditengah banyaknya pesaing yang makin kreati. Dengan tiga kemampuan yang berbeda serta pengalaman masing-masing tentang mananging dan kuliner, mereka bertiga menciptakan tempat makan yang kreatif dengan hidangan yang tidak biasa. 

Kesulitan perlahan muncul selama proses  mendirikan restaurant mereka, mulai dari urusan administrasi, menu dan karyawan. Salah satu kesulitan yang mereka alami adalah kurangnya pastry chef yang tepat sesuai keinginan Arfan sebagai head chef. Dan di saat masalah itu hampir menemui jalan buntu Dewa kembali ke Indonesia dan bergabung dengan tim dapur Arfan. Dan kisah manis pahitnya sebuah kenangan bangkit kembali dalam restaurant yang mereka namani Dapoer Ketje.


Semenjak putus dari Dewa, sebenarnya Naya sudah mencoba mencari pengganti dan menjalin hubungan dengan beberapa pria. Tapi mereka yang dipacarinya tidak pernah sama. Pikiran Naya hanya tertuju pada Dewa. Hingga enam tahun berlalu waktu belum bisa mengenyahkan bayang-bayang Dewa dari hatinya. Perasaan itu masih ada hingga Dewa muncul kembali dihadapannya.


“Kamu nggak tahu apa-apa soal cinta!”
“Dan kamu kamu udah ngerasa paham banget?”
Naya menatap Dewa tajam. “Kamu emang seharusnya nggak usah balik ke sini,” ucapnya.



Deessert, satu diantara tiga judul lini Yummy Lit yang diterbitkan Bentang Pustaka. Memadukan kisah cinta dan kuliner dalam bagian isi cerita. Tidak semua jenis kuliner di masukkan dalam cerita. Setiap penulis memiliki tema kuliner yang unik yang mewakili kisah cinta itu sendiri. Dan Elsa Puspita memilih kreasi dessert atau makanan manis untuk menyatukan tokoh yang bermain dalam ceritanya.

Penulis mengangkat tema utama yang sangat kompleks tenang cinta pertama dan problematika kisah cinta jarak jauh atau LDR. Dan penulis sukses menjadikan buku deesert ini tidak hanya sebagai kisah cinta yang apik, tapi juga emosional ditambah masuknya karakter baru seperti Ava-mantan kekasih Dewa di Sidney dan salah satu mantan kekasih Naya yang mencoba merakit kembali kasih yang pupus.

Yang tidak kalah menarik adalah karakter pembantu seperti Lulu sebagai sahabat Naya yang secara tidak langsung menguhubungkan kembali Dewa dan Naya. Atau Danar sebagai kakak laki-laki Naya yang sangat menghargai arti keluarga dan super protektif pada adiknya. Semua karakter di dalam buku ini sangat dekat dengan kedua karakter utama. Dan hampir dari semua karakter menyayangkan kandasnya hubungan Naya-Dewa. Kedekatan antar karakter itulah yang membawa perasaan dilema untuk Naya untuk bisa benar-benar menutup hatinya untuk Dewa. 

Buku ini sangat jelas mempelihatkan perasaan seorang wanita yang pada umumnya sulit untuk mengikhlaskan cinta pertama. Ada kemarahan, benci dan kekalutan yang mengisi ruang hati seseorang yang ditinggal begitu saja tanpa kejelasan. Bisa dirasakan betapa sakitnya? Oh, tentu saja mereka yang merasakan nasib yang pahit seperti Naya akan ikut menyalahkan Dewa sebagai pria yang bisa dikatakan jahat.

Tapi semakin menuju akhir cerita justru pemikiran pembaca akan dibuka dengan kenyataan sebenarnya, yang bahkan tidak diketahui Naya yang sibuk menyalahkan Dewa. Salah paham, itulah yang membuat segala hal menjadi kalut dan terasa semakin jauh. Dan sudah dipastikan akan ada masalah lainnya dari kesalahpahaman itu.

Jujur saja setelah bab 14 berhasil dilewati dengan emosi yang diaduk-aduk, saya menduga masalah Dewa dan Naya ini telah berakhir karena sinyal yang diberikan Dewa sangat kuat. Uhh, penulis ini pandai sekali merangkai konflik jadi kisah yang lengkap dan mengobrak abrik pertahanan saya sebagai pembaca.

Buku ini jadi paket lengkap dibandingkan buku seri Yummy Lit lainnya. Ada nilai keluarga yang kental, budaya adat Indonesia yang tidak hanya sisipan tapi juga mengakar dalam prinsip salah satu karakternya-yang juga jadi karakter favorit saya, serta kesatuan antara interaksi setiap karakternya. 

Beberapa jenis inovasi makanan yang berseliweran di novel ini juga sangat unik. Saking uniknya saya sempat berpikir apakah kesemuanya bisa dimakan? Penulis benar-benar membuat buku ini kaya rasa dan pembaca dijamin akan jatuh cinta karenanya. Tidak hanya ide-ide kreatif dari kuliner, tapi jatuh cinta dengan ketidaksempurnaan karakter ciptaannya. 

4.5 bintang untuk Dewa yang berhasil bikin saya jatuh cinta dengan segala keunikan kreasi makanannya.
Dewa tidak pernah menjadi laki-laki biasa. Dewa selalu lebih dari itu. sayangnya, perasaan itu tidak berbalas. – hlm 44

Laki-laki itu boleh saja membuatnya patah hati, tapi Naya tidak akan pernah mengizinkan siapa pun menghancurkan hidupnya. Termasuk Dewa. – hlm 45
Sponge Pumpkin Cake


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...