Senin, 09 Mei 2016

Book Review Ada Apa Dengan Cinta? by Silvarani





Judul : Ada Apa Dengan Cinta?
Penulis : Silvarani
Adaptasi dari film: Ada Apa Dengan Cinta?
Cerita : Mira Lesmana, Riri Riza & Prima Rusdi
Skenario: Jujur Prananto
Penulis  skenario pendamping: Prima Rusdi & Rako Prijanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Cetakan pertama 2016
Tebal:  192 hlm
978-602-03-2645-0

Available @bukupedia
Apa lagi yang kurang dalam hidup Cinta? Ia punya keluarga yang bahagia, popularitas di sekolah, banyak pengagum, dan yang paling penting, ia punya sahabat-sahabatnya. Alya, Maura, Milly, dan Karmen membuat hari-harinya selalu berwarna. Mereka adalah pusat dunia Cinta.

Sampai suatu hari, ia berkenalan dengan Rangga, cowok jutek dan penyendiri yang lebih suka berteman dengan buku daripada manusia. Ternyata mereka sama-sama menyukai puisi, minat yang tak bisa Cinta bagi dengan keempat sahabatnya. Dan perlahan hal itu membawa perubahan pada dirinya, membuat orang-orang di sekitarnya bertanya-tanya, ada apa dengan Cinta?

Ketika Cinta sendiri pun ikut mempertanyakan dirinya dan persahabatannya menjadi taruhan, apa yang sebaiknya ia lakukan?


Novel ini bercerita tentang Cinta, seorang siswi SMA yang populer dan disukai banyak orang di sekolahnya. Ia hampir memiliki semua hal indah dalam hidupnya. Keluarga yang sempurna, sahabat yang selalu mendukungnya dan lingkungan sekolah yang menyenangkan. 

Cinta tidak pernah lepas dari empat orang sahabatnya. Maura, paling centil dan sangat perhatian diantara empat orang sahabat Cinta lainnya. Karmen, gadis tomboi sekaligus anggota tim basket sekolah yang sangat peduli dengan sahabat-sahabatnya. Milly, paling polos dan kadang jalan pikirannya sulit untuk ditebak. Terakhir, Alya, diantara semua sahabat Cinta mungkin dia yang paling dewasa dan paling dekat dengan Cinta. Di antara yang lain, Alya yang paling tidak beruntung. Ia selalu mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari ayahnya. Kondisi keluarga yang semakin tidak harmonis semakin menambah jumlah luka ditubuhnya. Melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu, Cinta dan yang lainnya tidak tinggal diam. Mereka selalu mencari cara untuk menguatkan hati Alya, menghiburnya sebisa mungkin dan memposisikan mereka untuk selalu ada untuk Alya. 

“Masalah salah satu di antara kita, berarti masalah kita semua. Orang luar yang membuat sengsara salah satu di antara kita, harus kita hadapi sama-sama.”
 
Sampai tiba suatu ketika kehidupan Cinta terusik dengan munculnya nama Rangga sebagai pemenang lomba puisi tahunan sekolah. Cinta yang biasanya menjadi juara langganan lomba puisi dibuat penasaran tentang siapa Rangga yang sebenarnya. Ditabah lagi setiap kali ia membaca puisi buatan Rangga ia merasakan sesuatu yang berbeda menghinggapi perasaannya.

Maka untuk menjawab rasa penasaran itu, Cinta sebagai anggota direksi majalah dinding sekolah mencoba untuk mewawancarai Rangga. Tapi saat hendak diwawancarai Rangga justru menolak karena ia merasa tidak mendaftarkan puisinya untuk dilombakan. Bahkan Rangga dengan mundahnya menyuruh Cinta untuk mewawancarai juri yang memenangkan puisinya.

Mendengar pernyataan Rangga yang menolaknya mentah-mentah ajakan Cinta, membuat Cinta  semakin murka. Ia menceritakan kekesalannya pada sahabat-sahabatnya dan memperingatkan mereka untuk menjauhi Rangga. Cinta sangat kesal waktu itu lalu mengirimkan pesan ultimatum untuk Rangga dan meletakkannya di depan pintu ruangan Pak Wardiman. Pesan itu malah menyulut kemarahan Rangga dan membuat hubungan keduanya semakin memanas.

Rasa kesal seketika berubah jadi penasaran yang tidak tertahankan. Setelah Cinta menemukan buku ‘AKU’milik Rangga yang tidak sengaja terjatuh setelah mereka berdebat beberapa waktu lalu, membuat Cinta bertanya-tanya ada apa dengan dirinya. Bukannya semakin menjauhi Rangga, ia malah semakin akrab dan sering menghabiskan waktu berdua karena kecintaan yang sama pada puisi dan sastra. Keempat sahabat Cinta yang merasakan Cinta mulai berubah mulai curiga dan mempertanyakan persahabatan mereka. Ada apa dengan cinta?

***


Waktu mendengar film Ada Apa Dengan Cinta? akan diadaptasi menjadi novel saya sangat senang sekali. Karena saya sudah menonton versi filmnya dan penasaran bagaimana film ini akan dikemas menjadi sebuah novel. 

Buku Ada Apa Dengan Cinta? menjadi pengalaman pertama saya membaca tulisan Silvarani. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan buku ini secara langsung sesaat setelah Silvarani mempromosikan buku ini disalah satu stasiun radio di Jakarta.

Novel ini juga menjadi novel dalam negeri yang diangkat dari sebuah film  pertama yang saya baca. Membaca novel ini membuat saya bernostalgia dengan masa dibangku SMA karena setiap tokohnya adalah remaja yang sedang berada di tingkat sekolah menengah atas. Kegiatan khas remaja mewarnai kisah persahabatan Cinta, seperti ikut kegiatan majalah dinding sekolah, nonton konser band favorit sampai jodoh-jodohan sesama teman.

Membaca novel ini juga mengingatkan saya pada hal-hal yang sempat ada pada masanya di awal tahun 2000an. Keberadaan pasar buku loak di kawasan Kwitang salah satunya. Kawasan ini dulunya pernah jadi tempat penjaja buku yang biasa menjual buku-buku edisi lama atau yang sudah tidak diproduksi lagi. Letaknya diapit oleh Jalan Senen Raya dan Jalan Kwitang Raya. Di tempat inilah Rangga mengajak Cinta untuk mencari buku sastra untuk melengkapi koleksi Chairil Anwar milik Cinta. 

Saya sangat menikmati proses membaca buku ini. Alur cerita yang cepat membuat saya tidak sadar sudah hampir menyelesaikan buku ini. Penggunaan POV 3 sangat tepat untuk menceritakan isi buku ini. Saya mampu memahami setiap pemikiran dan dilema yang dihadapi setiap karakternya. Bagi yang belum mengetahui jalan cerita aslinya, tidak akan sulit untuk mengikuti arah cerita di buku ini. Penulis memakai bahasa yang ringan dan mudah untuk dipahami. 

Jika harus membandingkan cerita Ada Apa Dengan Cinta versi antara versi film dengan novel hampir tidak ada perbedaan yang menonjol. Bahkan menurut saya membaca Ada Apa Dengan Cinta versi film bisa melengkapi apa yang tidak ditunjukkan dalam bentuk visual. Saya lebih merasakan kekuatan emosional persahabatan Cinta dan sahabatnya dalam novel ini. Pergolakan batin Cinta dan pemikirannya yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata pun dapat terasa lebih maksimal dalam versi novelnya. 
Kalau kamu ingin mencari bacaan yang sarat nilai persahabatan, mengibur sekaligus mengenang kembali masa sekolah dulu, buku ini sangat layak untuk jadi daftar bacaanmu.
  "Aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya. Bukan untuknya, bukan untuk siapa. Tapi untukku, karena aku ingin kamu. Itu saja."

1 komentar:

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...