Sabtu, 19 Desember 2015

Resensi Novel Pulang: Sebuah Arti Hidup Dalam Kisah Anak Rimba



"Pergilah, anakku, temukan masa depanmu. Sungguh kelak besok lusa kau akan pulang. Jika tidak ke pangkuan Mamak, kau akan pulang pada hakikat sejati yang ada di dalam dirimu" - hlm 24


Kali ini Tere Liye mengangkat kisah hidup seorang anak rimba bernama Bujang hingga akhirnya ia meraih kesuksesan menjadi seorang jagal nomor satu di keluarga Tong. Bujang adalah anak satu-satunya dari Samad dan Midah. Mereka tinggal di sekitar lereng bukit Barisan jauh di pelosok Sumatra. Mereka bekerja sebagai petani dan hidup terpisah dari keluarga besar karena hubungan Samad-Midah tidak direstui oleh keluarga. Hal itu yang menyebabkan mereka akhirnya diusir dari kampung dan hidup dalam kesulitan ekonomi.  

Bujang pernah mendapat siksaan dari Bapak karena ia ketahuan belajar agama dan mengikuti ajaran-ajaran yang diajarka ibunya. 
Kenangan masa lalu itu membuat Bujang selalu teringat dan lama-kelamaan kenangan itu tidak bisa terhapuskan dari ingatannya.


Hingga pada suatu hari di masa panen, kampung mereka kedatangan rombongan Tauke Muda-pimpinan tertinggi Keluarga Tong dari kota dengan tujuan memburu babi hutan yang telah meresahkan warga. Atas permintaan dari Tauke Bujang ikut dalam perburuan babi ke hutan.

Semenjak perburuan itu Bujang telah kehilangan rasa takutnya dan berniat untuk bisa pergi ke kota dan bersedia untuk tinggal bersama Tauke Muda untuk merubah masa depannya. Dengan berat hati Mamak mengizinkan kepergian Bujang disertai pesan terakhirnya jikalau suatu saat Bujang tidak kembali. Dan di mulailah babak baru kehidupan Bujang bersama keluarga Tong.

Selama tinggal bersama Keluarga Tong di ibu kota, muncul tokoh-tokoh penting yang menjadi saksi perjalanan hidup Bujang sekaligus tokoh sentral dalam cerita ini antara lain : Tauke Muda, Kopong, Guru Bushi, Salonga, dan.Basyir. Dari keluarga itulah muncul arti nilai disiplin, kerja keras, kebersamaan, dan kesetiaan pada prinsip.

Bujang kian hari tumbuh menjadi pria yang gagah. Tauke Muda mencukupkan segala kebutuhan Bujang dan memberikan pendidikan yang layak dengan mendatangkan Frans si pria asal Amerika sebagai guru agar Bujang bisa menyelesaikan ketertinggalan sekolahnya. Bujang yang sempat menginginkan menjadi tukang pukul sepert bapaknya dulu ditentang oleh Tauke. Tapi Bujang diizinkan berlatih bersama Kopong. Dan bersama dengan Kopong kemampuan ketahanan fisik Bujang dilatih semakin baik layaknya tukang pukul di keluarga Tong. Akhirnya hasil kerja keras Bujang membuahkan hasil setelah ia berhasil menyelesaikan kuliahnya dan ia juga diangkat menjadi orang nomor satu kepercayaan Tauke Muda dalam menjalankan bisnis hitam keluarga Tong.

Walaupun pahit manis kehidupan telah ia rasakan, masih ada masalah lainnya yang harus dihadapi Bujang menjelang pergantian pimpinan utama keluarga Tong. Di balik kejayaan keluarga Tong sebagai mata rantai shadow economy dunia, ada pihak diluar sana yang berniat menjatuhkan keluarga Tong. Masalah kembali bertambah saat seseorang yang semula sudah dianggap sebagai keluarga berbalik menjadi pengkhianat. Mampukah Bujang mengambil alih kekuasaan keluarga Tong?
Sebelum semua menjadi terlambat, mulailah membuka buku ini dan temukan semua jawaban hanya di novel Pulang.


Saat tiba waktu menutup lembar akhir buku ini, saya tidak bisa berhenti terpukau. Unbelieveble! Tere Liye mampu membuat saya jatuh hati dengan tokoh pria dala buku ini. Semula saya sudah terpikat pada sisi heroik dan misterius Ambo Uleng di buku sebelumnya. Tapi keberadaan Bujang melenyapkan Ambo dan memusatkan perhatian saya kepada Bujang.

Ada beberapa poin penting yang menjadi kelebihan dari buku ini, berikut penjelasannya.


1. Pemilihan Tema

Pemilihan tema dalam kisah kali ini sebenarnya merupakan pengembangan dari tema yang hampir sama yang sudah pernah di tuliskan dalam buku sebelumnya. Tere menghadirkan pergolakkan batin tokoh utamanya sebagai inti cerita dan mengemasnya secara menarik dengan menempatkan Bujang sebagai sosok yang berperan penting dalam cerita. Di dalam buku ini Tere Liye menjelaskan pengertian singkat tentang apa itu Shadow Economy. Shadow economy adalam kegiatan ekonomi yang diatur oleh institusi ekonomi pasar gelap dan tidak terdeteksi secara nyata oleh pemerintah maupun masyarakat awam.
Dengan penuturan secara langsung seperti ini, Tere menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan wawasannya kepada para pembaca

2.  Karakter dan Penokohan

Tere selalu menghadirkan bermacam karakter dengan berbagai latar belakang. Semua karakter dijelaskan keberadaannya melalui dialog antar tokoh, narasi dan keterkatikan satu tokoh dengan tokoh yang lain. Cukup mudah untuk mengikuti setiap kilas balik yang mengungkapkan sisi lain setiap tokohnya. Di dalam buku ini setiap tokoh mendapat porsi yang pas.

Jika di buku Rindu pembaca terkesima dengan tokoh Ambo Uleng, di buku ini pembaca akan terpesona dengan kesempurnaan Bujang. Ia yang dididik secara keras oleh Guru Bushi, Kopong dan Salonga membuat kemampuan fisik Bujang sangat mumpuni. Ditambah lagi dengan kecerdasannya dalam bahasa dan pemecahan masalah semakin menambah keunggulan sosok Bujang. Selain Bujang sebagai tokoh utama terdapat beberapa tokoh lainnya, Kopong si tukang pukul yang sangar tapi setia, Yuki-Kiko-cucu kembar Guru Bushi yang digambarkan sebagai sepasang turis asal Jepang yang berpenampilan eksotis, kadang konyol namun sangat lihai dalam tim. Kemudian pembaca juga akan dibuat kaget dan kesal dengan kemunculan Basyir dan putra tertua Lin.

Tapi dari setiap tokoh yang menjadi favorit saya adalah Salonga. Salonga adalah penembak pistol terbaik di Asia yang direkrut oleh Kopong untuk melatih Bujang setelah kepergian Guru Bushi. Menariknya Salonga adalah tokoh yang pemarah namun sebenarnya berhati baik dan juga cerdik. Uniknya pada saat hari pertama latihan Bujang harus menerima makian Salonga karena tidak mampu menjatuhkan 6 botol kaca dengan 2 peluru.


"Hei!" Salonga mengangkat tangannya, tidak terima dengan kalimatku. "Aku tidak pernah serius saat memaki muridku, Bujang. Aku hanya tidak tahu begaimana menunjukkan betapa pedulinya aku kepada mereka. Tidak semua orang master dalam menyampaikan perasaan." - hlm 396

3. Penggunaan Plot

Kelebihan lain dari Tere Liye adalah kemampuannya memainkan plot cerita dan membawa pembaca kembali ke masa lalu, menyimpan beberapa kepingan puzzle penting dan menyempurnakan semua kepingan puzzle misteri cerita secara perlahan-lahan. Tapi Tere membuat cerita terasa mudah dan mengalir begitu saja sehingga tidak membingungkan pembaca.
  
4. Pesan Yang Tersirat

Semua pesan moral yang ingin disampaikan penulis sebenarnya sangat dekat dengan keseharian kita. Seperti ciri khasnya yang sudah terlihat di beberapa buku sebelumnya, Tere Liye menyampaikan nilai luhur dan kebajikan dalam perjalanan hidup setiap tokohnya. Setiap tokoh dibuat realistis dan tetap memiliki kekurangan dalam dirinya. Hal ini yang membuat saya terkesima dengan setiap karakternya hingga mereka seperti terasa hidup.

Bisa dilihat dari sosok Bujang yang dari luar nampak tegar dan pemberani, padahal didalam dirinya tersimpan rasa takut dan keraguan disaat ia harus melepaskan orang-orang yang dicintainya.
Dari beberapa poin tersebut agaknya mampu menutupi kekurangan buku ini yang bisa dibilang wajar dan tidak mengganggu jalannya cerita. Berikut pandangan saya antara lain.

Jika biasanya Tere Liye menghadirkan cerita dengan sudut pandang orang ketiga, buku ini memberikan pandangan baru dengan penggunaan sudut pandang Bujang sebagai pelaku utama. Dengan ciri khas yang dimiliki penulis, gaya bercerita dengan orang ketiga dirasa akan lebih tepat.

Terakhir, saya tidak mengenali secara spesifik latar tempat talang kampung halaman Samad. Disebutkan di awal cerita bahwa mereka tinggal di sebuah talang di lereng bukit Barisan tapi tidak menyebutkan nama daerahnya. Menurut penelusuran sepentias saya, Bukit Barisan terbentang dari Aceh hingga Sumatera Barat. Jadi mungkinkah kisah ini diangkat dari sebuah rimba jauh dipelosok Sumatera Barat? Mengingat penyebutan julukan Tuanku Imam biasanya digunakan untuk para syahid dan pemuka agama disana,

Kisah ini berusaha menunjukkan tentang arti kedamaian pada diri sendiri. Melenyapkan sisi buruk yang terpendam dalam hati dan menyadarkan tentang panggilan Tuhan yang sebenarnya. Masa lalu yang pernah menjadi bagian dari kehidupan setiap manusia baik itu kenangan yang manis ataupun buruk hendaklah kita menerimanya dengan hati yang lapang.

Nyaris tidak ada satu pun karya Tere Liye yang mengecewakan bagi saya. Pembaca yang sudah membaca karya Tere Liye lainnya mungkin akan sependapat dengan saya bahwa buku ini sangat tepat untuk pembaca yang sedang mencari buku yang bisa dibawa untuk menemani sekaligus menginspirasi.
Dan inilah beberapa kutipan yang amat berkesan sekaligus teguran singkat sebelum menutup buku ini.


"Aku selalu melawan hari-hari itu. Aku selalu menyalahkan masa lalu, membenci hari-hari yang sudah lewat yang sebenarnya tidak bisa kuubah lagi, sekuat apapun aku ingin mengubahnya" - hlm 340

"Kau harus mengalahkan banyak hal. Bukan musuh-musuhmu, tapi diri sendiri, menaklukan monster yang ada dalam dirimu. Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja." - hlm 387

Judul : Pulang

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika

Tahun terbit: September, 2015

Editor: Triana Rahmawati

Tebal : 400 hlm

Available @bukupedia

46 komentar:

  1. Novel-novel beliau selalu dapat feedback yang bagus dari pembaca. Saya harus mulai baca buku beliau deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kak nur, coba pinjam" buku tere liye ke teman. Dia ngeluarin banyak buku lho \^^/

      Hapus
  2. Ketinggalan banyak buku Tere Liye karena penulis satu ini produktif banget. Aku suka karena latarnya nggak mainstream.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Latar yg penulis pilih di setiap bukunya emang beragam kak, tp yg cukup beda ada di buku seri Bumi.

      Hapus
  3. Pulang karya Tere Liye. Tahun ini beliau produktif banget nerbitin buku >,< dan, dari semua buku yang ia tulis tahun ini banyak respon positif dari pembaca. Buku ini tentang shadow economy ya? Aku cukup asing dengan hal itu. Apakah ceritanya nggak terlalu berat? Sepertinya buku ini patut dimasukkan ke wishlist. Covernya juga cantik, sukses memikat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku ini memang agak berat, krn tema-nya ada kaitan sama politik-ekonomi fik. Tapi lama" bakal terbawa jd asik bacanya :)

      Hapus
  4. Tere Liye memang pandai menghipnotis pembacanya. Pertama kali membaca karya beliau adalah novel 'daun yang jatuh tak pernah membenci angin', meski aku agak sebal dengan endingnya, tp itu semua bisa tertutupi dengan semua kesan yang aku dapatkan setelah membacanya.
    Ya, memang benar. Tere Liye memang pandai dalam menyimpan potongan cerita. Seolah seperti puzzle. Tiap kepingan cerita masing2 seakan menyatu sendiri seiring kita terus membuka setiap lembarnya.
    Oh ya, baru di buku ini aku mengetahui apa itu shadow economy. Ini membuktikan bahwa buku ini bukan hanya hiburan semata. Namun juga berisi wawasan yang disampaikan penulis kepada pembaca.
    Tema kehidupan sosial seperti ini menurutku sangat menarik karena sangat berbanding lurus dengan kehidupan nyata. Secara tidak langsung juga mengangkat keresahan2 yang terjadi dalam lingkup masyarakat.
    .
    Berharap bisa terus membaca karya Tere Liye :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey, itu buku tere liye yg pertama kali ku baca :D kamu baca jga ,, hehe. Alurnya ku akui jd kelebihan buku itu. Endingnya bikin penasan x)

      Hapus
  5. Tere Liye, penulis yang karya selalu quoteable.... banyak kalimat2 yang bisa dikutip dari setiap tulisannya... Berharap bisa baca karya nya yang ini...

    Terima kasih reviewnya Aya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Nova :) Quotes tere liye biasanya panjang kalimatnya ya, tp ngena bgt x) Aku biasanya nyari" quotes tere liye di Goodreads. Kamu punya goodreads?

      Hapus
  6. Tere Liye, penulis yang karya selalu quoteable.... banyak kalimat2 yang bisa dikutip dari setiap tulisannya... Berharap bisa baca karya nya yang ini...

    Terima kasih reviewnya Aya ^^

    BalasHapus
  7. Halo kak Aya :)
    Kebetulan aku belum baca buku yang satu ini nih, dan kak Aya menyajikan review yang sangat lengkap! Aku bisa dibilang penggemar beratnya Tere Liye, karena kisah-kisahnya sangat menghanyutkan serta pesan moral yang terkandung sangat menyentuh. Pertama kali baca karyanya Tere Liye itu yang 'Rembulan Tenggelam Di Wajahmu', awalnya aku gak tertarik, tapi setelah sekali mencicipi karyanya, aku malah ketagihan! Tere Liye memang mampu menyuguhkan cerita yang tak terduga, sepertinya dalam novel Pulang pun begitu? semoga dapat segera membaca novelnya! Terimakasih review nya, kak Aya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tks nanda :) Aku belum baca Rembulan tenggelam, belum ada yg minjami. Hehe
      ku yakin ada pgengalaman yg baru saat baca buku ini. Sering"lah mampir ke blogku :D

      Hapus
  8. Sejauh ini, baru dua karya Tere Liye yang pernah aku baca, yaitu Berjuta Rasanya dan Rindu. Tapi setiap membaca buku penulis tersebut, pasti akan meninggalkan kesan tersendiri. Gaya penulisan yang ia pilih pun menarik, ditambah lagi buku-bukunya sangat cocok dijadikan bahan pembahasan karena terdapat selipan fenomena-fenomena khusus, seperti : kaitan cerita dengan persoalaan dalam bidang ekonomi.

    BalasHapus
  9. Belum pernah baca tuntas novel Tere Liye, rasanya aku nggak yakin bakal mudeng sama kisahnya karna sepertinya berat. Tapi setelah baca resensinya pikiranku keubah, ini nggak seberat yang kubayangkan.

    Resensi yang komplit kak, promosi novel baru dengan tema baru membawa pengetahuan tentang dunia ekonomi serta pesan-pesan dari kehidupan yang realistis.

    Sepertinya aku harus nyari resensi tentang novel-novelnya Tere Liye.

    BalasHapus
  10. Resensinya lengkap.Membaca buku tereliye ini seperti menonton film action. ^_^ Dan pesan yang diselipkan pun sangat jleb. Suka. Belum lagi banyak kutipan-kutipan yang juga menginspirasi.

    BalasHapus
  11. Reviewnya padat dan ngena. Aku jadi pengen baca novel ini. Tere Liye is one of my favorite writer. Khusus untuk novel ini, dilihat dari review di atas sangat sarat akan makna hidup. Makna pulang sejati setelah kotor di lembah dosa. I love it so much.

    BalasHapus
  12. Sudah sering mendengar nama Tere Liye, tapi karyanya yang baru aku baca Hafalan Shalat Delisha dan itu benar-benar bagus banget! Novel pulang ini sepertinya juga harus baca!

    BalasHapus
  13. baca resensi novel Pilang - Tere Liye.. bener-bener dibikin penasaran.. serasa nonton film.. aku mesti baca buku ini..:D

    BalasHapus
  14. Cukup menarik. Apalagi, aku belum pernah baca karya Tere Liye. Reviewnya memikat, bikin penasaran.

    BalasHapus
  15. waw buku2nya bang tere liye itu emang sangat menginspirasi,kata2nya itu loh nyes jleb menohok hati kita,kata2nya realistis dan memotivasi,novelnya Pulang ini pasti sangat menarik seperti novel2 lainnya,novel bang tere yg pertama kubaca adalah Bidadari-Bidadari surga awalnya sih gaktau dgn penulisnya eh temenku ternyata yg duluan ngefans jadi ikut2 deh kepincut karyanya bang tere walaupun gak pernah bisa ketemu secara langsung karna bnyak alasan yg bikin aku gakbisa ikut acara2 bang tere,:D Ciri khas banget novel bang tere tebelnya minta ampun tapi isinya juga bagus sih gak rugi deh mata merah karna kelamaan melototi bukunya bang tere :D hehe dan novel pulang belum bacaaaaa... :(

    BalasHapus
  16. Sebelumnya aku belum pernah baca tulisannya kak Tere Liye, tapi pas baca resensi PULANG buatan kak Aya yang super lengkap, bagus banget meskipun masih ada sedikit typo. Aku penasaran sama novel novelnya kak Tere yang katanya tahun ini terbitin banyak buku. Resensinya keren kak Aya! Dan bermanfaat buat ku.Pas banget aku lagi bingung buat resensi buku.

    BalasHapus
  17. terima kasih mba reviewnya, aku belum baca novel ini.
    harus buru-buru beli nih, biar bisa baca keseluruhan isi ceritanya.

    BalasHapus
  18. Hello, aku juga membuat review buku ini blog-ku ^^;

    Saya juga sangat terkesan dengan pembuatan plot-nya. Buku ini meskipun ceritanya maju mundur tapi tidak membingungkan ya..

    Saya baru tahu ada lomba resensi buku pulang ini, padahal saya post resensi tanggal 21 des T-T telat sehari tapi juga taunya hari ini, nggak usah disesalin ya XD

    BalasHapus
  19. Sukses membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Covernya yang menarik hati pasti membuat pembaca ingin segera melihat sinopsis dibelakang buku atau malah ingin langsung membawanya "PULANG" seperti judul novel itu sendiri XD.
    Aku suka sekali membaca karya-karya Tere Liye tulisannya selalu bagus untuk di nikmati. Kata-katanya selalu membuatku ingin terus menghabiskan selembar-demi lembar bukunya. Selalu tersimpan banyak pesan moral di dalam buku-buku beliau. Tidak heran selalu BestSeller :) . Tere Liye adalah penulis favorite ku semoga aku di beri kesempatan untuk bertemu dengannya dan mendapatkan tanda tangan langsung darinya. That's is my dream. Meski tema buku ini terdengar asing untukku tapi aku ingin membacanya . Mencoba sesuatu yang belum pernah aku coba sebelumnya ^-^ Sukses membuatku menambahkan novel ini dalam daftar "wishlist". Sukses terus untuk Tere Liye semoga bisa melahirkan karya-karya yang bagus kedepannya.

    BalasHapus
  20. Novel yang bagus, kutipan-kutipannya sangat menginspirasi, jd penasaran baca novelnya secarah keseluruhan

    BalasHapus
  21. Salah satu kekhasan Mas Tere di dalam karya-karyanya yah dari penyisipan kesan dan pesan yang sangat memukau pembaca. Entah kenapa, ketika membaca karya Mas Tere Saya nggak pernah berharap apa-apa terlebih mengenai ending, hanya saja satu hal yang sangat Saya harapkan dari karyanya adalah pesan yang bisa menuntun kehidupan Saya ke arah yang tepat dan benar, dan itu selalu Saya dapatkan, Bahkan seringkali Saya terpekur merenungi kehidupan yang Saya jalani, novel-novel Mas Tere seolah menjadi teman yang mengarahkan Saya pada kebenaran hakiki, Saya nggak pernah merasa membaca, tetapi lebih merasa dituntun. Top.

    Untuk Review Kak Aya, Suka sekali dengan paparannya yang runut dan jelas, keseluruhan isi tidak digambarkan secara spoiler, Kak Aya lihai memainkan trik memantik penasaran pembaca, nggak ragu buat recommend "Pulang" Mas Tere. Love it. Terima Kasih Kak!

    BalasHapus
  22. "Aku tidak pernah serius saat memaki muridku, Bujang. Aku hanya tidak tahu begaimana menunjukkan betapa pedulinya aku kepada mereka."

    Kutipan perkataan Salonga di atas mengingatkan pesan yang selalu disampaikan guru saya. Bawah dalam memarahi murid, kita tidak boleh memasukkannya ke dalam hati (jangan sampai terbawa emosi).

    Oh, ya. Sependek pengetahuan saya, lereng Bukit Barisan mungkin adalah rangkaian pegunungan di Pulau Sumatera yang di dalamnya terdapat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

    BalasHapus
  23. Maaf ya kak, saya tidak akan mengomntari tentang novel tere liye. tapi saya akan mengomntari tulisan review kakak tentang novel ini.
    yang paling saya kritisi adalah tentang penggunaan tanda baca. dalam tulisan dreview di atas, banyak sekali kalimat-kalimat panjang yang tidak diberikan tanda baca sebagaimana mestinya. contoh "Mereka bekerja sebagai petani dan hidup terpisah dari keluarga besar karena hubungan Samad-Midah tidak direstui oleh keluarga yang menyebabkan mereka akhirnya diusir dari kampung dan hidup dalam kesulitan ekonomi." kalimat panjang seperti ini saharusnya diberi tanda baca. karena kalimat seperti ini akan menyiksa pembacanya. saya sendiri merasa tersiksa karena harus membacanya dengan sekali nafas, dikarenakan tidak ada tanda baca seperti koma.
    judul review di atas adalah Hakikat Pulang Yang Sejati, namun, pada tulisan ini saya tidak menemukan kaliamt yang mendukung dengan tema atau judul di atas.
    kemudian, ada cuplikan dari novel yang menurut saya sebenarnya tidak perlu dicantumkan, karena tidak terlalu penting mewakili resensi dari novel tersebut. selanjutnya, mengenai kalimat "Semula saya sudah terpikat pada sisi heroik dan misterius Ambo Uleng di buku sebelumnya.", menurut saya akan lebih baik dispesifikasikan kalimat
    "dibuku sebelumnya" ini. karena akan membuat bingung pembaca yang belum pernah membaca karya tere liye. mungkin mereka akan bertanya, "Ambo Uleng ini di buku yang judulnya apa ya?". walaupun pada akhirnya memang dijelaskan tokoh Ambo Uleng ini ada di novel yang berjudul "Rindu", namun alangkah baiknya jika dijelaskan pada bagian awal saja agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Terakhir, ada salah satu kritik dari kekurangan novel ini yang saya kurang kuat. yaitu, tentang penulis yang memasukkan gejolak politik pemilihan presiden. dalam tulisan review di atas, ulasan tenang kekurangan ini masih datar, bahkan seperti review pengantar, bukan pada bagian kritik kekurangan.
    Saya telah beberapa kali membac review tentang novel pulang ini. dan review di atas, poin-poin yang diambil sudah mewakili apa yang ada pada novel tersebut. Namun, sekali lagi yang paling saya komentari adalah kalimat-kalimat panjang yang tidak diberi tanda baca seperti koma (,).
    mungkin itu beberapa komentar dari saya mengenai reveiw Hakikat Pulang yang Sejati dari buku Pulang karangan Tere Liye. Semoga bermanfaat bagi kita bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa pun kamu, terima kasih sudah mengingatkan ya. Sangat bermanfaat nasihatnya

      Hapus
    2. sama-sama ka :) saya juga masih belajar memperbaiki tulisan saya sendiri :)

      Hapus
  24. jujur, aku belum pernah baca novelnya tere liye. perdananya ya baca pulang ini, aku baca beberapa hari lalu. dan hell yes, aku setuju sama kamu, novel ini emang gak mengecewakan. aku jadi ketagihan pengin baca karyanya tere liye yang lain :D

    BalasHapus
  25. Hallo,Abah:)
    Jujur,aku enggak pernah baca novel karya Tere Liye ini.Cuman nonton film adaptasi novelnya yaitu Hafalan Shalat Delisa.Dari situ aku bisa ngerti kalau seorang Tere Liye itu tidak bisa diremehkan.Hafalan Shalat Delisa cukup menggugah hatiku.Entah mengapa ya aku bisa tetep nangis pas Delisa bilang sama Abinya begini "Abi..Delisa cinta abi karena Allah" ya meski sudah menonton filmnya berkali-kali.Eh,kembali ke topik.Pulang??Apanya yang pulang??Bingung karena baca review novel Pulang ini selalu pertanyaan itu yg menjadi misteri.Malah bingung aku jadinya.BTW,sampulnya keren ya kek robek gitu.Yang desain kreatif bingitt.Udah itu aja.Aku bingung mau ngomong aplagi hahaa.Oke abah byee *cipikacipiki :D

    BalasHapus
  26. Terimakasih kak, reviewnya sangat lengkap membahas novel 'Pulang' dari berbagai sudut.
    Tere Liye itu salah satu penulis yang sangat produktif, saya selalu ketinggalan dengan buku-bukunya. Pertama kali baca novelnya itu yang berjudul 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin', lalu udah muncul-muncul novel lainnya. Kemarin baru baca bumi, belum sempat baca bulan, eh udah ada Rindu, ya saya jadi tertarik baca Rindu duluan, dan sekarang tahu-tahu sudah ada novel Pulang. Luar biasa sekali, kan.
    Isi reviewnya udah 'good' kak, cuma penulisannya masih ada satu dua yang salah ketik, kaya ini contohnya 'sepentias' mungkin maksudnya sepintas ya, kak.
    Kalau baca reviewnya kayanya saya bakal jatuh cinta sama Bujang deh seperti ketika saya jatuh cinta dengan 'Ambo Uleng' di novel Rindu.
    Semoga menang ya kak lomba reviewnya, May the odds be ever in your favor.. ^^

    BalasHapus
  27. Aku belum pernah baca karya-nya Tere Liye sih. Tapi dari semua review yang pernah aku baca, responnya bagus semua. Kalau begini caranya jadi nyesel gak pernah jadi beli bukunya Tere Liye. Tapi kata temenku, Tere Liye itu selalu ngangkat cerita dari masa lampau ya kak? Terus bahasanya juga radak berat untuk bisa dimengerti. Tapi buku yang susah untuk dipahami menurutku adalah buku yang patut diperjuangkan bacanya, kayak buku pelajaran :'D

    BalasHapus
  28. Ahhaaa, bang Tere Liye adalah salah satu penulis favoritku.
    Tulisannya selalu bagus, menghibur, menginspirasi plus ga ngebosenin dong :D

    Aku suka banget sama karakter Bujang di PULANG. Dia sempurna karena dia berusaha. Loveloveee hihiii ^^

    BalasHapus
  29. Aku pengen banget baca karya-karya Tere Liye, tapi nggak pernah kesampaian hiks. Reviewnya bikin penasaran, kenapa nggak diceritain sampai selesai? Huhu. Tema dan jalan cerita yang diambil nggak mainstream jadi sangat layak dikonsumsi. Tapi dalam penulisan review diatas, sepertinya kurang memperhatikan penggunaan tanda baca. Disini aku menemukan kalimat panjang yang tidak menggunakan tanda koma, jadi aku harus mengulang membacanya agar tidak bingung.

    BalasHapus
  30. Jauh hari sebelumnya sudah ingin membaca Pulang-nya Tere Liye dan juga membawa pulang bukunya dari toko buku. Tapi sayangnya dompet berkata lain. Berkat Kak Athaya, saya jadi makin penasaran dengan cerita di bukunya >.< reviewnya lengkap membuat saya gemas memikirkan "loh ini bagaimana jadinya?" "Siapa yang berkhianat?" "Bagaimana akhirnya?" dan lain sebagainya.
    Di balik kesalnya saya kepada Kak Athaya yang membuat saya penasaran, terima kasih karena sudah menyuguhkan review ini hihi

    BalasHapus
  31. Suka reviewanmu ! Makin dah dibikin penasarann
    Kayaknya pecinta novel Tere Liye banget neh, hehe :p

    BalasHapus
  32. novel-novel Tere Liye banyak yang kasih feed back bagus ya? sayang aku belum pernah baca satu pun novel beliau. tapi baca review Pulang ini, sukses bikin aku pengen tahu gimana keseluruhan cerita si Bujang. sepertinya novel Pulang ini berbeda dengan karya-karya beliau sebelumnya ya.

    BalasHapus
  33. Semua karya bang Tere Liye jempol deh (y)

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Sebenernya udah banyak tahu tentang penulis bestseller ini, cuma aku belum pernah nyicipin satupun karyanya #NgenesBanget Setelah baca review-nya kepengen deh coba membaca karya mbak Tere. Jadi dalam cerita ini penggunakan sudut pandang orang pertama gitu ya? Hmm…menurutku sih, penggunaan PoV ini malah lebih bisa masuk ke pembaca. Kita jadi lebih tahu perasaan yang dirasakan si tokoh utama. Dan menurutku novel ini juga patut untuk dibaca, buat siapa aja. Nggak terbatas untuk penggemar karya-karya mbak Tere karena novel ini mampu memberikan banyak sisi positif, pengetahuan baru, pesan moral yang harusnya direnungkan dan pelajaran hidup kepada para pembacanya. Tidak sekedar menunjukkan kelihaian menulis atau keindahan cerita yang disuguhkan saja.

    BalasHapus
  36. Sepertinya Tere Liye selalu mengangkat tema dengan setting yang berbeda dengan buku-buku lain ya? Kalau kebanyakan buku memilih setting perkotaan besar atau negara-negara luar yang tersohor, Tere Liye justru memilih untuk eksplor pulau-pulau Indonesia yang sedikit digunakan para penulis untuk setting cerita mereka. Dan ini jelas membutuhkan riset yang mendalam, baik adat maupun kehidupan sosial mereka. Dan dari review Kak Aya ini, sepertinya Tere Liye berhasil menyajikan "Pulang" sebagai buku yang menjanjikan :) Semoga lain kesempatan saya bisa mencicipi buku ini juga :)

    BalasHapus
  37. Jujur, saya sendiri belum pernah membaca karya kak Tere Liye, saya cuman pernah melihat talkshow-nya di Youtube tentang cara menulis.

    Saya sangat antusias ingin membaca novel karya kak Tere setelah membaca review ini. Dari segi penulisan, review-nya sangat kompleks. Apalagi, ada penjabaran poin-poin kelebihan bukunya, bikin saya tambah greget~

    BalasHapus
  38. Ga ada satu pun novel Tere-Liye yang buat saya kecewa, selama membaca novelnya saya pasti sangat menikmati. Hal-hal yang ga terduga sering terjadi di novelnya, tapi justru itulah yang bikin saya suka. Sampai saat ini dari semua novel Tere-Liye, saya sangat suka dengan 'Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin', banyak makna yang bisa diambil, selain itu penulisan dan juga pendeskripsiannya pun saya suka.

    Udah lama banget kepincut sama novel ini. Covernya bagus dan blurbnya keren. Apalagi pas baca reviewnya, quote-quotenya ternyata keren (iyalah, tere-Liye). Ka, reviewmu sukses bikin aku maksa papah buat beli novel ini hahahah

    BalasHapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...