Rabu, 09 Desember 2015

Wishful Wednesday [4] | Merpati Tidak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita

  "Buku lama adalah buku baru bagi mereka yang belum membacanya"



Mira W, penulis roman dari Indonesia yang sudah bergelut di dunia literatur selama 40 tahun mengangkat tema cerita yang sebenarnya sangat dekat dengan keseharian kita. Bapak ibu kita dulu pasti mengenal penulis yang satu ini kecuali saya. Ibu yang hidup di zaman enam puluhan tidak pernah menceritakan tentang penulis yang satu ini. Saya baru mengetahui sedikit tentangnya saat namanya mulai hangat dibicarakan saat akan mengadakan meet and greet di Gramedia Central Park, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Walaupun buku-bukunya telah diterbitkan ulang oleh GPU dalam bentuk edisi khusus, semula ssaya belum ada ketertarikan untuk membelinya. Sampai tiba-tiba buku itu muncul di atas meja saat saya hendak merapikan tas bersiap untuk pulang. Semenjak awal pertemuan dengan Maria pagi itu saya melihat kisah Maria dengan cara yang berbeda, terbersit keinginan kuat untuk bisa memilki buku itu seutuhnya tanpa harus khawatir dia telah ada yang punya.




Merpati Tidak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita
oleh Mira W
( Bisa di beli di bukukita.com )


Pertemuan pertama dengan buku ini dikenalkan oleh Maria Puspitawati. Seorang gadis yang pemalu dan terlahir dalam didikan seorang ayah yang ortodoks dan keras. Ia diharapkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang biarawati seperti mendiang sang ibu untuk berserah diri kepada Tuhan. Tetapi saat Maria di masukkan oleh sang ayah ke sekolah katolik putri ia di hadapkan pada hal-hal baru yang tidak diajarkan ayahnya tentang godaan dunia, persahabatan, pengkhianatan dan tentang cinta.

Guntur, yang dulunya sempat membuat dirinya ketakutan setengah mati dan tidak bisa tidur karena sentuhan yang dia berikannya kini merubah pemikiran Maria tentang pria itu, Semenjak mengenal dunia remaja Maria mulai suka berbohong dan melanggar perintah Ayah. Secara tidak langsung ia telah menodai dirinya sendiri, salahkah dirinya Tuhan? Sekalipun doa dan salam Maria ia panjatkan ribuan kali setiap harinya masih adakah ampunanmu untuknya?


Banyak orang beranggapan buku Mira W hanya berkisah tentang kisah oman picisan yang enteng dan kuno. Tetapi tidak untukku, buku ini malah membuka mataku tentang romansa pahit manis cinta yang tidak semudah kelihatannya. Gaya bertuturnya lugas dan penyajian kisah hidup Maria di 20 halaman pertama membuatku tidak bisa berhenti membaca ceritanya. Sayangnya dalam sekejap sang empu buku mencari-cari kemana Maria pergi. Saya hanya bisa terdiam memikirkan kapan saya bisa memengikuti kembali kisah Maria.  Saya ingat betul saya sudah berada di bagian adegan Maria pertama kali mencoba bikini untuk pergi berenang. Dengan sembunyi-sembunyi selagi ayahnya sedang berdoa ia terkagum-kagum memandangi tubuh indahnya yang dibalut thong.


Saya benar-benar penasaran dengan kelanjutan cerita ini dan berharap buku ini bisa mampir ke rak kamar saya as soon as possible. Semoga buku ini belum lenyap dari katalog bukukita.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...