Minggu, 13 September 2015

BOOK REVIEW: To All The Boys I've Loved Before (#1) by Jenny Han




Rating : 5/5
Reaksi singkat: Akhir yang sangat menyebalkan ,,, Tak sabar buku ke 2
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Spring, April 2015
Tebal: 380 hlm
Sinopsis: Goodreads

Available @bukupedia




"Semua sudah berakhir, Lara Jean."

 
Segala sesuatu yang sudah berakhir pasti masih bisa disatukan kembali. Begitulah pemikiran Lara Jean tentang hubungan Margot dan Josh.

Bagi Margot, Josh adalah cinta pertamanya. Bukan karena siapa Josh, tapi karena bagaimana Margot yang sesungguhnya. Margot bukan seperti wanita pada umumnya. Dia berbeda.dia berdiri di tingkatan yang lebih tinggi, dimana hal-hal seperti cowok, makeup, pakaian- semuanya tidak penting bagi Margot. Dia mengalah dan memberi segala yang bisa dia berikan untuk keluarga. Untuk adik-adiknya. Ketika Margot mendapatkan kebahagiaannya, tidak seorang pun ingin merenggut apa yang sudah seharusnya jadi miliknya itu.

Josh, pria depan rumah yang sudah dianggap bagian dari keluarga Covey adalah sahabat dari gadis-gadis Song. Tapi dia tidak tahu bahwa Lara Jean menyimpan rasa padanya. Tapi itu dulu saat usianya baru sembilan tahun, saat Josh belum menjadi sesuatu yang berarti bagi Margot. Dengan berat hati Lara Jean mengikhlaskan pria itu bersama kakak perempuannya yang diikuti dengan upacara pengusiran arwah.

“Semua berakhir begitu saja. Cintaku berakhir sebelum aku mendapat kesempatan apapun” - Lara Jean.
Kehidupan Lara Jean perlahan berubah saat Margot pergi kuliah ke Skotlandia. Meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Ia harus menggantikan seluruh tugas rumah dan menghadapi tahun pertama di sekolah seorang diri. Akankah Lara Jean sanggup menghadapi permasalahannya seorang diri? Bahkan di saat pria-pria yang dicintainya muncul kembali di kehidupannya bersama dengan sepucuk surat ditangan?.

Kakak yang Baik

Berawal dari kepergian kakaknya ke Skotlandia, Lara Jean anak kedua keluarga Covey harus menggantikan posisi kakaknya sebagai pengurus rumah. Namun setelah perpisahan dengan kakaknya dibandara, beruntun masalah datang menimpanya.

Seseorang tanpa nama telah mengirimkan lima surat cinta yang ia simpan didalam sebuah kotak topi pemberian ibunya. Hal ini tentu mengejutkan Lara Jean karena Peter- pria populer yang pernah disukainya datang mempertanyakan surat yang dikirimnya. Begitu juga dengan Josh, orang yang seharusnya tidak pantas ia sukai. Untuk menutupi kegalauannya itu, Lara Jean memutuskan untuk berpura-pura berpacaran dengan Peter. Tapi hal itu tidak semudah yang ia rancanakan.

Karakter Lara Jean yang introvert mengalami perkembangan setelah ia bersama dengan Peter. Terrlihat dari dialog mereka ketika sedang bersama menambah sentuhan manis cerita. Hingga akhirnya Lara Jean jatuh hati dengan Peter. Hubungan mereka semakin pelik saat Lara Jean berkonflik dengan perasaannya sendiri, jika Peter masih menyukai Genevive dan hanya menganggapnya sebagai teman dari masa lalu.

Sosok Peter yang sempurna, tampan dan jadi pusat perhatian disekolah membuat kehadiran Lara Jean sebagai bahan pembicaraan. Genevive mantan pacar Peter yang legendaris seantero sekolah selalu mengawasi hubungan mereka. Peter mungkin akan membuat wanita manapun jatuh hati padanya. Ia begitu dekat dengan Kitty-adik Lara Jean dan juga ayahnya. Tapi tidak untuk Josh Sanderson.

Sedikit informasi untuk kalian yang belum membaca buku ini, walaupun Margot melanjutkan kuliah ke Skotlandia nyatanya pada hari natal Gogo - panggilan akrab Margot kembali berkumpul bersama keluarganya. Gogo memberikan sejumlah kado salah satunya kepada Kitty berupa peralatan melukis. Lara Jean juga turut memberikan hadiah kepada Gogo berupa scrapbook dan syal yang semuanya adalah hasil karyanya sendiri. Sisi kehangatan keluarga ini terasa sangat kental dan menyentuh, sangat kusarankan kalian untuk membaca buku ini.

Penuturan cerita dengan Lara Jean sebagai tokoh utamanya membuat gadis berdarah Korea itu semakin dominan. Semua sisi lain dari tokoh lainnya diungkap secara tidak langsung. Salah satunya tentang secuil alasan yang ditinggalkan Josh tentang kepergian Margot yang tidak diketahui siapapun.

“ Sepertinya semua yang kupikir kuketahui nyatanya salah. Kupikir aku tahu persis siapa kakakku, tapi nyatanya aku tidak tahu apa-apa” – Lara Jean, hal 198.
Alur cerita yang di atur sangat apik membuat kisah cinta Lara Jean menjadi rumit dan menarik. Siapa sangka Peter akan menjadi sangat romantis, mulai dari mengirimkan surat dan bermain dengan Kitty. Sulit untuk menerka akhir dari hubungan mereka, bahkan saat pengakuan Josh yang mencengangkan pada Lara Jean di halaman 296-297 muncul.

“ Seharusnya kau memberitahuku. Setidaknya kau harus memberiku kesempatan.”

...

“ .. semua bisa berbeda” hal 196.

Sungguh mengesankan untuk cerita dan kualitas yang diberikan oleh penerbit Spring.  Mengikuti kisah Lara Jean tidak ada rasa canggung bahwa nyatanya ini buku hasil terjemahan. Jika diikuti dengan baik kisah ini bisa membuatmu menitikkan air mata. Tapi bukankah penyesalan selalu datang terakhir? Semoga kalian tidak menyesal telah melewatkan kisah Lara Jean dan Peter yang satu ini. Karena kisah ini akan berlanjut ke dalam buku kedua.

Untuk permainan emosi yang Jenny Han suguhkan, saya acungkan lima bintang untuk buku ini. Menunggu untuk debar-debar berikutnya di P.S I Still Love You.


"Aku tidak harus takut dengan pada perpisahan, karena perpisahan tidak untuk selamanya."




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Appeciate with my pleasure.

~ VS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...