Rabu, 30 Desember 2015

Angels and Demons (Malaikat dan Iblis) - Dan Brown




“Skepticism has become a virtue. Cynicism and demand for proof has become enlightened thought. Is it any wonder that humans now feel more depressed and defeated than they have at any point in human history? ”
Dan Brown, Angels & Demons
 

Judul: Angels and Demons (Malaikat & Iblis)

Penulis: Dan Brown

Penerbit: Serambi
Bahasa: Indonesia

Penerjemah: Isma B. Koeslamwardi

Penyunting: Vira Masayuti dan Zaki Peaba

Pewajah isi: Tim Artistik Serambi

Terbit: Cetakan 1, Februari 2005
Rating: 5/5

Catatan Penulis

Semua referensi mengenai benda-benda seni, beberapa makam, terowongan, arsitektur di Roma adalah betul-betul nyata (tepat sesuai dengan tempatnya) dan dapat disaksikan hingga kini.
Persaudaraan iluminati juga nyata.


Robert Landon terbangun dari tidurnya setelah ia mendengar telpon rumahnya berdering di pagi buta. Pria yang merahasiakan identitasnya itu meminta bantuan kepada Landon untuk menangani masalah yang terjadi pada salah satu ilmuwan CERN. Langdon tidak menanggapi telpon itu dengan serius dan memilih mengabaikannya. Namun ketika mesin faksnya menampilkan gambar sesosok mayat dengan sebuah cap ambigram bertuliskan Iluminati di dadanya, ia merasakan masalah ini bukan hanya sebuah pembunuhan semata.

Maximilian Kohler, seorang Direktur Jendral CERN-Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire mendapat salah satu stafnya dibunuh dengan cara yang menyedihkan. Leonardo Vetra salah satu ilmuwan terpandai di CERN ditemukan tewas secara mengerikan dengan cara ditelanjangi, dengan sebuah luka bakar di dada dan posisi kepala tidak semestinya di ruang kerjanya. Di ketahui ia sedang membuat sebuah penelitian bersama putrinya dan hanya mereka berdua yang tahu apa yang mereka buat. Leonardo yang juga seorang penganut Katolik yang taat memiliki sejumlah musuh baik di dalam CERN maupun diluar akibat kepintarannya. Dan kematiannya di kaitkan dengan keterlibatan kelompok persaudaraan kuno yang di anggap sudah punah, Iluminati. 

Langdon bersama Kohler memulai mencari petunjuk tentang kematian Leonardo Vetra dengan cara penelusuran penelitian yang sedang dijalankan Vetra bersama putrinya. Vittoria Vetra sangat marah begitu mengetahui ayahnya dibunuh tanpa sebab dan setiap kali teringat bayangan sang ayah gadis itu bersumpah untuk menemukan si pembunuh.

Setelah Vittoria memberitahukan proyek penelitian yang sedang dilakukannya bersama dengan sang ayah, Kohler dan Langdon sangat terkejut bahwa proyek penelitian yang sedang dijalankan itu bertujuan untuk membuktikan penciptaan jagad raya seperti yang disebutkan dalam Kitab Kejadian. Leonardo berharap ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan beriringan. Namun sayangnya pemikiran itu bertentangan dengan pemikiran gereja dan menuai kontroversi karena memberikan dampak buruk jika jatuh pada pihak yang salah.

Leonardo menciptakan sebuah penemuan yang dapat menejelaskan pertanyaan umat manusia tentang penciptaan alam semesta. Ia membuat dua jenis partikel yang jika saling ditabrakan dengan kecepatan tinggi akan menghasilkan ledakan besar. Selain sebagai sebuah pembuktian terhadap hal-hal spiritual penemuan ini bisa menjadi sumber energi terbarukan yang efisien bagi masa depan. Sayangnya setelah kematian Leonardo, penemuan itu berhasil dicuri dan dalam waktu 24 jam penemuan itu akan meledak dengan jangkauan mampu meluluh lantakkan sebuah kota menjadi sebuah kawah.

Kini tujuan utama Langdon adalah menemukan si pembunuh yang dibayar atas nama persaudaraan Iluminati dan menemukan ciptaan Leonardo Vetra yang akan meledak di jantung kota Vatikan. Tapi sesampainya di Vatikan, ada sebuah misi yang harus ia tuntaskan. Bersama dengan Vittoria, Landon harus menggagalkan misi pembunuhan terhadap 4 kardinal yang akan di eksekusi di beberapa gereja di penjuru kota Roma. Dan rahasia markas kuno Iluminati akan terungkap tepat saat tengah malam.


***

Perlu diketahui bahwa Angels and Demons adalah prequel dari buku kontroversial The Da Vinci Code. Buku ini menjadi pengenalan kecintaan Robert pada dunia simbologi dan seni. Ada beberapa sisi lain dari si tokoh utama Robert Langdon yang dapat dijumpai di buku ini. Mulai dari kenangan bersama orang tuanya, kisah masa kecilnya di usia 12 tahun yang tidak mengenakan sampai pada posisinya saat ini sebagai profesor kawakan lulusan Harvard.

Di awal bab penulis menampilkan prolog sesaat sebelum kematian si ilmuwan jenius. Dan buku ini membawa pembacanya pada perjalanan menyingkap misteri kepunahan persaudaraan Iluminati. Buku ini pada dasarnya mengangkat sejarah perselisihan yang terjadi antara kaum ilmuwan yang di pelopori oleh Galileo kepada kaum gereja Katolik. Para kaum ilmuwan terpilih bergabung dengan kelompok iluminati dan secara cepat meluas menyusup ke dalam seluk beluk kota Vatikan sebagai pusat agama Katolik. 

Penulis menjabarkan awal terbentuknya  kelompok itu dan memetakan keberadaan para anggotanya yang berhasil menyusup kedalam setiap sudut pemerintahan. Beberapa tokoh penting Amerika disebut-sebut terlibat sebagai bagian dari kelompok Mason yang menaungi anggota Iluminati. Bukti-bukti sejarah dikemas dengan sempurna untuk mendukung setiap jalannya cerita.

Dalam petualangan Robert Langdon kali ini muncul tokoh-tokoh sentral yang membantu menunjukkan bukti-bukti  keberadaan markas iluminati dan menemukan 4 orang kardinal yang diculik, antara lain Komandan Pasukan GARDA SWISS Olivetti, Camerlengo, Rocher dan Maximilian Kohler. Mereka semua menjadi simbol kesetian, keberanian, kebencian dan pengkhianatan dalam buku ini.

Untuk penulis cemerlang seperti Dan Brown, kemampuannya menggambarkan kosep latar cerita tidak perlu diragukan. Penulis menghadirkan tempat-tempat yang tidak terduga dan menggambarkan dengan detai. Saat malam hari cerita mulai terfokus di kota Roma. Penulis mampu memberikan gambaran masa lalu dan beberapa perubahan yang terjadi pada kota Roma di masa kini. Terdapat empat gereja yang ditonjolkan oleh penulis di buku ini. 

Pertama, Gereja Santa Maria de Popolo. Gereja itu dirancang oleh Raphael Santi untuk orang ternama kala itu yang bernama Alexander  Chigi. Katedral itu telah lama ditinggalkan karena terdapat Ossuary annex yang menyebabkan sering timbul bau busuk dari mayat-mayat yang berasal dari kapel dibawahnya. Dengan petunjuk karya ciptaan Bernini, Langdon menemukan petunjuk menuju gereja-gereja berikutnya..

Kedua, Basilika Santo Petrus. Bangunan ini terletak dipelataran lapangan Santo Petrus. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung dan terdapat obelisk karya Bernini. Ketiga, Gereja Santa Maria della Vittoria. Bangunannya itu memiliki kubah dan terdapat Piazza Barberini di dekatnya, Keempat, Gereja St. Agnes in Agony. Gereja ini juga memiliki piazza dan obelisk ciptaan Bernini.  Gereja ini dinamakan sesuai nama seorang biarawati yang terkenal akan kecantikannya.

Selain dibawa menuju penyusuran menuju gereja-gereja di Roma, buku ini menghadirkan beberapa bagian terdalam bangunan kepausan, mulai dari perpustakaan pribadi Paus, ruang bawah tanah passeto, Kapel Sistina, Gedung Arsip Vatikan dan Gedung Aset Vatikan. Selengkapnya bisa dilihat pada peta Vatican City yang terdapat di halaman belakang setelah Catatan Penulis.

“Lieutenant Chatrand: I don’t understand this omnipotent-benevolent thing.
Camerlengo Carlo Ventresca: You are confused because the Bible describes God as an omnipotent and benevolent deity.
Lieutenant Chatrand: Exactly.
Camerlengo Carlo Ventresca: Omnipotent-benevolent simply means that God is all-powerful and well-meaning.
Lieutenant Chatrand: I understand the concept. It’s just... there seems to be a contradiction.
Camerlengo Carlo Ventresca: Yes. The contradiction is pain. Man’s starvation, war, sickness...
Lieutenant Chatrand: Exactly! Terrible things happen in this world. Human tragedy seems like proof that God could not possibly be both all-powerful and well-meaning. If He loves us and has the power to change our situation, He would prevent our pain, wouldn’t he?
Camerlengo Carlo Ventresca: Would He?
Lieutenant Chatrand: Well... if God Loves us, and He can protect us, He would have to. It seems He is either omnipotent and uncaring, or benevolent and powerless to help.
Camerlengo Carlo Ventresca: Do you have children?
Lieutenant Chatrand: No, signore.
Camerlengo Carlo Ventresca: Imagine you had an eight-year-old son... would you love him?
Lieutenant Chatrand: Of course.
Camerlengo Carlo Ventresca: Would you let him skateboard?
Lieutenant Chatrand: Yeah, I guess. Sure I’d let him skateboard, but I’d tell him to be careful.
Camerlengo Carlo Ventresca: So as this child’s father, you would give him some basic, good advice and then let him go off and make his own mistakes?
Lieutenant Chatrand: I wouldn’t run behind him and mollycoddle him if that’s what you mean.
Camerlengo Carlo Ventresca: But what if he fell and skinned his knee?
Lieutenant Chatrand: He would learn to be more careful.
Camerlengo Carlo Ventresca: So although you have the power to interfere and prevent your child’s pain, you would choose to show you love by letting him learn his own lessons?
Lieutenant Chatrand: Of course. Pain is part of growing up. It’s how we learn.
Camerlengo Carlo Ventresca: Exactly.

Dengan cara bercerita penulis yang jenius, kisah penemuan 4 kardinal terasa menegangkan dan memutar balikkan alur cerita ke masa lampau. Penulis memisahkan secara tersendiri setiap keberadaan tokohnya. Tidak lupa penulis memainkan pemikiran pembaca dan menciptakan alur yang kompleks. Sangat sulit menentukan arah cerita Langdon dan Vetra, penulis benar-benar membuat pembaca hanyut dalam cerita. Kiranya hal ini yang membuat buku ini sangat pantas untuk dinikmati. 

Perlu diketahui penggunaan istilah dan dialog dengan bahasa Italia terbilang cukup banyak disini. Antara Vittoria dan Olivetti sering kali memakai bahasa Italia sebagai kode untuk komunikasi keberadaan musuh. Penamaan tempat dan karya tulisan sedikit tidaknya mengenalkan kosa kata baru terhadap bahasa Italia. Ada beberapa kosa kata yang sengaja tidak diterjemahkan ke bahasa Indonesia tapi secara keseluruhan terjemahan yang disajikan buku ini sangat rapi dan memuaskan.

“From Santi's earthly tomb with demon's hole,
'Cross Rome the mystic elements unfold.
The path of light is laid, the sacred test,
Let angels guide you on your lofty quest.”

Dan Brown,
Angels & Demons
Buku ini memberikan referensi maha karya seniman Vatikan saat itu dan mengungkap sisi lain Vatikan yang misterius. Buku yang lengkap untuk sebuah pengungkapan sejarah yang hanya diketahui segelintir orang. Pemberian catatan kaki di beberapa istilah asing cukup membantu menerangkan buku ini.
Interaksi dan dialog antara Robert dan Vetra sangat memukau. Robert yang terlalu serius harus menutupi kata hatinya tentang pandangannya terhadap gadis itu. Menjelang akhir cerita Landon sempat merasakan dirinya hampa saat gadis itu tidak berada disisinya. Jelas ada sinyal tersendiri diantara keduanya. Dan walaupun terkesan petualangan Robert di Vatikan cukup menegangkan, ada saja adegan lucu dan romantis yang disisipkan penulis di antara keduanya.

 Percaya atau tidak buku ini didasarkan dari kisah nyata. Semua penilaian kembali pada pembaca dalam memaknai setiap informasi didalamnya. 

Jika Anda mencari bacaan beralur cepat, dibuat berpikir keras dan dibumbui fakta sejarah, bisa menjadikan buku ini sebagai teman perjalanan..
 

Quotable Moments


“Each of us is now electronically connected to the globe, and yet we feel utterly alone.”
Dan Brown, Angels & Demons  

“stand tall, smile bright, and let them wonder what secrets making you laugh!”
Dan Brown, Angels & Demons 


“The media is the right arm of anarchy.”

“Science and religion are not at odds. Science is simply too young to understand.”
Dan Brown, Angels & Demons 


“Faith is universal. Our specific methods for understanding it are arbitrary. Some of us pray to Jesus, some of us go to Mecca, some of us study subatomic particles. In the end we are all just searching for truth, that which is greater than ourselves.” 

 “the most dangerous enemy is that which no one fears!”
Dan Brown, Angels & Demons 


“Mr. Langdon, I did not ask if you believe what man says about God. I asked if you believed in God. There is a difference. Holy scripture is stories...legends and history of man's quest to understand his own need for meaning. I am not asking you to pass judgment on literature. I am asking if you believe in God. When you lie out under the stars, do you sense the divine? Do you feel in your gut that you are staring up at the work of God's hands?” 
"No love is greater than that of a father for His son.” 
 - Dan Brown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...