Jumat, 16 September 2016

[Blogtour] Interview with Christian Simamora - Typo

Halo pembaca semuaaa, 

Sudah lama blog ini tidak diisi dengan blogtour ya. Terakhir kali blog ini mengadakan blogtour adalah di bulan April dan itu juga bekerja sama dengan penerbit Twigora. Alhamdulillah kali ini terpilih kembali ^^

Hari ini adalah hari pertama rangkaian blogtour novel terbaru Christian Simamora yang berjudul Typo. Sebagai host pertama saya merasa senang sekali bisa diikutsertakan oleh penerbit Twigora  untuk mengisi rangkaian blogtour yang akan belangsung selama 10 hari kedepan.

Teman-teman, blogtour yang diadakan selalu terasa spesial karena host akan memberikan tiga postingan terkait buku yang diinformasikan. Masing-masing artikel akan di post berurutan dan berjarak tiga jam. Postingan pertama berisi wawancara dengan penulis. Disini kamu bisa mengenal siapa sih penulis dibalik buku tersebut, bagaimana proses kreatif menulisnya dan hal-hal seputar buku tersebut with no spoiler. Dilanjutkan postingan kedua berisi ulasan buku dan challenge menarik yang sudah disiapkan penebit untuk tiap host. Terakhir adalah giveaway berhadiah buku untuk pembaca yang setia mengikuti rangkaian blogtournya.

Typo, alias Typographical eror adalah istilah kesalahan penulisan yang kerap ditemui dalam suatu tulisan. Di buku ini kalian akan mengetahui apa maksud dari typo dalam hal percintaan menurut bang Ino. Setelah aku baca kemarin Bang Ino ini kece banget berusaha mengaitkan hubungan antara typo dengan jalinan asmara tokoh-tokoh di buku ini. Ulasan lengkapnya setelah ini ya.

Bang Ino ini sudah terkenal dengan buku series #JBoyFriend-nya. Dan Typo adalah buku kesembilan dari seri #JBoyFriend ini *Banyak banget sudah sampai sembilan*.

Sebagai pembuka, mari simak wawawancaraku dengan Christian Simamora dan buku terbarunya Typo.

Rabu, 07 September 2016

Review To All The Boys I've Loved Before by Jenny Han

Rating : 5/5
Reaksi singkat: Akhir yang sangat menyebalkan ,,, Tak sabar buku ke 2
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Spring, April 2015
Tebal: 380 hlm
Sinopsis: Goodreads

Available @bukupedia

Wishful Wednesday - Special Bad Luck Edition [16]



Selamat hari Rabu, pembacaku yang setia. Kuharap hari Rabu kalian menyenangkan dan penuh berkah hal-hal berupa kejutan yang menyenangkan ya ;)

Hari ini aku dalam kondisi mood yang kurang baik. Sebenarnya hanya karena hal sepele, buku yang sudah kuperjuangkan dan sangat-sangat kuinginkan tidak jua terwujud. Kalian bisa mengintip buku yang kumaksud di wishful wednesday yang ku posting minggu lalu. Amat disayangkan empu Perpus Kecil tidak menjodohkanku dengan buku yang kuinginkan. Awalnya aku merasa 'okay, ini hanya sebuah buku. Kalau tidak terwujud tidak masalah untukku'. Tapi begitu sore man mulai menjelang setan-setan mulai menghinggapiku dengan pertanyaan-pertanyaan usil. 

Selasa, 06 September 2016

[Review] Scarlet


Judul : Scarlet (The Lunar Chronicles #2)
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Dewi Sunarni
Penyunting: Selsa Chintya
Penerbit: Spring
Terbit : Cetakan pertama, Februari 2016
Tebal : 444 halaman


Resensi Landline karya Rainbow Rowell



Judul : Landline
Penulis : Rainbow Rowell
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penyunting : M. R. Prajna Pramudita
Proofreader : Titish A.K.
Designer cover : Chyntia Yanetha
Penerbit : Spring
Terbit : April 2016
Tebal : 372 hlm
Rating : 3.5/5


Mana yang akan kau pilih, jika dalam keadaan terdesak kau harus mengorbankan satu hal yang sangat kau cintai dalam hidup, mimpimu atau keluarga yang mendukungmu?

Georgie McCool sudah merintis karir kepenulisan cerita komedi sejak duduk di bangku kuliah. Di University of Los Angeles ia bergabung dengan majalah The Spoon.  Disana ia bertemu dengan Seth, penulis komedi tampan namun dikenal kocak dan senang bergonta-ganti wanita. Georgie hanya gadis biasa tapi Seth bisa melihat bakat yang dimiliki gadis itu. Karena hal itu juga yang membuat Seth tertarik dengan Georgie dan menjadikannya partner.


“Haruskah aku pura-pura bahwa semuanya baik-baik saja? Seperti yang kau lakukan? – Seth, hlm 320

Georgie selalu memperhatikan Seth, pria itu selalu terlihat bahagia, dikelilingi wanita-wanita cantik, selera humornya dan ia tampan. Tapi lama-kelamaan Georgie tahu Seth tidak memperhatikannya lebih dari seorang partner. Lantas Georgie mengahapus perasaan itu cepat-cepat dan menyadari ia menyukai seseorang yang lain.  Perasaannya justru berbalik kepada seorang pria yang menggarap komik strip kesukaannya, Neal.

Neal Grafton adalah salah satu mahasiswa dari jurusan oseanografi. Neal hanya mahasiswa biasa, dikenal pendiam dan  tidak ada yang tahu bahwa ia yang selama ini mengisi komik strip di majalah The Spoon. Georgie mengaguminya tanpa alasan yang berlebih. Ia terpesona dengan komik buatan Neal dan kini ia jatuh cinta padanya.


“Sungguh. Kau boleh memilikiku. Karena aku pintar dalam menginginkan berbagai hal dan pintar dalam mendapatkan apa yang kuinginkan. Aku tidak bisa memikirkan apa lagi yang paling kuinginkan selain kau.” – Georgie, hlm 185
Tahun-tahun berlalu, Georgie berhasil mendapatkan hampir semua yang ia mau. Ia menikah dengan Neal lalu dikaruniai  dua anak perempuan yang lucu yang dinamai Allice dan Noomi. Ia masih bersahabat dengan Seth dan menjadi rekan menulis untuk sebuah acara tv. Ditambah acara Jeff’d Up berhasil mendapat hasil yang memuaskan. Tapi semua itu belum memuaskan hati Georgie. Ia masih ingin membuat acara tv yang dibangunnya sendiri bersama Seth. Itu sudah jadi impian mereka berdua sejak kuliah. Dan saat kesempatan itu datang Georgie dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Maher Jafari tertarik untuk memakai acara komedi yang ditulis Georgie dan Seth. Hal itu menjadi kabar bahagia karena jalan menuju mimpi yang mereka akan terbuka. Tapi ada harga mahal yang harus ditebus untuk kebahagian itu. Georgie harus membatalkan kepergiannya ke Omaha-tempat yang semula sudah direncanakan untuk jadi tempat libur natal Georgie dan keluarga. Neal tidak senang dengan kabar itu, karena itu berarti Georgie tidak akan bersama mereka menghabiskan waktu bersama di Omaha. Dan Georgie akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama Seth yang berarti bukan pertanda baik.
Keputusan Georgie sudah bulat dan Neal tahu ia tidak bisa berbuat lebih untuk mengubah keputusan Georgie. 




“Kau bertanya kepadaku apa aku ingin mencoba mengubah sesuatu kalau aku bisa kembali ke masa lalu. Dan aku bilang kepadamu kalau aku mau-dan pasti melakukannya-tapi aku tidak memberitahumu.  Mungkin seharusnya keadaan tidak seperti ini” – Seth, 321


“Aku selalu memikirkan tentang pesta Halloween itu. Ketika Neal nertingkah sangat berengsek kepadamu? Dan kau memintaku untuk membawamu pulang, dan aku melakukannya. Dan aku-aku meninggalkanmu sendirian. Mungkin seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Mungkin seharusnya aku tetap bersamamu.”

 “Mungkin seharusnya hubungan kita tidak seperti ini, Georgie.”

Buku ini punya tema yang sederhana mengenai kehidupan rumah tangga. Yang mana Georgie sebagai tokoh utama mendapatkan pilihan yang sulit untuk menentukan masa depan karirnya atau memilih bersama keluargnya. Georgie sudah menulis drama komedi sejak kuliah. Ia dikenal selalu berdua dengan Seth dan hingga masuk ke dunia kerja mereka masih tetap bersama. Mereka punya mimpi yang sama untuk membawa karirnya semakin tinggi di sebuah jaringan tv ternama. Dan saat mereka mendapat kesempatan itu tidak ada satu dari mereka yang ingin melepaskannya.

Seth yang paling bersemangat saat mendengar kabar episode pertama acara mereka menarik hati Maher Jafari. Ia tidak ragu untuk bertemu dengan keluarga Georgie terutama anak-anaknya untuk meyakinkan Georgie agar tidak pergi ke Omaha saat libur natal. Tapi tiket sudah di pesan dan atas pertimbangan yang berat Georgie tidak bisa ikut ke Omaha.

Sejauh ini konflik hanya sebatas itu saja. Georgie yang mendapati Neal tidak menghubunginya lagi setelah pergi ke Omaha membuatnya cemas. Pikiran-pikiran aneh tentang Georgie yang telah membuat Neal  kecewa tidak bisa dilenyapkan. Neal sudah berubah dan Georgie mulai dihantui pikiran buruk tentang ancaman yang  akan meretakkan rumah tangganya.

 Dikisahkan selepas Neal pergi, Georgie tinggal bersama ibu dan keluarganya di rumah lama. Tidak ada yang berubah dari rumah itu setelah Georgie meninggalkannya. Dan tepat dibawah tempat tidurnya, ia menemukan telpon rumah kuno berwarna kuning yang dulu digunakannya semasa pacaran.
Telpon itu semacam mesin waktu yang mampu membawa Georgie ke masa empat belas tahun yang lalu. Saat Georgie mencoba menelpon rumah keluarga Grafton di Omaha, telpon itu menyambungkan dirinya dengan Neal  yang dulu dikenalnya semasa pacaran. Neal yang masih memiliki ayah dan Neal yang dikenal nekad melintasi negara bagian hanya untuk melamar Georgie. 

Secara keseluruhan cerita di buku ini memakai alur maju. Dengan memakai POV orang ketiga penulis menarasikan awal kisah pertemuan  Georgie dan Neal hingga konflik yang mereka alami semasa pacaran. Butuh kesabaran yang cukup saat penulis mulai mendominankan narasi ketimbang dialog. Alur yang lambat juga menjadi alasan buku ini harus dinikmati pelan-pelan. Gaya bercerita si penulis sebenarnya menarik tapi karena porsi narasinya cukup banyak, pembaca harus ekstra sabar menyelami kisah masa lalu dua tokoh utamanya.

Saya acungi jempol untuk penerjemah yang berhasil mengeksekusi buku ini jadi menarik dan nyaman dibaca. Saya akui gaya bercerita Rainbow Rowell di buku ini sedikit sulit dipahami. Ia sering memasukkan metafora dan mengaitkan bermacam hal dalam narasi ceritanya. Tapi buku ini berhasil membuat saya menikmati ceritanya. Kalau boleh saran, buku terbitan Spring berikutnya bisa ditingkatkan kualitas lembar kertasnya. Karena saat membaca, saya sedikit tidak nyaman dengan tulisan berbayang di tiap belakang halamannya. Semoga hal ini bisa di atasi.

Untuk kesan pertama membaca buku Rainbow Rowell, saya berikan 3.5 untuk Neal yang sangat cute dan bikin hati berbunga-bunga.

Resensi The Lunar Chronicles: Cinder #1 karya Marissa Meyer




Judul: The Lunar Chronicles: Cinder #1
Penulis: Marrisa Meyer
Penerbit: Spring
Penerjemah: Yudith listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Tebal: 373 hlm
Rating: 4/5

Available @bukupedia

Resensi Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb karya Maman Suherman


Judul: Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Genre: Non-fiksi, entertainment
Bahasa: Indonesia
Terbit: 14 September 2012
Tebal: 124 halaman
Cover: Paperback
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm

Sinopsis

Dengan empati dan rasa humornya, Maman Suherman, seorang jurnalis infotainment kawakan, menyingkap kisah mencengangkan, menyedihkan, bahkan cerita konyol di balik gegap gempita panggung hiburan Indonesia. Siapa sangka orangtua menghalalkan segala cara demi popularitas anaknya? Anda yakin suara penyanyi yang Anda dengar adalah suaranya sendiri? Bagaimana pula seorang jurnalis menghadapi rayuan manis narasumbernya? Dalam 33 artikel yang ditulisnya dengan gaya santai dan kocak di buku ini, kita akan diajak menatap apa yang selama ini tidak kita lihat dan menyimak apa yang belum pernah kita dengar.
“Di balik gemerlap dunia infotainment tersembunyi aneka kisah menyesakkan calon artis dan keluarganya. Di tengah industri hiburan media yang masif, terjadi persekongkolan agen artis, biro iklan, pejabat, politisi, sang artis, termasuk wartawan. Semuanya dikupas cerdas oleh Maman Suherman.”
Eko Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
“Buku ini bisa dinikmati dalam berbagai perspektif. Bokis bisa menghibur karena penuh dengan anekdot lucu dan persepsi orisinal, tapi juga bisa menambah ilmu, karena tanpa disadari pembaca, Maman Suherman tidak per nah lepas dari intelektualitasnya sebagai sarjana sosial. Dalam karier yang penuh warna, kedua sifat Maman Suherman selalu bersandingan. Entertaining, analytical.”
Wimar Witoelar
“Menghadapi seorang ibu yang menjual anaknya agar menjadi selebriti mungkin hal biasa bagi sebagian orang dalam dunia hiburan. Namun, bagaimana Maman mengendalikan diri untuk tidak mudah menjual profesionalismenya belum tentu dapat dilakukan jurnalis media hiburan lainnya. Begitu juga ketika Maman memutuskan untuk tidak menggunakan video aborsi artis muda sebagai bahan berita. Keputusan yang menurut saya sangat meng harukan.”
Ezki Suyanto, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia
“… terbius dan tercengang….”
Donna Agnesia, Artis
“Beranikah kita menatap cermin ini?”
Sakdiyah Ma’ruf, Feminis

Resensi

Bokis: Kisah Gelap Dunia Seleb adalah buku karya kang Maman yang berhasil diselesaikan dalam 24 jam. Padahal sebelumnya saya sudah memantapkan diri membaca Re tapi akhirnya buku ini yang lebih dulu masuk garis finish. 

Kisah Gelap Dunia Seleb berisi kumpulan kisah kang Maman selama menjalani profesi jurnalis. Tidak hanya menceritakan tentang dirinya, tapi teman-teman  satu rekannya juga ikut diceribagtakan. Mereka yang menyebut dirinya kuli tinta dan kerap kali melalui berbagai rintangan selama menjadi jurnalis. Di buku inilah manis pahit kisah mereka dilukiskan dengan tinta oleh kang Maman jadi buku Kisah Gelap Dunia Seleb. 

Bukunya terbilang tipis tidak lebih dari 124 halaman, Berisi kumpulan bab yang menceritakan tiap pengalaman dan suka duka profesi jurnalis. Ada kisah kang Maman yang harus meilput berbagai narasumber, mulai dari publik figur berbagai kalangan, bintang film panas, pejabat hingga penelusurannya pada dunia hiburan yang gelap diceritakan di buku ini. Pengalaman kang Maman pergi haji entah dengan sebutannya yang aneh bin ajaib juga ikut diselipkan. 

Profesi jurnalis adalah pekerjaan yang mulia. Sangat membanggakan dan hal itu bisa kurasakan saat membaca buku ini. Kemuliaan hatinya untuk memegang jabatan yang bermulai dari jurnalis kampus hingga sampai tingkat yang cukup dipandang sebagai direktur pelaksana sangat pantas dihargai. Perjuangannya ditulisnya sedikit demi sedikit dibuku ini. Dan makin kuteruskan membacaku makin kuat niatku untuk bisa menjadi seorang jurnalis.

Aku suka sekali dengan gaya menulis kang Mamaak terten yang singkat, padat, luwes dan kadang konyol. Aku dibuat terheran-heran dengan isi pikiran jurnalis berkepala plontos ini. Kadang bisa jadi penuh tawa, menggores hati, menyentuh kalbu dan juga konyol terutama yang menyangkut sensualitas wanita dan pria. Gaya berceritanya tidak tertebak dan tidak mengada-ada. Dalam pikiranku, polos sekali kang Maman ini. hahaha. Mungkin hal itulah yang membuatnya dicintai dan terus bertahan dengan profesinya sebagai kuli tinta.

Membaca Kisah Gelap Dunia Seleb selain mengharukan, miris tapi juga membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Aku tidak tahu sepolos apa kang Maman di masa mudanya, tapi tiap kali ia menuliskan hal-hal yang melibatkannya dengan selebriti sexy sebutlah begitu aku tidak bisa menahan tawa. Buku ini membuka mataku tentang kehidupan dunia seleb yang ternyata memang gelap. Ada harga yang mahal yang harus dibayar para publik figur untuk bisa masuk ke dunia gelap ini. 

Jangan lupakan dengan ilustrasi kecil-kecilan yang diselipkan di tiap cerita di buku ini. Walaupun ala kadarnya tapi tetap tidak mengurangi esensi cerita didalamnya. 

Yang mengaku ingin jadi jurnalis, silakan baca buku ini :)

Minggu, 04 September 2016

Quotes Novel Spring in London by Ilana Tan




Judul: Spring In London
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 238 hlm
Terbit: 2010
Rating: 4/5
Read Review Spring In London
 
"Aku menyadari sesuatu selama aku berada disini. Aku rindu padamu."
– Danny Jo

Sabtu, 03 September 2016

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...