Sabtu, 17 Oktober 2015

Sekilas Tentang Booth Indonesian Readers Festival (IRF 2014)

Kumpulan Merchendaise dari setiap booth yang mengisi acara IRF 2014.



Selain lokasi yang dipilih cukup strategis di ibu kota, IRF 2014 menghadirkan serangkaian acara yang menarik dengan banyak kegiatan dari tiap komunitas yang hadir. Berikut cuplikan dariku.

Weteros Indonesia 


Behind The Scene booth WesterosID
Komunitas penggemar seri novel fantasi “A Song Of Ice and Fire” karya George R.R Martin yang sudah diangkat menjadi serial TV Game Of Thrones. Belum lama ini mereka baru saja mengadakan nonton bareng perdana Game Of Throne season lima yang ditayangkan di BlitsMegaplex dan membagikan tiket gratis bagi para penggemarnya di twitter.
Twiter @WesterosID





 

Sherlockian Indonesia

Tempat berkumpul para penggemar Sherlock Holmes di Indonesia khususnya serial adaptasi BBC Sherlock. Mereka cukup sering mengadakan event gathering dan acara nonton bareng yang juga diselingi games dan sponsor yang menarik seperti Gramedia, dll. 
Di booth mereka disediakn banner untuk selfie dan beragam produk tema Sherlock yang bisa kalian beli disini.
Merchendaise khas Bennedict


Serapium


Forum tempat anggota Kaskus berdiskusi dan berbagi ulasan. Di event kali ini mereka mengadakan kuis berupa pertanyaan seputar buku-buku baru atau film-film terkenal. Saya cukup mati kutu disini karena saya tidak mengikuti trend film-film yang diadaptasi dari buku maupun tokoh-tokoh dalam buku-buku yang ditanyakan, Padahal hadiahnya bagus dan akhirnya saya hanya mendapat sepucuk stiker dari mereka,
Twitter @kaskus66

Cerita Buku


Buku Gratis di booth Cerita Buku
Di IRF 2014 lalu mereka membagikan buku novel dan non fiksi secara gratis di booth mereka. Mulai dari buku terbaru hingga buku insprisional ada disana. Cukup dengan menuliskan buku yang kalian rekomendasikan beserta alasannya kalian bisa membawa pulang novel yang bisa di pilih sendiri. Semakin awal kalian datang kesempatan memenangkan buku terbaik lebih besar. Buku yang saya rekomendasikan untuk mereka saat itu adalah Rindu karangan Tere Liye.
Twitter @_ceritabuku

7.      





The Mortal Instrument Indonesia


Booth TM Indo at IRF 2014
Tempat berkumpulnya seluruh Shadowhunter penggemar karya Cassandra Clare dan pecinta buku dan film fiksi. Mereka selalu aktif di sosial media dan event festival buku maupun acara nonton bareng. Terakhir kali mereka menjuarai Fantasi Vaganza yang diadakan oleh penerbit buku Mizan Fantasi di JCC Senayan  pada September 2015 lalu. Mereka juga hadir di acara nonton bareng Paper Towns dan Sorch Trial di Cinemax di kawasan Jl. Sudirman Jakarta. 
Challenge from TM Indo

Kedatangan mereka di IRF sangat menyenangkan, Mereka membuat kontes foto di twitter bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pin dari mereka. Selain itu juga dijual merchendaise all about The Mortal Instrument disana. 
Bisa dipastikan pulang tidak dengan dengan tangan kosong. Dibawah ini contoh dari buku yang bisa kamu menangkan. Yuk mampir!

Blogger Buku Indonesia


Sebuah komunitas blogger yang mengkhususkan blog-nya pada hal-hal yang berkaitan dengan buku. Berdiri pada 13 April 2011 ia sudah menaungi banyak blogger buku handal didalamnya. Di event IRF 2014 mereka menghadirkan games menarik antara lain melempar bola dari gumpalan kertas yang sudah diberi perekat yang nantinya akan dilemparkan kearah target yang ditentukan. Jika bola mengenai sasaran utama kalian bisa mendapatkan paket buku yang terkenal yang pastinya sangat mereka rekomendasikan untuk dibaca. Jika kalian gagal kalian hanya bisa membawa pulang pembatas buku atau pin saja.
Twitter @BBI-2011

  Cakrawala Gelinjang


  Bookaholic Fund


Temukan mereka di @Bookaholicfund

 Fiksi Metropop


Inilah tempatnya diskusi dan info seputar koleksi buku metropop terbitan Gramedia Pustaka Utama. Disini kalian bisa berbagi info rekomendasi buku metropop terbaru, baca bareng Minjul, mengikuti update buku metropop dan kuis menarik berhadiah novel metropop terbaru di twitter maupun di blog. Di IRF 2014 booth metropop kedatangan Lexie Xu dan Vera Kresna yang mengisi workshop Kisah Remaja. Selain itu di hari berikutnya mereka mengadakan workshop Penulisan Karakter Komik bareng @FazaMeonk creator dari tokoh komik Juki Hoki.
Twitter @fiksimetropop
 
Tokoh Juki ditampilkan saat workshop bersama komikus Faza Meonk.

 

Net Detective Indonesia


Merupakan tempat berkumpul penggemar buku-buku detektif, misteri dan hal-hal yang berbau logika. Di event IRF 2014 mereka memperkenalkan buku pertama mereka Project X yang telah diterbitkan oleh Visimedia kepada pembaca. Sebelum mereka hadir di event ini, Visimedia sempat mengadakan kuis berhadiah buku Project X di twitternya @buku_visimedia.
Buku ini ditulis oleh beberapa anggotNet Detective Indonesia. Di  boothnya juga kedatangan beberapa penulis dari buku ini yang bisa kalian ajak mengobrol maupun minta tanda tangannya.

Visimedia Grup

Merupakan penerbitan yang terdiri dari 6 divisi yaitu Visimedia Pustaka (penerbit buku hukum, fiksi, dan non fiksi), Lintas Kata, Tangga Pustaka, Agromedia, F Media, dan Cikal Aksara. Di event kali ini mereka memberikan brosur yang berisi nama-nama penerbitan yang dinaungi Visimedia Grup dan info menarik bagi kalian yang berminat memiliki naskah untuk diterbitkan oleh mereka. Di booth Visimedia juga diadakan kuis menjawab tantangan Amaizing Race dan memenangkan lucky dip berupa novel terbitan mereka.  
Twitter @Buku_Visimedia

 Gagas Media


Penerbit yang satu ini juga memiliki booth yang menarik dengan menghadirkan penulis Christina Juzwar. Disana Mbak Tina dan peserta lainnya ikut dalam tantangan menulis bareng Christina Juzwar.

Rumah Cerdas Kreatif


Temukan mereka di www.rumahcerdaskreatif.com


Penggemar Novel Fantasi Indonesia

Disingkat PNFI, adalah komunitas novel fantasi yang tidak terbatas yang membicarakan tentang buku-buku fantasi yang akan terbit dan update terbaru lainnya seputar buku dan film fantasi.
Di IRF 2014 mereka membagikan stiker yang bertuliskan quotes bagi para pembaca yang mampir ke booth mereka.
Twitter @Portalfantasi

Femina

Femina sebagai salah satu majalah terkemuka di Indonesia turut  hadir di IRF 2014 dengan kegiatan workshop menulis kuliner. 

IndoHogwarts

Adalah forum yang mengambil setting dunia Harry Potter. Di event kali ini mereka memperkenalkan komunitas mereka dan membagikan pembatas buku bergambar Asrama Hogwarts yang diselingi background langit berwarna putih.
Temukan mereka di www.Indohogwartspg.org

Buku Berkaki

Temukan mereka di bukuberkaki.com
Twitter @Bukuberkaki



Masih ada beberapa booth lainnya yang tidak kalah menarik. Tapi leher saya sepertinya mulai pegal. Kita akhiri saja lah ya. See you on IRF 2015 :) Bye-bye!

Indonesian Readers Festival 5th #IRF2014

Salah seorang bintang tamu di Festival Pembaca Indonesia (6/12) 2014 sedang mengisi acara jumpa penulis.





Di tengah awal bulan Desember saya menyempatkan diri  datang ke ke Festival Pembaca Indonesia atau IRF. Berbekal tas punggung berisi hampir dua puluh buku saya menghadiri acara itu. 
Saya menaiki  metromini jurusan Ciledug-Blok M dan melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta yang bermarkas di terminal Halte Blok M. Acara di mulai pukul 10 pagi dan berakhir pada pukul  4 sore.

Festival Pembaca Indonesia adalah festival khusus bagi pembaca indonesia untuk berbagi pengalaman dan berbagi buku bersama dengan komunitas-komunitas didalamnya. Acara ini diadakan oleh komunitas Goodreads Indonesia setiap tahunnya dan kini sudah menginjak tahun kelima. Di tahun 2014 festival ini diadakan selama 2 hari sejak tanggal 6-7 Desember 2014 di Museum Nasional yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 12, Jakarta Pusat dan berhasil menarik kunjungan 3500 orang. Lokasi yang dipilih tidak selalu sama, dan di tahun 2015 festival pembaca indonesia akan diadakan di Tower 2 Synthesis Square, Jakarta. 

IRF 2014 di isi oleh puluhan komunitas yang datang untuk menyemarakkan event ini dan memperkenalkan komunitas mereka pada khalayak. Tetapi sebelum memasuki mueseum, saya di haruskan membayar tiket masuk museum sebesar Rp. 10.000. Sesampainya di dalam panitia memberikan secarik kertas untuk di tempelkan stiker yang berhasil kita kumpulkan dari setiap booth yang ada. Saya juga mendapat kaos cantik dari Coconut Island dan Goodreads Indonesia yang saya dapat gratis dari kuis twitter.

Setelah berkunjung ke semua booth yang ada, saya menyesal memilih datang siang hari. Karena pengunjung hari pertama sangat banyak. Semua buku bagus dan sudah saya incar sudah habis diambil pengunjung lain. Terutama buku karangan Tere Liye saat saya mampir di booth Cerita Buku.

Karena tidak mendapat buku yang diincar, saya memilih hadir di acara jumpa penulis yang dihadiri  penulis mega best seller Tere Liye dan penulis buku 9 Summers 10 Autumns alias Iwan Setiawan pada pukul 1 siang. Mereka dihadirkan bersama dan acara inilah yang menurut pandangan saya mendapat paling banyak pengunjung di hari itu. Kegiatan bincang bersama mereka juga dilaporkan langsung oleh salah satu stasiun radio.

Pembaca tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan sosok Tere Liye yang indentitasnya selalu disembunyikan di akhir buku. Iwan Setiawan yang hadir hanya dengan kaus tshirt putih dan celana pendek selutut juga mencairkan suasana dengan tutur katanya yang ceplos dan antusias.

Diatas panggung Tere Liye menceritakan singkat asal usul dirinya yang dahulu seorang akuntan namun sejak sekolah dasar sudah gemar menulis dan mengirimkan karyanya. Beranjak dewasa Darwis Tere Liye mulai berubah haluan semenjak kegemarannya menuliskan beberapa artikel di koran dan beralih menjadi penulis roman. Para hadirin yang datang diberikan kesempatan untuk bertanya kepada salah satu penulis tersebut. Dan jada hadiah merchendaise berupa payung, novel dan booknote serta uang tabungan dari sponsor.

Sayang sekali di akhir acara ia enggan untuk berfoto bersama maupun berfoto bareng penggemar yang mengatre untuk mendapat tanda tangannya. Mungkin demi menjaga kerahasiaan dirinya di mata pembaca. Sebelum mengatre bersama, pengunjung yang hadir bisa membeli novel dan buku puisi terbaru Tere Liye yang dijual oleh Gramedia disana. Setelah itu berselfie ria di depan spanduk IRF 2014 yang disediakan.  Saya sempat berharap untuk foto bersama tapi tidak kesampaian, tapi syukurlah buku Rindu bertanda tangan berhasil dibawa pulang.

Setelah acara jumpa penulis bersama Tere Liye dan Iwan Setiawan usai, dilanjutkan pada siang harinya dengan peluncuran buku Xafier karya Jessica Huwae. Pengunjung yang berruntung mendapatkan goodie bag yang berisi merchendaise dan buku terbaru Jessica Huwae.

Sejak awal dibuka panitia menggelar sesi acara  Book Swap dan Book War. Book Swap adalah acara menukar buku dengan  syarat membawa buku novel yang masih layak baca yang nantinya satu buku bisa mendapatkan satu judul buku yang bisa kalian pilih sendiri disana.

Sedangkan Book War adalah acara berebut buku dengan cara kalian berdiri di mengelilingi arena book war dan memutarinya sempai musik berhenti. Pihak panitia biasanya mengeluarkan buku-buku ternama dan terbaik di saat book war akan digelar. Setelah musik berhenti kalian berebut mengambil buku yang ada diatas arena dan menukarkannya dengan buku milik kalian. Kalian harus bersiap berdesak-desakan dan menyikut satu sama lain untuk mendapatkan buku yang kalian incar.



Book War adalah sesi yang paling menakutkan. orang-orang berdesak-desak, saling hantam mungkin ada yang sesak napas karena berdesakkan. Buku yang saya harapkan pun tidak memuaskan. Para pengunjung bisa tersenyum puas saat keluar masuk booth dan lihai saat berebut buku, tapi saya hanya bisa kecut mendapati buku yang kelihatannya kurang menarik. Lantas saya kembalikan lagi. 

Hasil Perburuan Book Swap dan Book War di IRF 2014.


Selain tukar menukar buku saya juga mampir ke hampir semua booth yang ada. Mau tau ada booth ada booth apa saja disana? Baca disini. Rata-rata Gamesnya yang ditawarkan seputar buku, nama-nama penulis terkenal, nama-nama tokoh di film yang diadaptasi dari buku, dll. Beberapa booth saya tinggalkan begitu saja karena memberi soal-soal pertanyaan yang sulit, tapi hadiah yang ditawarkan sangat menggiurkan contohnya Gelombang karya Dewi Lestari, Cerita Cinta Indonesia, Twivortiare 2, dan masih banyak lagi. Mungkin sebelum hadir ke semacam festival buku kita harus persiapkan perbanyak membaca buku. Kalau tidak nanti bisa mati kutu dengan semua games yang disana.

Sore mulai datang. Saya memilih untuk pulang pukul 3 sore dengan menaiki bus patas jurusan Pasar Senen - Ciledug. Mungkin akan lebih baik untuk selalu membawa payung saat berkeliaran di bulan Desember. Meskipun masih awal bulan, Desember selalu panas terik kala di siang hari tapi akan diguyur hujan deras secara tiba-tiba di sore hari.

Ini akan jadi pelajaran yang sangat berharga untuk saya, dan untuk semua pembaca pastinya. Saya akan menantikan Festival Pembaca Indonesia berikutnya tanggal 5-6 Desember 2015 di Sythesis Square (Ex Mall Hero), Jakarta Selatan. See you on IRf 2015 :)

Minggu, 04 Oktober 2015

Book Review: Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta oleh Tere Liye


Rate: 5/5
Reaksi Singkat; Kalau hati ini bisa menjerit, pasti ia akan teriak "Ya! Buku ini gue banget!"
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Agustus 2014
Tebal: 69 hlm
Cover & Ilustrasi: eMTe
Sinopsis: Goodreads

Book Review: Winter In Tokyo oleh Ilana Tan



Penulis: Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2008
Tebal : 320 hlm
Rating: 4/5


"Apa yang harus kulakukan agar kau melihatku?" 

– Kazuto, hlm 298

Berita kehadiran Nishimura Kazuto sebagai penghuni baru di apartement Kakek Osawa segera menyebar ke seluruh penghuni kamar. Dia hanya seorang pria yang sedang mencoba lari dari kenyataan. Ia meninggalkan sementara pekerjaannya di New York sebagai seorang fotografer profesional dan menetap di Tokyo. Di sanalah ia pertama kali bertemu dengan Ishida Keiko, penghuni diseberang kamarnya. 

Gadis itu pernah mencoba menguping di depan pintu kamar Kazuto dan akhirnya mempermalukan dirinya sendiri tetap disaat Kazuto membuka pintu. Ishida Keiko bisa dibilang memiliki campuran wajah khas Indonesia dan mampu bicara dalam bahasa Indonesia. Dia gadis yang bertubuh tinggi, berambut lurus dan tidak terlalu kurus. Selama di Tokyo ia bekerja sebagai karyawan perpustakaan seperti yang sudah diimpikannya. Walaupun hanya gadis biasa dia memiliki rasa takut terhadap tempat yang gelap. Tetapi kehadiran Kazuto dalam hidupnya mampu membuat semua rasa takut itu hilang. 

Minggu, 27 September 2015

Book Review: In A Blue Moon - Ilana Tan




Rate: 4/5
Reaksi Singkat; Kenapa sesingkat ini ... Lucas Ford you're so ... undescrable
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: April 2015
Tebal: 320 hlm
Sinopsis: Goodreads

"Permintaan maaf tidak akan mengubah apa yang sedang terjadi. Tidak akan menjadikan semuanya baik-baik saja" - Sophie Wilson, hal 41

Jumat, 25 September 2015

Book Review: Sunshine Becomes You oleh Ilana Tan


Rate: 4/5
Reaksi singkat: Seandainya semua tidak berakhir seperti ini ,, I'm thinking of Clark
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan kelima, April 2012
Tebal: 432 hlm


"Pada zaman dahulu kala, di negeri yang sangat jauh yang diperintah oleh raja yang bijaksana, hiduplah gadis desa yang tinggal bersama bibinya yang sudah tua. Gadis desa itu memiliki wajah yang cantik, rambut hitam sehitam arang mata gelap segelap malam, dan kulit pucat sepucat bulan purnama. Dan gadis itu suka menari.
Dia menari di mana pun ia berada. Di dalam rumah, di tengah jalan, di alun-alun desa, di mana saja. Dan walaupun sudah dilarang keras oleh bibinya, gadis itu juga suka menari di hutan di antara kicauan burung dan ditemani kupu-kupu."

Minggu, 13 September 2015

Jumat, 11 September 2015

Pengumuman Pemenang Giveaway Marry Now, Sorry Later



Konbanwa!


Selamat malam kawan-kawan blogger.

Beberapa waktu lalu Miss Jeruk Nipis sudah mengadakan giveaway pertamanya. Telat ikutan? Nyesel loh.
Bersyukur Miss Jeruk lagi berbaik hati, biasanya dia lebih suka hunting quiz daripada berbagi jatah kuisnya. Doakan ya dia mau sponsori quiz berikutnya ;)

Big thanks to senior blogger dan penghuni blog baru yang udah bersedia mampir untuk ikutan giveaway kecil-kecilan kami.

Setelah berhari-hari nge-stalk sosial media dan surfing sana-sini mencari akun pemenang yang tepat, kami sudah berhasil menemukan seorang yang beruntung bisa ketiban buku runtuh *alias satu buah novel Marry Now, Sorry Later miliknya Christian Simamora.

                          SANTI WIRYAWAN * @siscacook *


I said "Congratulations" for you ^^/
Segera kirimkan data dan alamat lengkapmu via email ke athaya.irfan97@gmail.com untuk pengiriman hadiah.
Dan untuk yang belum beruntung, sering-seringlah mampir ke blog Miss Jeruk Nipis karena selalu ada giveaway tak terduga.

P.S I Need to Tell You Something


Saat membaca tiap jawaban singkat kalian, aku teringat tentang tanggapan Chris -sahabat Lara Jean soal emosi dan cara dia meluapkan emosi dan kekecewaannya.

"Katanya kadang kita harus berteriak untuk meluapkan emosi. Kalau tidak, emosi kita akan membusuk".


 Quotes itu akan jadi clue untuk giveawayku berikutnya. See you soon!

Rabu, 09 September 2015

Wishful Wednesday 1#








Hello ,,

Oh thanks God, this is Wednesday!
Share my dream, show my future book.


Untuk pertama kalinya aku memulai mencatat harapan-harapan tentang buku. Aku mencoba menuangkan harapanku yang biasanya kutulis dibuku dalam sebuah meme. Wow! Little step for me.

Kali ini aku membuat meme ini untuk menyambut Blog Anniversary Perpus Kecil yang ke enam.
Happy Anniv ya. Usia yang keenam pasti nggak mudah untuk tetap konsisten di dunia blogger buku.
Salut untuk blogger yang satu ini *tumbs up.

Saat ulang tahun pastii ada harapan-harapan yang terucap, begitu juga aku. Moga Perpus Kecil bisa aktif dan produktif terus postingan reviewnya. Sukses karirnya dan selalu diberikan kebahagiaan dunia maupun akhirat ^^

Pulang

 Salah satu karya terbaru Tere Liye yang hadir dengan tidak terduga. Aku masukkan dia dalam daftar harapku,dengan harap cemas apa bisa terwujud atau nggak.

Nggak ada satu orang pun yang ingin ditolak. Aku harap buku ini bisa jadi my wish come true.
Will you marry me?? Oh, maksudku kalau ada yang bersedia belikan novel Pulang di sini.
Oh, with my pleasure! Aku akan sangat berterima kasih ^^




Sabtu, 08 Agustus 2015

Marry Now, Sorry Later - Giveway


 Judul: Marry Now, Sorry Later

Penulis: Christian Simamora

Penerbit : Twigora

Tahun terbit: 2015

"Lebih baik mencintai yang tak bisa kau miliki, daripada memiliki seseorang yang tak bisa balas mencintai." - Christian Simamora

Halo, Selamat datang di blog Si Jeruk nipis angetku. Si jeruk awalnya berharap di bulan Agustus kali ini bisa diawali dengan kebahagiaan, tapi malah patah hati yang didapat. Daripada terjebak dalam ruang nostalgia karna bersedih terlalu lama mending bagi-bagi kebahagiaan.

Kali ini ada novel Marry Now, Sorry Later karya terbaru Christian Simamora yang akan diberikan gratis untuk satu pemenang yang beruntung dari rak misteriusku. Di postingan sebelumnya Si Jeruk sudah membagikan reviewnya yang bisa kamu baca disini. Sekarang mari kita mulai giveawaynya ^^/.


Syarat dan Ketentuan


  1.  Follow twitter @Jeruknipisanget
  2.  Hanya menuliskan satu jawaban di kolom komentar
  3.  Share dan Tweet mengenai giveaway ini. Jangan lupa mention @Jeruknipisanget  
Contoh :
Yuk ikutan giveaway di blog http://palapakelapakepala.blogspot.com/2015/08/marry-now-sorry-later-giveway.html cc: @Jeruknipisanget

 

Jawab pertanyaan ini

" Saat kamu merasa sedih atau patah hati, negara mana yang akan kamu kunjungi suatu hari nanti untuk melepas kesedihan kamu?"

Tulis jawabanmu di kolom komentar dengan Format dibawah ini ya 

Nama:
Email:
Twitter:
Link share: 
Domisili:
Jawaban: 

Giveaway berlangsung dari 8 Agustus 2015 - 8 September 2015. Pemenang akan diumumkan pada tanggal
September 2015 di blog ini. Pemenang ditentukan dari jawaban paling unik dan tweet.  
Aku tunggu tempat-tempat indah kalian dari sekarang ^^ 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...