Selasa, 19 April 2016

Book Review Double Spind Around by Miyashita Natsu & Shoji Yukiya




Judul : Double Spin Around
Penulis : Miyashita Natsu & Shoji Yukiya
Penerbit: Haru
Penerjemah : Andry Setiawan
Penyunting : Arumdyah Tyasayu
Design Cover : Chyntia Yanetha
Terbit : Februari, 2016
Tebal : 268 hlm
Rating : 3.5/5



Setiap orang mengimpikan keluarga yang sempurna, begitu juga dengan Madoka. Ia memiliki keluarga yang sempurna, ada ayah bijaksana, ibu yang ceria yang selalu ada untuknya, seorang kakak laki-laki yang tidak kalah sempurna bernama Yuichi dan kakek yang tidak kalah hebat dengan usaha dojo dan klinik tulangnya. 

Madoka sangat menyukai judo dan ia berambisi untuk menjadi atlet judo suatu saat nanti. Berbeda dengan kakaknya Yuichi yang lebih tertarik pada dunia musik. Semula Yuichi hanya bermain piano tapi tekadnya berubah semenjak masuk SMA. Ia mulai membentuk band sendiri bersama teman-temannya dan menamainya Double Spin Around.

Tiba-tiba sebuah telpon asing mengusik keluarga Komiya. Sebuah telpon dari seorang wanita bernama Ashida Nobuko yang mengaku sudah lama mengenal ibu Madoka.  Tapi saat Madoka memberitahu ibu bahwa seseorang mencarinya,
ibu nampak tidak senang dengan orang itu seolah tidak mengenalnya. Seketika ibu berubah tidak seperti yang Madoka kenal.

Dilain waktu wanita yang bernama Ashida Nobuko datang untuk menonton penampilan band Yuichi dan kawan-kawan. Ashida menyukai penampilan band mereka dan menawari untuk masuk dapur rekaman. Sebuah kabar yang menggembirakan untuk semua personel, karena mereka bisa mengembangkan debut mereka. Tapi kabar tawaran itu tidak terdengar menyenangkan untuk ibu. Ibu yang Yuichi kira akan mendukung keinginannya malah melarang untuk menerima tawaran itu. Kini tidak hanya keluarga Komiya yang mulai merenggang, tapi Yuichi dihadapkan pada pilihan untuk menggapai impiannya atau mempertahankan band yang sudah menjadi bagian dalam hidupnya.


“Semakin lama kita menghadapi kesulitan, semakin kita menjadi kuat.”

Double Spin Around menjadi perkenalan pertamaku dengan Miyashita Natsu dan Shoji Yukiya. Novel ini mengangkat kisah keluarga Komiya dan sebuah rahasia yang selama ini dipendam salah satu anggota keluarganya. Menggunakan dua sudut pandang cerita: Madoka dan Yuichi, pembaca akan diajak mengikuti usaha keduanya untuk mengungkap rahasia yang selama ini dipendam oleh sang ibu.

Madoka adalah gadis yang tangguh dan sangat dewasa mengingat usianya yang baru 10 tahun. Melalui pemikirannya ia sangat perasa dan mampu memposisikan dirinya saat kondisi keluarga mereka mulai berubah. Walaupun ia masih terbilang sangat mudah dikeluarganya tapi ia mampu memberikan pemahaman yang sangat baik dan membuatku takjub padanya. Ia juga seorang adik yang penyayang, terutama pada kakaknya. Yuichi yang walaupun umurnya terpaut jauh dari Madoka tidak ragu menunjukkan bentuk rasa sayang dan dukungannya pada adik kecilnya itu. Interaksi mereka berdua berhasil bikin aku iri ingin punya kakak sebaik Yuichi.

Yang menjadi penekanan buku ini ada pada cara pandang Madoka dan Yuichi dalam menyikapi rahasia dalam keluarganya. Pemakaian dua sudut pandang antara Madoka dan Yuichi secara bergantian membuatku bisa memahami buku ini lebih dalam. Hampir tidak ada rasa bosan untuk menamatkan buku ini.

Setiap orang tidak ada yang sempurna, hal itu juga tampak  pada anggota keluarga Komiya. Setiap anggota keluarga memiliki masalah masing-masing yang membuat cerita ini makin kaya dengan konflik dan rahasia. Yuichi yang dihadapkan pada keputusan untuk mempertahankan band-nya atau melanjutkan kuliahnya menjadi salah satu contohnya. Dua keputusan itu sangat mempengaruhi masa depan Yuichi nantinya.  Untuk karakter ibu, aku sempat berharap ia akan mendapat porsi lebih banyak dalam cerita. Tapi mengingat buku ini menggunakan sudut pandang Madoka dan Yuichi, akan sulit menggali karakter ibu.

Jika sebelumnya aku dibuat penasaran dengan ending buku The Stolen Years terbitan Haru, kali ini aku dibuat gantung dengan ending di buku ini. Benar-benar tidak seperti yang kubayangkan, diluar ekspektasi tapi aku tetap menikmati buku ini. Ceritanya tidak mudah ditebak, ada unsur misteri yang membuat buku ini bikin penasaran dengan akhir ceritanya.

2 komentar:

  1. Wah, kalau ending-nya menggantung, ada kemungkinan sekuelnya nggak sih? Dan rasanya buku ini penting dibaca mengingat genre keluarga. Bisa dijadikan pelajaran dalam menyikapi permasalahan yang muncul dalam keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya nggak akan ada sequelnya, ending yang ngegantung memang ide si penulis untuk membuat buku ini punya klimaks yang menarik :)

      Hapus

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...